Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2010

Proses PR dalam Community Relations

1. Pengumpulan Fakta
Pengumpulan fakta bisa di lakukan melalui berbagai sumber, misalnya dari berbagai berita media massa, dan statistic, obrolan warga masyarakat, atau keluhan langsung dari masyarakat. Bisa juga dilakukan pelurusan pelaporan-pelaporan hasil penelitian yang dilakukan LSM mengenai kondisi social yang ada.
2. Perumusan Masalah
Masalah secara sederhana dapat dirumuskan sebagai kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang dialami yang untuk menyelesaikannya diperlukan kemampuan menggunakan pikiran dan keterampilan secara tepat. Rumusan masalah diperoleh dari pengumpulan fakta yang dilakukan sebelumnya.
3. Perencanaan Pemograman
Pembuatan perencanaan adalah pembuatan perkiraan yang didasarkan pada fakta dan informasi tentang sesuatu yang akan terwujud atau terjadi nanti. Dalam perencanaan program tersebut kemudian diidentifikasi jenis keterampilan yang dibutuhkan, sarana, dsb.
4. Aksi dan Komunikasi
Aspek aksi dan komunikasi inilah yang menjadi watak yang membedakan community relations dalam konteks PR dan bukan PR. Watak PR-Nya ditampilkan lewat kegiatan komunikasi. Seperti kita ketahui PR pada dasarnya merupakan proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk membangun dan menjaga reputasi dan citra organisasi dimata publiknya. Karena itu, dalam program community relations selalu ada aspek bagaimana menyusun pesan yang ingin disampaikan kepada komunitas, serta melalui media apa dan dengan cara bagai mana. Sedangkan aksi sebagai implamentasi dari program yang sudah direncanakan pada dasarnya sama dengan implementasi program apapun. Didalamnya tentu saja dapat komunikasi yang menjelaskan mengapa program ini dijelaskan.
5. Evaluasi
Evaluasi merupakan keharusan pada setiap akhir program atau kegiatan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi program. Berdasarkan hasil evaluasi itu bisa diketahui apakah program tersebut bisa dilanjutkan, dihentikan atau dilanjutkan dengan beberapa perbaikan dan penyempurnaan.
Iriantara, Yosal. 2004. Community Relations: Konsep dan Aplikasinya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Jumat, 27 November 2009

Teknik komunikasi persuasif

Teknik komunikasi persuasif merupakan salah satu teknik memotivasi kerja pegawai yang dilakukan cara mempengaruhi pegawai secara ekstralogis. Teknik ini dirumuskan : “AIDDAS”.
A = Attention (Perhatian)
I = Inters (Minat)
D = Desire (Hasrat)
D = Decision (Keputusan)
A = Action (Aksi/tindakan)
S = Satisfaction (Kepuasan)

Penggunaannya, pertama kali pemimpin harus memberikan perhatian kepada pegawai tentang pentingnya tujuan dari suatu pekerjaan agar timbul minat pegawai terhadap pelaksanaan kerja, jika telah timbul minatnya maka hasratnya menjadi kuat untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan kerja dalam mencapai tujuan yang diharapkan pemimpin. Dengan demikian, pegawai akan bekerja dengan motivasi tinggi dan merasa puas terhadap hasil kerjanya.