Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Apresiasi Musik Daerah

Seni musik daerah adalah suatu musik yang bisa ditemukan di daerah tersebut dan menjadikannya sebagai ciri khas dari daerah musik tersebut berasal. Oke kawan, kali ini saya ingin berbagai sedikit pengetahuan tentang Apresiasi Musik Daerah yang berasal dari daerah saya tentunya, hehehe.. Kabupaten Kebumen.

Untuk lebih jelasnya dapat diunduh di link di bawah ini.

APRESIASI TERHADAP MUSIK DAERAH SETEMPAT

I.             Asal Daerah
1.      Kota / Desa   :  Kejawang
2.      Kabupaten    :  Kebumen
3.      Provinsi         :  Jawa Tengah

II.          Nama Musik Daerah
1.      Nama musik daerah “Ebleg”
2.      Pertunjukan musik daerah ini berfungsi sebagai menghibur masyarakat dan melestarikannya
3.      Pertunjukan dilaksanakan pada jam 09.00 WIB sampai dengan jam 17.00 WIB.
4.      Tempat pertunjukan di Kejawang / di rumah orang yang mengadakan
5.      Pemain musik
       Berjumlah ± 15 orang
       Pemain musiknya terdiri dari pria / wanita
       Setiap pemain musik memainkan satu
       Pemain musik memakai pakaian seragam Ebleg
6.      Penyanyi lagu daerah
       Penyanyinya berjumlah ± 2/1 orang
       Penyanyinya pria berjumlah     orang
       Penyanyinya wanita berjumlah 2 orang
       Penyanyinya memakai pakaian kebaya
       Penyanyinya menyanyi sambil duduk

selengkapnya dapat dibaca dan diunduh disini

Apresiasi Musik Daerah, Kliping Apresiasi Musik Daerah, Musik Daerah Kebumen, Kesenian Daerah Kabupaten Kebumen, Ebleg Kebumen,

Contoh Kliping Kewirausahaan

Apa kabar pengunjung setia, semoga dalam keadaan yang sehat selalu. Amin. Kali ini saya mau sedikit share tentang contoh tugas kewirausaan. Karena banyaknya permintaan dari anak-anak SMK maka kali ini Contoh Tugas Kewirausahaan dapat diunduh secara gratis disini.

Oke, berikut ini adalah sedikit cuplikannya....


USAHA JUALAN ROTI BAKAR
A.     PROFIL USAHA
Seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan, maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli sesuatu. Salah satu hal dimana orang sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah ketika manusia membeli makanan.
Zaman dahulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, dua hal ini lah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli.
Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru memikirkan harga.Oleh karena itu roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, roti menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga, roti mudah dijangkau semua kalangan masyArakat.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi roti bakar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga roti bakar terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyrakat.

selengkapnya bisa diunduh disini

Contoh Proposal usaha, Contoh  Usaha roti bakar, kliping usaha roti bakar, kliping wirausaha, contoh kliping wirausaha, contoh kliping kewirausahaan, Download contoh kliping wirausaha, Download contoh kliping kewirausahaan

Minggu, 26 Agustus 2012

Manfaat Kelapa Sawit

Kelapa sawit adalah salah satu komoditi pertanian utama bagi negara Malaysia yang berkembang pesat. Selain pengeluaran minyak kelapa sawit yang tinggi, hasil sampingan juga tinggi. Kelapa sawit termasuk tumbuhan pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Bunga dan buahnya berupa tandan, serta bercabang banyak. Buahnya kecil dan apabila masak, berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dankulit buahnya mengandungi minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin.Kelapa sawit malaysia.

Hampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak, khususnya sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Kelapa sawit yang berkembang biak dengan biji, tumbuh di daerah tropika, pada ketinggian 0 – 500 meter di atas aras laut. Kelapa sawit menyukai tanah yang subur dan tempat terbuka, dengan kelembapan tinggi. Kelembapan tinggi itu antara lain ditentukan oleh adanya curah hujan yang tinggi, sekitar 2,000-2,500 mm setahun.  Kelapa sawit malaysia.
Kelapa sawit adalah salah satu komoditi pertanian utama bagi negara Malaysia yang perkembangannya demikian pesat. Selain pengeluaran minyak kelapa sawit yang tinggi, hasil sampingan juga tinggi. Secara umum, hasil dari industri kelapa sawit terdiri daripada tiga jenis, iaitu minyak cair, padat dan gas. Minyak kelapa sawit berasal dari unit proses pengukusan (pensterilan), proses pembersihan, dan buangan dari hidrosiklon.
Pada umumnya, minyak industri kelapa sawit mengandungi bahan organik yang tinggi sehingga berpotensi mencemari air tanah, dan sungai serta laut. Minyak likat kelapa sawit dibahagikan kepada dua jenis, iaitu: Likat yang berasal daripada proses pengolahan: Limbah padat ini berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit, cangkang atau tempurung, serabut atau serat, enap cemar atau lumpur, dan bungkil. TKKS dan lumpur yang tidak tertangani menyebabkan bau busuk, tempat bersarangnya serangga dan lalat dan berpotensi menghasilkan bahan larut lesap.
Kelapa sawit dapat dipelbagaikan kegunaannya Jika getah dapat dipelbagaikan kegunaannya menjadi 1500 jenis barangan, begitu juga dengan kelapa sawit. Antara barangan yang terbaru hasil penyelidikan kelapa sawit telah dapat menghasilkan  :
Aiskrim – Antara kegunaan istimewa minyak sawit ialah sebagai bahan asas dalam pengeluaran aiskrim. Walaupun lemak susu adalah bahan paling sesuai digunakan dalam pembuatan aiskrim, minyak sayuran yang diadun istimewa boleh dijadikan bahan alternatif. Penggunaan minyak sawit dan minyak isirung sawit dalam pembuatan aiskrim bukan sahaja menghasilkan aiskrim lembut dan gebu, tetapi tidak mudah rosak.
Konfeksi – Pengganti Lemak Koko (CBR) adalah lemak yang digunakan untuk menggantikan secara separa atau keseluruhan penggunaan lemak koko dalam pembuatan produk coklat dan konfeksi. Melalui proses pemisahan, minyak sawit dan minyak isirung sawit boleh digunakan untuk menghasilkan CBR. Produk coklat dan konfeksi yang diperbuat menggunakan CBR berasaskan minyak sawit mempunyai rasa hampir menyamai produk yang diperbuat menggunakan lemak koko. Ini kerana bahan berasaskan minyak sawit menghasilkan produk dengan permukaan berkilat, dapat bertahan lebih lama dan mudah cair apabila dimasukkan ke dalam mulut.
Krimer – Adunan minyak sawit dan minyak isirung sawit, serta lain minyak digunakan secara meluas untuk menggantikan lemak susu dalam penyediaan krimer kopi bukan berasaskan tenusu. Krimer sawit menggantikan penggunaan krimer tenusu dalam penyediaan minuman kopi, serta ia tahan lebih lama dan lebih mudah digunakan. Minyak sawit dan minyak isirung sawit sangat sesuai digunakan untuk menghasilkan bahan krimer kerana ia tidak mudah mengalami oksidan, satu ciri yang mampu mengelakkan rasa tidak enak apabila kopi diminum. Secawan kopi yang menggunakan krimer berasaskan sawit lebih enak, berperisa dan memuaskan cita rasa peminumnya.
Serbuk santan – Santan adalah bahan penting digunakan kebanyakan rakyat Malaysia untuk menghasilkan lauk-pauk dan kuih-muih tradisional atau moden. Minyak sawit yang diadun dan diproses menggunakan teknik sembur kering dapat menghasilkan bahan pengganti untuk serbuk santan kelapa. Serbuk santan berasaskan minyak sawit menyerupai santan kelapa komersil dari segi warna, bau, rupa dan rasanya. Serbuk santan berasaskan sawit juga memiliki nilai pemakanan yang baik kerana ia mengandungi kandungan lemak tepu yang rendah. Ia tahan lebih lama (tidak tengik) daripada tengik kerana mempunyai anti oksidan semulajadi seperti tokopherol dan tokotrienol. Ia juga tidak mudah basi walaupun ditinggalkan dalam suhu bilik. Pada suhu 15ÂșC pula, ia dapat bertahan untuk tempoh sekurang-kurangnya selama tiga bulan.
Sosej dan burger  – Lelemak sawit juga boleh digunakan sebagai lelemak istimewa bagi menggantikan lemak haiwan dalam pembuatan makanan berasaskan daging seperti sosej, burger, bebola daging dan ayam, serta nugget. Diperbuat 100% daripada lelemak sawit, ia dirumus khusus sebagai pengganti lemak mentah lembu, ayam dan kulit ayam.
Keluaran berasaskan sawit ini tidak menimbulkan rasa kurang enak makanan, malah menambah lagi keenakan sosej dan burger dihasilkan. Tanpa kolesterol dan mikrob makanan perosak, ia adalah makanan bersih dan halal untuk dinikmati. Mungkin anda tidak menyangka bahawa 80% daripada minyak sawit yang dihasilkan di Malaysia digunakan sebagai bahan makanan. Bagaimana dengan sejumlah 20% lagi? Selebihnya adalah untuk kegunaan dalam pembuatan produk bukan makanan yang akan dibincangkan minggu hadapan.
Ok demikian artikel sederhana mengenai kelapa sawit malaysia, semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua

Minggu, 15 Juli 2012

Contoh Kliping Pencemaran Lingkungan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas kliping ini. Kliping ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak / Ibu Guru guna melengkapi mata pelajaran IPA.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya tugas ini, diantaranya yaitu :
1. Bapak Kepala Sekolah
2. Bapak dan Ibu Guru
3. Seluruh jajaran staf
4. Kedua Orang Tua
4. Pihak ketiga yang telah memberikan informasi
5. Dan pihak lain yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu

Terakhir kata, semoga dengan penyusunan kliping ini bisa mendatangkan manfaat kepada penyusun khususnya dan kepada para pembaca yang budiman pada umumnya.

............., ........................

Penyusun


 PENCEMARAN TANAH

Sumber Bahan Pencemar Tanah

Karena pencemar tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, makan sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.

Dari pembahasan tersebut di atas, maka sumber bahan pencemar tanah dapat dikelompokkan juga menjadi sumber pencemar yang berasal dari:

a. Sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah rumah sakit.

b. Gunung berapi yang meletus/kendaraan bermotor.

c. Limbah industri.

d. Limbah reaktor atom/PLTN.


Komponen Bahan Pencemar Tanah

Komponen-komponen bahan pencemar yang diperoleh dari sumber-sumber bahan pencemar tersebut di atas antara lain berupa:

a) Senyawa organik yang dapat membusuk karena diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sisa-sisa makanan, daun, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati.

b) Senyawa organik dan senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur.


c) Pencemar Udara berupa gas yang larut dalam air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3), oksida karbon (CO dan CO2), menghasilkan hujan asam yang akan menyebabkan tanah bersifat asam dan merusak kesuburan tanah/ tanaman.

d)?Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah?industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah.

e) Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau dari percobaan lain yang menggunakan atau menghasikan zat radioaktif.



CONTOH PENCEMARAN TANAH

Garut - Hampir 50 persen, atau sekitar sekitar 1,2 juta lebih dari 2,4 juta lebih penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat diperkirakan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

"Terbanyak ke sawah dan selokan," kata Kepala Dinas Kesehatan Garut Hendy Budiman, kepada wartawan di Garut, Senin (26/10).

Menurutnya, penduduk Garut itu membuang kotoran di luar septic tank atau bak penampungan kotoran yang memenuhi standar kebersihan lingkungan dan kesehatan.


Dijelaskannya, kotoran manusia setiap harinya menyebar pada aliran sungai, selokan dan areal air persawahan yang mengalir ke hilir kemudian banyak dimanfaatkan untuk mandi, mencuci sekaligus sebagai kakus (MCK).


"Kondisi lingkungan yang memprihatinkan tersebut, terkait dengan cakupan jamban keluarga lengkap dengan sarana septic tank nya hanya mencapai 51 persen, sedangkan 49 persen lainnya tak memiliki "septic tank" termasuk yang langsung buang air besar (BAB) di sawah, sungai dan selokan," papar Hendy.


Hendy menjelaskan kondisi tersebut rentan terhadap penyebaran penyakit seperti diare, penyakit kulit, penyakit mata, dan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa).


Sebelumnya, kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan daerah belum lama ini menunjukan, kondisi sarana air sumur di wilayah Garut mengandung bakteri ecoli berkisar 50-240 ppm.


"Kotoran manusia yang dibuang sembarangan menyebabkan pencemaran bakteri ecoli hingga mencapai 3000 ppm, padahal batas toleransi hanya 10 ppm," ungkap dia.





PENCEMARAN UDARA, DAMPAK DAN SOLUSINYA !!


Pengertian Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.


Pencemaran Udara

Klasifikasi Pencemar Udara :

1. Pencemar primer : pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udara.

2. Pencemar sekunder : pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
Contoh: Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.




Pencemaran Udara



Jenis-jenis Bahan Pencemar:

- Karbon monoksida (CO)
- Nitrogen dioksida (N02)
- Sulfur Dioksida (S02)
- CFC
- Karbon dioksida (CO2)
- Ozon (03 )
- Benda Partikulat (PM)
- Timah (Pb)
- HydroCarbon (HC)

Penyebab Utama Pencemaran Udara :

Pencemaran Udara akibat Kendaraan Bermotor

Dampak Pencemaran Udara :

- Penipisan Ozon
- Pemanasan Global ( Global Warming )
- Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan
- Terganggunya fungsi reproduksi
- Stres dan penurunan tingkat produktivitas
- Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
- Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.


Sampah semakin memperparah Pencemaran Udara

Solusi :

+ Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.
+ Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.
+ Menghemat Energi yang digunakan.
+ Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.






PENCEMARAN AIR:
SUMBER, DAMPAK DAN PENANGGULANGANNYA

Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi ini, kita semua bergantung pada air. Untuk itu diperlukan air yang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Tapi pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia. Dari segi kualitas dan kuantitas air telah berkurang yang disebabkan oleh pencemaran.

Makalah ini membahas mengenai pencemaran air yang ditinjau dari sumber pencemaran, dampak serta penanggulangan pencemaran tersebut. Selain itu juga dijelaskan mengenai indikator pencemaran air dan pengertian pencemaran air. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi bagi kita semua, sehingga akandapat mengurangi pencemaran yang terjadi dan akan didapat air yang aman, bersih dan sehat.


Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan. Makhluk hidup di muka bumi ini tak dapat terlepas dari kebutuhan akan air. Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Namun demikian, air dapat menjadi malapetaka bilamana tidak tersedia dalam kondisi yang benar, baik kualitas maupun kuantitasnya. Air yang relatif bersih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.

Dewasa ini, air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius. Untuk mendapat air yang baik sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi barang yang mahal, karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia. Sehingga secara kualitas, sumberdaya air telah mengalami penurunan. Demikian pula secara kuantitas, yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
Dari hari ke hari bila diperhatikan, makin banyak berita-berita mengenai pencemaran air. Pencemaran air ini terjadi dimana-mana. Di Teluk Jakarta terjadi pencemaran yang sangat merugikan bagi petambak. Tidak saja udang dan bandeng yang mati, tapi kerang hijaupun turut mati pula, beberapa jenis spesies ikan telah hilang. Secara kimiawi, pencemaran yang terjadi di Teluk Jakarta tersebut telah sangat parah. Indikasinyapopulasi kerang hijau berkembang lebih cepat dan semakin banyak, padahal hewan ini merupakan indicator pecemar. Kadar logam antara lain seng, tembaga dan timbal telah mencapai ambang batas normal. Kondisi ini sangat berbahaya, karena logam berat dapat diserap oleh manusia atau hewan yang memakannya dan akan terjadi akumulasi (Republika, 17/02/03).
Di Waduk Saguling juga terjadi pencemaran logam berat (merkuri) dan kadar H2SO4 yang tinggi, sehingga pencemaran ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat sekitar, ribuan petani ikan mas jaring terapung di kawasan ini terancam gulung tikar karena produksi ikan turun terus (Pikiran Rakyat, 08/06/03).

Selain itu, penggunaan pestisida yang berlebihan dan berlangsung lama, juga akan mengakibatkan pencemaran air. Sebagai contoh, hal ini terjadi di NTB yang terjadi pencemaran karena dampak pestisida dan limbah bakteri e-coli. Petani menggunakan pestisida di sekitar mata air Lingsar dan Ranget (Bali Post, 14/8/03).

Krisis air juga terjadi di hampir semua wilayah P. Jawa dan sebagian Sumatera, terutama kota-kota besar baik akibat pencemaran limbah cair industri, rumah tangga ataupun pertanian. Selain merosotnya kualitas air akibat pencemaran, krisis air juga terjadi dari berkurangnya ketersediaan air dan terjadinya erosi akibat pembabatan hutan di hulu serta perubahan pemanfaatan lahan di hulu dan hilir. Menyusutnya pasokan air pada beberapa sungai besar di Kalimantan menjadi fenomena yang mengerikan, sungai-sungai tersebut mengalami pendangkalan akibat minimnya air pada saat kemarau serta ditambah erosi dan sedimentasi. Pendangkalan di S. Mahakam misalnya meningkat 300% selama kurun waktu 10 tahun terakhir (Air Kita Diracuni, 2004).

Pencemaran air di banyak wilayah di Indonesia, seperti beberapa contoh di atas, telah mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Lemahnya pengawasan pemerintah serta keengganannya untuk melakukan penegakan hukum secara benar menjadikan problem pencemaran air menjadi hal yang kronis yang makin lama makin parah.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tulisan ini bertujuan untuk mengupas mengenai pencemaran air. Secara khusus, akan dibahas sumber, dampak dan penganggulangan pencemaran air yang tidak lepas dari pengertian dan perspektif hukum dari pencemaran air serta indikator pencemaran tersebut.

Diharapkan dengan adanya penjelasan mengenai dampak pencemaran air beserta penanggulangannya, maka akan timbul kesadaran dari kita semua. Yang pada akhirnya pencemaran dapat dikurangi dan akan didapat sumber air yang aman.

Selasa, 03 Juli 2012

Contoh Makalah Keluarga Sejahtera


 Silahkan Download Contoh Makalah Keluarga Sejahtera di bawah ini. GRATIS



Klik tombol show untuk melihatnya :
BAB I
PENDAHULUAN

Selama ini, keluarga dipandang sebagai kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat yang berperan sebagai tempat bernaung dan penggantungan hidup anggota-anggotanya. Keluarga itu sendiri merupakan sekumpulan orang dalam satu kesatuan atau unit yang mengelompok dan hidup bersama untuk jangka waktu relatif lama dan berlangsung terus. Oleh karena itu, suatu keluarga biasanya diikat oleh perkawinan dan hubungan darah. Keluarga selalu menempati kedudukan yang primer dan fundamental. Ini berarti keluarga memiliki peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan maupun kepribadian anggota-anggotanya terutama anak.
Kehidupan berkeluarga itu mengandung makna disamping untuk memenuhi dan menyalurkan hasrat biologis dan kebutuhan emosional, juga untuk memberikan kesempatan bersosialisasi para anggotanya, khususnya bagi anak-anak. Sehingga dalam konteks yang nyata, karena mereka saling berhubungan, berinteraksi sekaligus saling mempengaruhi, keluarga akan selalu dinamis dan peka terhadap lingkungannya. Karena itu pula, keluarga sebagai suatu kelompok sosial tidak dapat hidup menyendiri dalam situasi vakum, melainkan harus selalu berada di tengah atau setidak-tidaknya bertautan dengan suatu kehidupan sosial bersama budayanya.

Seiring dengan kedudukannya sebagai suatu masyarakat yang hidup dalam konteks budaya tertentu, keluarga telah mengambil bagian dan tempat yang intensif. Karena itu secara langsung maupun tidak langsung, keluarga dapat dipastikan akan selalu menyerap pengaruh budaya dari kelompoknya. Sehingga dalam kondisi normal, kebudayaan sekitar seperti pola pikir, adat dan kebiasaan, selera, kesenangan dan ketidaksenangan, tujuan dan prioritas, pola perilaku, bahasa dan cara bicara akan tergambar dalam keluarga yang bersangkutan. Lebih dari itu, keluarga akan menjadi pencerminan seberapa tinggi tingkat budaya tertentu di suatu daerah.

Sebagai tempat bernaung dan penggantungan hidup, segenap anggotanya pasti mengharapkan adanya suasana aman, nyaman, tenang, tenteram dan dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya, baik lahirilah maupun batiniah. Keluarga sejahtera yang ditandai dengan tercukupinya kebutuhan lahir batin dan memiliki hubungan yang serasi antar anggota keluarga, dengan alasan-alasan tersebut, sudah barang tentu menajdi idaman dan dambaan bagi setiap orang, Karena hanya dengan kondisi yang demikian itu, mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan mengaktualisasikannya dalam bentuk prestasi dan hasil kerja. Termasuk diantaranya dalam upaya mengembangkan kehidupan pribadi masing-masing sehingga mampu mencapai tingkat kematangan tertentu secara emosional maupun intelektual.

Permasalahannya sekarang, upaya untuk mencapai keluarga sejahtera, bukanlah pekerjaan mudah. Banyak tantangan, permasalahan dan hambatan yang akan ditemui oleh setiap keluarga sebelum mencapai kondisi yang diinginkan. Seluruh anggota keluarga mungkin harus bekerja ekstra keras secara bahu membahu, terus menerus dan tanpa mengenal lelah. Harus ada pula rasa kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan dan tanggung jawab diantara mereka untuk saling menguatkan upaya itu. Sehingga dalam kondisi tertentu, keluarga yang tidak tabah, sabar, kurang kuat semangat dan motivasinya, dirasa mustahil akan dapat mengatasi persoalan yang muncul selama proses pencapaian cita-cita tersebut. Terlebih jika tidak ada persiapan dan kekompakan di antara anggota-anggotanya untuk bersatu padu dalam menggapai keluarga sejahtera yang diidam-idamkan.

Terkait dengan hal itu, maka diperlukan upaya-upaya praktis beserta kiat-kitanya yang jitu untuk membangun keluarga yang sejahtera, tanpa harus takut mengalami kegagalan. Memang, kegagalan boleh dikata oleh banyak orang, sebagai awal dari keberhasilan. Namun perlu diingat, jika terlalu sering gagal, secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi gairah dan dorongan setiap anggota keluarga untuk berupaya menuju keberhasilan, apalagi bila kemudian muncul masalah-masalah baru dalam berkeluarga. Misalnya renggangnya hubungan antar anggota, berkurangnya rasa cinta kasih atau munculnya rasa ketidakpercayaan di antara anggota keluarga. Akibatnya mereka akan menjadi lemah semangat, tidak dapat berkonsentrasi, dan tidak lagi berdisiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan beban yang menjadi tanggung jawabnya. Walaupun kita tidak menaifkan, tidak sedikit diantara mereka yang tetap bersemangat dan mau bekerja keras, meskipun telah berkali-kali mengalami kegagalan. Namun perlu disadari, ini merupakan perkecualian atau sesuatu yang ada diluar kebiasaan. Ini berarti, diakui atau tidak, faktor individu cukup berpengaruh dalam upaya mencapai tingkat kesuksesan tertentu dalam arti harfiah dan menggapai tingkat kesejahteraan tertentu dalam arti sebenarnya.
Sehubungan dengan itu, tulisan ini selanjutnya akan menguraikan pengertian keluarga, latar belakang pembentukan keluarga, kedudukan dan peran keluarga, fungsi keluarga serta perkembangannya dari masa ke masa.

Selanjutnya definisi dan karakteristik keluarga sejahtera, tahapan keluarga sejahtera, dan dasar pemikiran serta pandangan agama terhadap upaya-upaya pembangunan keluarga sejahtera. Selain itu juga beberapa kebijakan dan upaya pembangunan keluarga sejahtera yang dilaksanakan oleh pemerintah, serta berbagai kiat khusus untuk membangun keluarga sejahtera dalam rangka menuju keluarga yang sehat, maju dan mandiri. Dibagian akhir tulisan ini, juga dibahas tentang bagaimana peranan Tim Penggerak PKK (TP PKK) dalam membangun keluarga sejahtera.















BAB II
KELUARGA

A. Pengertian

Definisi keluarga dikemukakan oleh beberapa ahli :
a. Reisner (1980)
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, adik, kakak, kakek dan nenek.

b. Logan’s (1979)
Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan sebuah kumpulan beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain.

c. Gillis (1983)
Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai arti sebagaimana unit individu.

d. Duvall
Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota.

e. Bailon dan Maglaya
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya.

f.Johnson’s (1992)
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, yang mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban antara satu orang dengan orang yang lainnya.

g. Lancester dan Stanhope (1992)
Dua atau lebih individu yang berasal dari kelompok keluarga yang sama atau yang berbeda dan saling menikutsertakan dalam kehidupan yang terus menerus, biasanya bertempat tinggal dalam satu rumah, mempunyai ikatan emosional dan adanya pembagian tugas antara satu dengan yang lainnya.

h. Jonasik and Green (1992)
Keluarga adalah sebuah sistem yang saling tergantung, yang mempunyai dua sifat (keanggotaan dalam keluarga dan berinteraksi dengan anggota yang lainnya).

i. Bentler et. Al (1989)
Keluarga adalah sebuah kelompok sosial yang unik yang mempunyai kebersamaan seperti pertalian darah/ikatan keluarga, emosional, memberikan perhatian/asuhan, tujuan orientasi kepentingan dan memberikan asuhan untuk berkembang.

j. National Center for Statistic (1990)
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang berhubungan dengan kelahiran, perkawinan, atau adopsi dan tinggal bersama dalam satu rumah.

k. Spradley dan Allender (1996)
Satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.

l. BKKBN (1992)
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya.



















BAB III
KELUARGA SEJAHTERA

A. Definisi
Sebenarnya ada berbagai definisi tentang keluarga sejahtera, baik yang dikemukakan oleh para ahli psikologi maupun sosiologi atau oleh lembaga-lembaga yang berkepentingan dalam meningkatkan kualitas keluarga.

Namun dalam konteks pembahasan buku ini, keluarga sejahtera didefinisikan sebagaimana tercantum dalam UU No. 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Dalam Bab I Pasal 1 Ayat (11) undang-undang tersebut, keluarga sejahtera didefinisikan sebagai keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spirituil dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga sejahtera harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

- Dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah
Artinya, keluarga yang sejahtera hanya dapat terwujud jika pasangan pria wanita yang membentuk keluarga itu merupakan pasangan suami isteri yang telah dianggap sah oleh agama maupun oleh pemerintah setempat.

- Mampu memenuhi kebutuhan materiil dan spirituil yang layak.
Artinya, keluaga sejahtera hanya dapat tercipta apabila kebutuhan dasar dan pengembagan setiap anggota keluarga dapat terpenuhi. Sehingga dalam pengertian yang lebih luas dapat dikatakan bahwa keluarga sejahtera adalah merupakan keluarga dimana anggota-anggotanya sudah tercukupi lahiriah (sandang, pangan, papan dan kesehatan) dan batiniahnya (rasa aman, tenteram, dan nyaman) serta tercukupi kebutuhan pengembangannya.

- Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Artinya, keluarga sejahtera haruslah merupakan keluarga yang anggota-anggotanya memiliki jiwa keimanan dan ketaqwaan yang tinggi. Rajin ibadah (menurut agamanya masing-masing) dan selalu memiliki jiwa yang pasrah terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berperilaku sesuai dengan norma-norma dan kaidah agama.

- Memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota keluarga dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

Artinya, keluarga yang sejahtera harus memiliki hubungan yang dinamis di antara ayah-ibu-anak, tanpa ada rasa tekanan dan paksaan dari masing-masing pihak. Lebih dari itu, keluarga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan serta turut berperan aktif dalam pengembangan perannya di masyarakat.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam konteks ini, keluarga sejahtera memiliki makna berkebalikan dengan keluarga kurang sejahtera atau miskin dalam arti luas. Karena miskin dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfatkan tenaga, mental maupun fisiknya untuk mmenuhi kebutuhan hidupnya. Miskin atau tidak sejahtera, bisa disebabkan oleh beberapa faktor :

1. Faktor internal
a. Kesakitan
b. Kebodohan
c. Ketidak trampilan
d. Ketertinggalan teknologi
e. Ketidakpunyaan modal

2. Faktor eksternal
a. Struktur sosial ekonomi yang menghambat peluang untuk berusaha dan meningkatkan pendapatan.
b. Nilai-nilai dan unsur-unsur budaya yang kurang mendukung upaya peningkatan kualitas keluarga.
c. Kurangnya akses keluarga untuk dapat memanfaatkan fasilitas pembangunan

B. Karakteristik Keluarga Sejahtera
Secara konseptual, keluarga sejahtera selalu bercirikan kemandirian dan ketahanan keluarga yang tinggi. Kemandirian keluarga yang dimaksud adalah sikap mental dalam hal berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pembangunan, mendewasakan usia perkawinan, membina dan meningkatkan ketahanan keluarga, mengatur kelahiran dan mengembangkan kualitas dan kesejahteraan keluarga, berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab. Sedangkan yang dimaksud dengan ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-materiil dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir maupun kebahagiaan batin (Bab I Pasal 1 ayat (14) dan (15) UU No. 10 Tahun 1992).

Secara operasional, keluarga sejahtera berkarakteristik keluarga yang dapat melaksanakan fungsi-fungsi keluarga. Fungsi-fungsi keluarga tersebut menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera Bab II Pasal 4 Ayat (2), terdiri dari 8 item. Kedelapan fungsi keluarga tersebut adalah fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan.

1. Fungsi Keagamaan
Dalam keluarga sejahtera, keluarga dan anggotanya mau dan mampu mengembangkan kehidupan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa, yang akan menjadikan dirinya sebagai insan-insan yang agamis, penuh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Fungsi Sosial Budaya
Terkait dengan fungsi ini, keluarga selalu memberikan kesempatan kepada keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam dalam satu kesatuan.

3. Fungsi Cinta Kasih
Dalam keluarga yang sejahtera, keluarga akan memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan anak dengan anak, orang tua dengan anaknya, serta hubungan kekerabatan antar generasi sehingga keluarga menjadi wadah utama berseminya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir dan batin.

4. Fungsi Melindungi
Keluarga yang sejahtera akan ditandai oleh kemampuannya dalam menumbuhkan rasa aman dan kehangatan bagi seluruh anggota-anggotanya.

5. Fungsi Reproduksi
Keluarga sejahtera dapat melaksanakan mekanisme untuk melanjutkan keturuan sesuai dengan rencana dan dapat menunjang terciptanya kesejahteraan manusia di dunia yang penuh iman dan taqwa.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Dalam hubungannya dengan fungsi ini, keluarga sejahtera memiliki karakteristi suami isteri dapat mendidik keturunan agar bisa melakukan penyesuaian dengan alam kehidupannya di masa depan.

7. Fungsi Ekonomi
Keluarga yang sejahtera akan selalu dapat mengembangkan kemampuan ekonominya. Sehingga semua anggota keluarga mampu mengembangkan kemampuan tersebut secara mandiri.

8. Fungsi Pembinan Lingkungan
Keluarga yang sejahtera akan terlihat mampu menciptakan lingkungan hidup baik fisik maupun non fisik yang sejuk, sehat dan penuh dengan kenyamanan. Secara fisik lingkungan hidup yang sejuk, sehat dan penuh kenyamanan ditandai dengan terjaganya kebersihan dalam dan luar rumah, terawatnya tanaman hias/bunga, dimanfaatkannya kebun untuk tanam-tanaman produktif, dan sebagainya. Secara non fisik, lingkungan hidup yang sejuk, sehat dan penuh kenyamanan adalah lingkungan di mana hubungan antar anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan terjalin dengan baik, tidak ada percekcokan/perselisihan, tidak ada rasa dendam, curiga atau syak wasangka. Yang ada justru rasa penghormatan, saling menghargai, tolong menolong dan saling mengasihi. Ini bukan sekedar dalam bentuk tutur kata dan sikap, tetapi juga dalam bentuk tindakan dan perilaku yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dari uraian tersebut, berarti ada indikasi bahwa keluarga yang sejahtera tidaklah hanya bercirikan atas keberhasilannya dalam penguasaan awal atas salah satu atau beberapa fungsi keluarga, karena hal itu tidak akan langgeng. Dengan kata lain, pelaksanaan pada beberapa fungsi keluarga tidak akan sanggup untuk membentuk keluarga sejahtera, kalau fungsi-fungsi lainnya belum dapat dilaksanakan. Karena itu agar keluarga sejahtera dapat terwujud, keluarga yang bersangkutan mampu menjadi pelindung yang pertama dan utama bagi anggota-anggotanya. Artinya, setiap keluarga sebagai lembaga yang terkecil dalam masyarakat harus bisa mampu mendapat kepercayaan seluruh anggota-anggotanya, bahwa keluargalah lembaga yang pertama dan utama yang sanggup menjadi pelindung untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sosial budaya, sosial ekonomi dan sebagainya. Kemampuan tersebut harus nyata dalam bentuk dukungan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan berbagai aspek kehidupan keluarga dalam suasana masyarakat yang bergolak dinamis mengikuti perubahan dunia dewasa ini.

Karakteristik lain dalam keluarga sejahtera adalah keluarga dan seluruh anggotanya dapat menjadi pemrakarsa pembangunan, pelaksana, pengontrol, dan akhirnya dapat menikmati hasil-hasil pembangunan itu dengan penuh kebahagiaan. Keluarga juga mampu menjadi unit yang kokoh, kuat dan mempunyai keampuan untuk menangkal pengaruh budaya yang dapat merusak tata kehidupan dan menurunkan martabat manusia. Ini dapat tercipta karena di lingkungan keluarga itu sendiri telah berkembang cinta kasih yang penuh dengan falsafah persatuan dan kesatuan. Dengan cinta kasih ini segala sesuatunya dpat dilihat dengan kaca mata positif, sehingga semakin menggalang persatuan dan kesatuan antar anggota dan antar keluarga dengan keluarga lainnya, serta antar keluarga dengan masyarakat pada umumnya.

Disinilah peran keluarga sejahtera sebagai wahana pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas benar-benar teruji. Sehingga dalam konseptual yang logis, keluarga sejahtera dipastikan akan mampu menghasilkan manusia-manusia pembangunan yang handal. Tidak saja sehat, cerdas dan trampil, tetapi juga bertaqwa dan berbudi pekerti yang luhur, bertanggung jawab serta memiliki disiplin kerja yang tinggi.

C. Tahapan Keluarga Sejahtera
Sebenarnya tidaklah mudah untuk menentukan tingkat kesejahteraan sebuah keluarga. Karena diakui atau tidak, kesejahteraan maupun kebahagiaan sebuah keluarga sulit diukur hanya dengan satu atau dua parameter. Misalnya hanya dengan kepemilikan harta benda atau kemampuan sosial ekonomi saja. Juga dengan parameter jumlah anak atua tercukupinya kebutuhan pokok. Salah satu alasannya yang mendasar adalah bahwa kesejahteraan itu relatif. Tidak sama standarnya antar satu kelurga dengan keluarga lainnya. Sangat boleh jadi, keluarga yang secara ekonomis (menurut standar normal) termasuk kategori miskin, seluruh anggota keluarganya merasa sudah cukup sejahtera. Sementara padakeluarga lain yang secara ekonomi berlimpah, tidak jarang anggota-anggotanya merasa tidak sejahtera dan bahagia. Begitu juga dalam hal jumlah anak, sebuah keluarga sudah merasa cukup bahagia dengan dua anak, namun pada keluarga lainnya mungkin masih merasa kurang atau bahkan merasa berlebih. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan sangatlah relatif, bersifat pribadi dan penilaiannya selalu berhubungan dengan faktor emosi.

Tanpa bermaksud mengurangi esensi kesejahteraan itu sendiri, pemerintah khususnya BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang bekerja dengan institusi terkait, khususnya ISI (Ikatan Sosiologi Indonesia) telah mengembangkan indikator keluarga sejahtera. Sebenarnya indikator yang rumit dan banyak telah dihasilkannya. Namun karena masyarakat belum pernah mengetahui indikator yang rumit, karenanya diputuskan untuk menyederhanakan indikator tersebut dan mengambil bagian-bagian yang bersifat mutable saja. Artinya, indikator-indikator itu adalah variabel-variabel yang dapat dipengaruhi dan apabila berhasil dapat merangsang “tuntutan perubahan perilaku” dari keluarga yang bersangkutan.

Dengan 21 indikator yang disederhanakan, BKKBN membagi tingkat kesejahteraan keluarga di Indonesia menjadi 5 tahap dari yang belum sejahtera sampai tahap kesejahteraan yang paling tinggi. Kelima tahapan keluarga sejahtera tersebut adalah sebagai berikut :

1. Keluarga Pra Sejahtera
Yaitu kalau keluarga itu belum dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya. Indikator yang dipergunakan adalah kalau keluarga tersebut tidak dapat atau belum dapat memenuhi syarat-syarat sebagai Keluarga Sejahtera I (KS I).

2. Keluarga Sejahtera I (KS I)
Yaitu kalau keluarga itu telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya dalam hal pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, KB, dan sekolah yang sangat mendasar.
Indikator yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

a. Pada umumnya seluruh anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih
b. Anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian.
c. Rumah yang ditempati keluarga mempunyai atap, lantai dan dinding yang baik.
d. Bila anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan.
e. Bila Pasangan Usia Subur (PUS) ingin ber-KB pergi ke sarana pelayanan kontrasepsi.
f. Semua anak umur 7-15 tahun dalam keluarga bersekolah.

3. Keluarga Sejahtera II (KS II)
Yaitu kalau keluarga itu selain dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya, dapat pula memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya. Indikator yang dipergunakan selain 6 indikator yang pertama, keluarga tersebut harus pula memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a.Pada umumnya anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannnya masing-masing.
b. Paling kurang sekali seminggu seluruh anggota keluarga makan daging/ikan/ telur.
c. Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru dalam setahun.
d. Luas lantai rumah paling kurang 8 m2 untuk tiap penghuni rumah.
e. Tiga bulan terakhir keluarga dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas/fungsi masing-masing.
f. Ada seorang atau lebih anggota keluarga yang bekerja untuk memperoleh penghasilan.
g. Seluruh anggota keluarga umur 10-60 tahun bisa baca tulisan latin.
h. Seluruh anak berusia 7-15 tahun bersekolah pada saat ini.
i. Pasangan Usia Subur dengan anak 2 atau lebih menggunakan alat/obat kontrasepsi.

4. Keluarga Sejahtera III (KS III)
Yaitu keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum, kebutuhan sosial psikologisnya, dan sekaligus dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya, tetapi belum aktif dalam usaha kemasyarakatan dalam lingkungan desa atau wilayahnya. Kelurga tersebut harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini (selain syarat di atas) :
p. Keluarga berupaya meningkatkan pengetahuan agama
q. Sebagian dari penghasilan keluarga ditabung dalam bentuk uang maupun barang.
r. Kebiasaan keluarga makan bersama paling kurang seminggu sekali dan dimanfaatkan untuk berkomunikasi.
s. Keluarga sering ikut dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
t. Keluarga memperoleh informasi dari surat kabar/majalah/radio/TV.

5. Keluarga Sejahtera III Plus (KS III+)
Yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum, kebutuhan sosial psikologis, kebutuhan pengembangan, dan sekaligus secara teratur ikut menyumbang dalam kegiatan sosial dan aktif pula mengikuti gerakan semacam itu.

Apabila keluarga-keluarga itu memenuhi syarat-syarat (a) sampai (t) dan juga memenuhi syarat-syarat di bawah ini, maka keluarga itu dimasukkan dalam tingkatan KS III Plus.
u. Keluarga secara teratur dengan sukarela memberikan sumbangan materiil untuk kegiatan sosial.
v. Ada anggota keluarga yang aktif sebagai pengurus perkumpulan/ Yayasan/Institusi Masyarakat.
Khusus untuk keluarga Pra Sejahtera dan KS I terdiri dari 2 jenis kelompok keluarga. Keluarga pertama adalah keluarga-keluarga yang miskin dan sangat miskin yang disebabkan karena bodoh atau buta huruf, atau bertubi-tubi terkena musibah dan tidak bekerja, rentan dan cacat, janda miskin dengan banyak anak, serta sebab-sebab lain yang tidak memungkinkan bagi yang bersangkutan untuk bangkit dengan kekuatan sendiri. Mereka itu umumnya tidak mampu/mempunyai pendapatan yang cukup agar dapat hidup seperti layaknya manusia dan keluarga yang layak. Kelompok pertama ini disebut Keluarga Pra Sejahtera Alasan Ekonomi apabila tidak dapat memenuhi item (a) sampai (f) dengan alasan faktor ekonomi yang tidak memungkinkan, dan disebut KS I Alasan Ekonomi apabila tidak dapat melaksanakan item (g) sampai (o) dengan alasan yang sama.

Kelompok kedua, adalah keluarga-keluarga yang tidak peduli terhadap pembangunan yang sedang berjalan. Umumnya kelompok kedua ini tidak mengikuti gerakan KB, tidak menjadi anggota PKK, tidak mendengarkan anjuran melalui radio, TV maupun surat kabar tentang pembangunan. Artinya, secara materi sebenarnya mereka tidak miskin, tetapi karena miskin informasi serta kesadaran maka tidak terlihat adanya usaha-usaha dalam keluarga yang sejalan dengan arah pembangunan. Kelompok ini disebut Keluarga Pra Sejahtera Alasan Non Ekonomi apabila tidak dapat memenuhi item (a) sampai (f), dan disebut KS I Alasan Non Ekonomi apabila tidak dapat memenuhi item (g) sampai (o) karena alasan tidak tahu atau belum memiliki kesadaran untuk itu. Jadi bukan karena tidak mampu/miskin.

Perlu disadari bahwa pentahapan itu belumlah sempurna dan dapat dijadikan patokan pasti dalam menentukan tingkat kesejahteraan keluarga. Karena sebenarnya, sesuai dengan perkembangan zaman, ke-21 indikator tersebut belumlah cukup untuk mengukur tingkat kesejahteraan itu. Masih banyak indikator lain yang belum tercakup dalam menentukan kesejahteraan keluarga yang mestinya penting pula dimasukkan. Misalnya, masalah kenakalan anak dan remaja, tertularnya salah satu anggota keluarga oleh penyakti HIV/AIDS, adanya perselingkuhan baik yang dilakukan oleh suami atau istri atau bahkan oleh kedua-duanya, dan sebagainya. Namun untuk sementara, pentahapan keluarga sejahtera yang ada dengan 21 indikatornya itu cukup representatif untuk kondisi saat ini. Paling tidak, dapat dijadikan sebagai patokan sementara untuk kepentingan pendataan keluarga atau kepentingan pembangunan.

KESIMPULAN
Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan bangsa. Hal ini terkait erat dengan fungsi keluarga sebagai wahana pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu keluarga harus dibangun menjadi keluarga-keluarga yang sehat, sejahtera, maju dan mandiri yang dalam konteks ini saya terjemahkan secara singkat sebagai keluarga sejahtera.

Keluarga yang sejahtera, dengan demikian, tentu menjadi dambaan setiap orang untuk mencapainya. Bukan saja karena dengan mencapai tingkat kesejahteraan tertentu, seseorang akan dapat menikmati hidup secara wajar dan menyenangkan karena tercukupi kebutuhan materill dan spirituilnya, tetapi dengan kondisi keluarga yang sejahtera setiap individu didalamnya akan mendapat kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi, bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat :D

Selasa, 12 Juni 2012

Contoh Kliping tentang Lingkungan Hidup


BAB I

1.1 Latar Belakang
Lingkungan hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup.Pada dasarnya lingkungan hidup dikenal sebagai tempat dimana semua makhluk hidup tinggal dan melakukan kehidupannya sehari-hari.

Di saat sekarang ini masyarakat sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan hidup tempat mereka tinggal. Hal ini telihat dari semakin sedikitnya masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Banyak masyarakat yang merusak lingkungan atau mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.

Selain itu, kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaannya juga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Banyak polutan yang menyebabkan lingkungan menjadi tercemar dan kotor. Hal ini juga terjadi di lungkangan sekitar tempat tinggal penulis.

Berdasarkan kondisi dan keadaan di lingkungan tersebut, penulis menyusun karya tulis ini agar dapat memberikan informasi mengenai keadaan lingkungan sekitar penulis yang sudah banyak tercemar akibat kegiatan masyarakat sekitar.


1.2 Batasan Masalah
Didalam pembuatan karya tulis ini penulis akan membahas mengenai defenisi lingkungan hidup dan jenis – jenis zat yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Penulis akan membahas mengenai beberapa masalah, yaitu :
  • Lingkungan hidup dan perubahannya
  • Faktor penyebab perubahan lingkungan hidup
  • Pencemaran lingkungan hidup dan zat pencemarnya.


1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang yang menjadi alasan penulis membuat karya ilmiah ini, penulis membuat karya ilmiah ini dengan tujuan untuk :
         Memberitahukan kepada pembaca mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal penulis.
         Dapat mengajak pembaca untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan menyebabkan pencemaran lingkungan.
         Untuk melengkapi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
1.4 Metode Penelitian
Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis mengunakan metode studi pustaka. Penulis mempelajari beberapa buku referensi yang sesuai dengan permasalahan yang penulis bahas dalam karya ilmiah ini.Penulis juga mengunakan metode penelitian,yakni penulis meninjau lokasi tempat pencemaran yang ada di lingkungan penulis.



BAB II

A. Lingkungan Hidup dan Perubahannya.
Lingkungan hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, didefenisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Dalam pengelolaan lingkungan hidup, manusia mempunyai peran yang sangat penting, karena pengelolaan lingkungan hidup pada akhirnya ditujukan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Istilah lingkungan hidup pertama kali dimunculkan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1886, yang menunjuk kepada keseluruhan organism atau pola hebungan antar organism dan lingkungannya. Ekologi adalah cabang dari ilmu Biologi yang mempelajari mengenai lingkungan hidup (Ekosistem) atau planet bumi ini secara keseluruhan. Lingkungan hidup mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai tempat kediaman dan sebagai sumber kehidupan.

Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan. Peranan ekosistem diantaranya :
  • Pemurnian udara dan air
  • Pengurangan kekeringan dan banjir
  • Pembentukan dan pemeliharaan kesuburan tanah
  • Detoksifikasi (penetralan racun) dan dekomposisi (penguraian sampah)
  • Penyerbukan tanaman perkebunan dan vegetasi alami
  • Penyebaran benih
  • Siklus dan pergerakan nutrien
  • Pengendalian mayoritas hama agrikultur potensial secara luas
  • Pemeliharaan biodiversitas
  • Perlindungan pantai dari erosi oleh ombak
  • Perlindungan dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya
  • Stabilitas iklim parsial
  • Pengendalian cuaca yang ekstrim dan dampaknya
Pembangunan yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan manusia. Pembangunan diutamakan untuk “pertumbuhan ekonomi” yang tidak ramah lingkungan. Semuanya itu menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Pengaruh terhadap lingkungan sebagai akibat pengurasan dan pemborosan sumber daya alam serta pencemaran lingkungan di antaranya adalah :
1.      Peningkatan pencemaran limbah B3 (bahan buangan barbahaya beracun)
2.      Peningkatan hujan asam
3.      Penipisan gas O3 (lapisan ozon) di atmosfir yang merupakan pelindung bumi dari berbagai sinar kosmis yang membahayakan kesehatan.
4.      Peningkatan gas-gas rumah kaca seperti CO2, CH4, CPC, dan N2O
5.      Pemanasan global
6.      Punahnya hutan tropis dengan laju kepunahan 100.000 km2/tahun
7.      Degradasi keanekaragaman hayati bumi
8.      Penyusutan tanah subur dan peningkatan tanah kritis
9.      Krisis air bersih

Dengan kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal, mencukupi kebutuhan hidup generasi saat ini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup generasi yang akan datang. Saat ini, telah dikembangkan berbagai macam cara untuk melestarikan lingkungan hidup. Seperti pengolahan sampah dan pemakaian sumber energi alternatif.

B. Faktor penyebab perubahan lingkungan hidup.
1. Perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia.
  1. Pencemaran lingkungan
  2. Penebangan hutan
  3. Pembangunan
  4. Penggunaan pestisida
2. Perubahan lingkungan akibat faktor alam
  1. Banjir
  2. Gempa bumi
  3. Gunung meletus
C. Pencemaran Lingkungan Hidup
1. Pencemaran
Dalam UU no. 4/1992 diperbarui dengan UU no. 23/997 tentang pengelolaan lingkungan hidup didefenisikan sebagai masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan dan/atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Dengan demikian bahan yang diintroduksi ke lingkungan adalah pencemar atau polutan.

2. Jenis – Jenis Pencemaran.
1. Pencemaran Udara
Udara di alam tidak pernah benar-benar bebas pencemar sama sekali karena berbagai kegiatan alami seperti kegiatan vulkanik, pembusukan sampah, dan pembakaran hutan menghasilkan gas SO2, H2S, dan CO sebagai produk sampingnya. Di samping itu partikel bisa tersebar melalui angin dan kegiatan vulkanik. Kegiatan lain yang dapat meningkatkkan pencemar di udara adalah kegiatan manusia. 

Sumber pencemar udara primer adalah CO, Nox, Hidrokarbon (HC), Sox, dan partikel. Sumber utama pencemar udara berasal dari transportasi yang menyumbang hampir 60% CO dan 15% HC.
Polutan pencemaran udara yaitu :
1.      Karbon Dioksida (CO2).
2.      Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Monoksida (NO).
3.      Karbon Monoksida (CO).
4.      Kloro fluoro karbon (CFC).
5.      Dioksin.
6.      Nitrogen Oksida(NO).
7.      Hidrokarbon (HC) dan Oksidan Fotokimia.
8.      Timbal (Pb).
9.      Sulfur Oksida (SO).
10.  Partikel.
11.  Pengaruh rumah kaca.
2. Pencemaran Air
Sumber pencemaran air meliputi sebagai berikut :
1.      Padatan
2.      Limbah Pertanian.
3.      Limbah Rumah Tangga.
4.      Limbah Industri.
5.      Mikroorganisme
6.      Logam Berat.
7.      Penangkapan Ikan dengan Menggunakan racun.
3. Pencemaran Tanah.
Jenis polutan tanah yaitu :
  1. Senyawa Xenobiotik Organik.
  2. Nitrat dan Fosfat.
  3. Sulfur dan Nitrogen Oksida.
  4. Logam.
  5. Pencemar lainnya.

Contoh Karya Ilmiah tentang Lingkungan Hidup
BAB III

3.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita sudah banyak tercemar oleh kegiatan masyarakat sehari-hari.Lingkungan hidup adalah tempat tinggal semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Saat ini terjadi perubahan lingkungan yang disebabkan oleh :
         Aktivitas manusia
         Perubahan kondisi alam.
Di lingkungan tempat tinggal penulis dan juga lingkungan sekolah penulis banyak terjadi pencemaran lingkungan. Kebanyakan akibat pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat. Pencemaran yang terjadi yaitu pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara.Adapun bahan – bahan yang banyak mencemari lingkungan di antaranya :
1.      Sampah dari kegiatan rumah tangga.
2.      Limbah Industri yang tidak di olah sebelum dibuang.
3.      Limbah pertanian akibat pemakaian yang tidak sesuai aturan.

3.2 Saran
Setelah mengetahui kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal penulis, hendaknya pembaca yang juga tinggal di lingkungan yang sama dengan penulis tergerak hatinya untuk melestarikan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan. Karena lingkungan ini adalah lingkungan kita yang penting untuk dijaga kelestariannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita.



KARYA KLIPING BAHASA INDONESIA
TENTANG LINGKUNGAN HIDUP













Disusun Oleh :
………………………………………







…………………………………………………..
………………………
2012

Download Versi MS. Word-nya disini (lewat ziddu)