Tampilkan postingan dengan label Oto Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oto Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Tips Memaksimalkan Puli CVT Belakang Motor Matic

Tips Memaksimalkan Puli CVT Belakang Motor Matic . Performa motor matic memang tidak hanya mengandalkan roler puli Cvt depan saja tentunya , kinerja akan lebih maksimal  jika set puli belakang juga mengalami ubahan tentunya , baik itu per ,kampas kopling maupun magkukan nya, matic pun bisa di dongkrak performanya dan ga heran jika satria fu pun bisa ke libas pake metic , tentu banyak mengalami ubahan yang lumayan extreem :) .

Seperti halnya alur lubang pin di secondary sliding sheave. Banyak produsen part racing yang tawarkan seting akselerasi lewat part ini. Yaitu, adanya pilihan kontur atau bentuk lubang pin. Tapi sayang, part ini hanya terbatas di satu merek skubek aja. Ya, di Mio. Part aftermarket yang ditawarkan produsen, memiliki 6 lubang. Sedang part standarnya, hanya 3 lubang.

Karena adanya 6 lubang, maka karakter akselerasi yang ditawarkan ada 2 pilihan. Lubang berbentuk lurus, memberikan akselerasi spontan dari bawah-atas. Kalau model yang seperti lambang petir, itu seperti lubang standar. Ada coakan. Powerband lebih lebar karena sempat lama di rpm tengah.

Dalam hal ini karakter keduanya bisa disesuaikan, tergantung kebutuhan. Misalnya buat di trek lurus 201 meter. Pilih model standar agar napas tak cepat habis. Tapi, kalau di balap matic race, agar motor cepat teriak, bisa pilih yang model lurus.
Selain secondary sliding sheave, Pemilihan Per CVT pun mempunyai andil untuk menambah performa motor matic anda , untuk per sudah banyak beredar part alfamarketnya di pasaran , tinggal pilih mau yang seperti apa sesuai dengan tingkat pegas yang di ingginkan.
Ada 2 pilihan yaitu per pegas keras dan per pegas yang lembut atau hampir normal , itu mempunyai efek  masing masing.
Jika anda menginkan matic anda memiliki tenaga pacuan yang cepat di RPM bawah , hendaknya anda memilih yang keras , namun untuk top spednya jadi ga bisa keburu , berbeda jika anda memilih per yang tingkat pegas nya rendah maka belt akan terus naik hingga ke ujung maksimal puli sehingga akan mencapai topspeed nya.

Masih ga ketinggalan kampas koplingnya , ini juga ada banyak varian tentunya misalnya kampas kopling yang terbuat dari campuran bahan karbon atau kuningan. Efeknya, kampas jadi jauh lebih menggigit mangkok kopling dan hasilnya pun dapat memaksimalkan kinerja Puli CVT Belakang
Source ,motorplus.otomotifnet

Rabu, 21 Maret 2012

Teknologi Vario Techno 125 Terbaru.10 Komponen eSP Engine

Sore Agan-Agan, kali ini saya akan Share tentang teknologi terbaru yang di usung pabrikan besar HONDA.Belakangan ini HONDA baru saja meluncurkan Varian prodak metik terbarunya yaitu Vario Techno 125 tentunya honda membekali prodak tersebut dengan teknologi terbarunya , silakan simak artikel ini sampai selesai.


Pada berbagai media promosinya, PT Astra Honda Motor (AHM) begitu membanggakan eSP engine pada Vario Techno 125 PGM-FI. Pasti penasaran apa saja yang ditawarkan, atau hanya sekedar jargon saja?

eSP adalah singkatan dari enhanced Smart Power yaitu peningkatan daya tahan, halus serta lebih bertenaga. Konsep ini diusung Honda untuk skubek globalnya. Jangan heran bila Honda PCX 150 terbaru juga mengaplikasi teknologi ini.

"Dalam eSP ada 10 teknologi utama. Kesepuluhnya ini ada di engine, transmisi dan pendinginan yang lebih baik,"

Yang pertama adalah ACG starter. Motor starter konvensional tidak ada lagi di Vario Techno 125. Gantinya starter di buat menyatu dengan alternator. Karena tidak ada motor starter dan susunan gigi starter maka suara saat menyalakan motor jadi sangat sunyi.Stater makin maknyus deh :)

Roller-type rocker arm
Sebenarnya rocker arm dengan roller sudah tidak asing lagi. Begitu juga dengan laher bambu pada as rocker arm, komponen ini sudah diterapkan pada Supra X 125 Helm In terbaru. Tapi pada Vario Techno 125 disempurnakan dengan ukuran roller yang lebih kecil. Jadi lebih ringan dan gesekannya berkurang.

Compact combustion chamber & air intake port
Kombinasi bore dan stroke Vario Techno 125 ini sama seperti PCX 125. Mengusung diameter piston 52,4 mm dan stroke 57,9 mm. Ruang bakarnya jadi 124,8 cc.

Menariknya, ruang bakar disempurnakan dengan menghilangkan hambatan pada saluran masuk bahan bakar. Kalau sebelumnya terdapat sudut yang bisa menghambat aliran kabut bahan bakar, kini dibuat lebih lancar. "Dibuatkan gundukan sehingga laju bahan bakar lebih lancar,"

Offset cylinder & spiny sleeve
Ini adalah dua hal yang berbeda. Offset cylinder adalah posisi piston dan setang piston saat TMA (titik mati atas) yang tidak sejajar dengan posisi sumbu kruk as. Manfaatnya, ketika langkah usaha atau kompresi, gesekan antara piston dan dinding silinder semakin kecil. Piston dan setang piston akan bergerak tegak lurus tanpa menekan dinding silinder secara berlebih.

Sedang spiny sleeve adalah lapisan yang menyerupai kulit jeruk di balik dinding silinder. Fungsinya untuk melepas panas lebih cepat. Teknologi ini juga dipakai pada blok silinder Honda CBR 250R.

Light Weight Piston
Piston baru yang dipakai lebih ringan bila dibandingkan dengan piston Vario terdahulu. Pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil, selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder. Oiya, diameter pin tetap sama yaitu 13 mm.

Higher rigidity for Crankshaft
"Ini adalah kontruksi crankshaft yang lebih kokoh. Getaran di kruk as jadi lebih kecil. Makanya mesinnya halus,"

Breather structure (crankcase & other)
Di balik blok silinder, selain ada jalur air radiator juga terdapat lubang pendinginan. Lubang ini mengalirkan uap panas di dalam mesin ke luar.

"Pada model sebelumnya panas hanya dibuang lewat jalur rantai keteng. Kalau sekarang ada dua jadi lebih dingin dan mesin lebih ringan bekerja,"

Built-in liquid cooling system
Sistem pendinginan air pada Vario Techno 125 diklaim lebih baik. Kini jalur airnya tidak hanya terdapat pada kepala silinder tapi juga ada di balik dinding silinder.

Selain itu radiatornya memiliki core atau sekat lebih banyak. Pada radiator baru ini ada 19 core, sebagai pembanding PCX hanya 12 dan Vario 110 memiliki 14 core.

V-Matic
CVT pada Vario Techno 125 ini benar-benar baru. Konon rasionya lebih lebar dan dirancang dengan belt baru dengan elastisitas karet yang tinggi. Efeknya lebih awet dan mengurangi gejala selip.

Transmission
Gigi transmisi di belakang CVT juga banyak mengalami perubahan. Utamanya dengan konstruksi rib atau tulangan baru, Honda pun bisa mengurangi jumlah olinya agar lebih ringan bekerja. Beberapa bearing juga ditambahkan agar gigi transmisi lebih halus dan bebas getaran.Source: motor plus

Gimana gan.. keren kan teknologi HONDA .. Mudah-mudahan bisa buat referensi Agan-agan kalo mau beli motor metik. Sekian dulu ya ..... :)



Senin, 16 Januari 2012

Speedometer Satria Fu Tiba-Tiba Mereset Di RPM Tinggi


Usah bingung jika sobat pemilik Suzuki Satria F 150 mengalami kejadian aneh di panel spidometer. Ya, misalnya ketika dipakai berkendara, tiba-tiba panel kecepatan yang digital itu seperti mereset.



Contohnya, saat ngebut kecepatan 100 km/jam lalu panel mati. Seketika, nyala kembali dan menunjukkan kecepatan yang sedang dialami. Proses nya berlangsung cepat!

“Panel spidometer juga pakai arus listrik. Jika kejadiannya seperti itu, kemungkinan ada arus terputus. Ini bisa dari sekring atau juga koneksi kabel,” ungkap Sugio, kepala mekanik Suzuki Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan.

Sekring Satria F jadi satu dengan relay starter alias bendik. Karena letaknya ada di dalam bodi belakang sebelah kanan, jadi rawan getaran. Baiknya periksa koneksinya. “Kalau kendor, arus dari aki ke kontak bisa terputus,” tambah pria yang tinggal di Depok, Jawa Barat itu.

Cek juga koneksi kabel ke spidometer. Terutama, positif (oranye) dan negatif (hitam-putih). Jika kabel positif putus, relatif aman. Tapi, kalau kabel massa, maka spido seperti error.

Karena ada arus masuk tapi tidak bisa terbuang. Terakhir, cek juga jaringan kabel yang letaknya dekat komstir. Takutnya, ada kabel yang putus karena kejepit segitiga...source

Sabtu, 14 Januari 2012

Silinder Head Satria F-150, Ditambal Babet Setelah Papas

Dilas babet kemudian diratakan kembali
Sekadar mengingatkan, bagi pemilik Suzuki Satria F-150 lansiran di bawah tahun 2010. Kalau papas head atau megurangi ketebalan paking agar kompresi naik, perhatikan posisi pasangnya. Baik pasang paking atau baut-baut pengikatnya. Sebab paking pelat di celah antara head dan blok rawan bocor komporesi.

Kenapa bisa seperti itu? Padahal sudah ada 3 lapis paking pelat yang senantiasa menahanan tekanan gas bakar. Apalagi paking bukan cuma diapit tapi juga diikat mur-baut head supaya lebih kuat menahan kompresi.

“Sebetulnya yang menyebabkan paking rawan bocor karena di head Satria F-150 ada celah kecil yang posisinya sebelah kiri. Tepatnya dekat lubang rantai keteng. Begitu dibongkar untuk mengurangi paking, kebocoran pun tak dapat dihindari. Kecuali memang benar-benar tepat saat memasangnya atau tetap menggunakan paking standar,” jelas Hari Novrian, mekanik Hari Motor.

Bocornya terasa di ruang rantai keteng
Lanjut Hari, kebocoran kompresi hanya dapat dideteksi di dalam ruang rantai keteng. Cuma meski tidak bisa terdeteksi dari luar, sejatinya pemilik motor jenis ini dapat mengetahui ada kebocoran kompresi pada saat bongkar head. Tepat diantara celah lubang tadi ada bekas sisa gas bakar hitam pekat. Itu tanda terjadi kebocoran.

“Gejala seperti ini sering terjadi bila head habis dipapas atau mengurangi ketebalan pakingnya. Begitu tidak maksimal saat proses pemasangannya, di bagian celah tadi sangat mungkin terjadi kebocoran,” ingat mekanik di Jl. H. Naman, Blok R6, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Agar tidak timbul gejala seperti itu, disarankan celah lubang diantara kubah head dan ruang rantai keteng ditambal pakai las babet. Pekerjaan itu bisa dilakukan di bengkel bubut yang juga menyediakan las babet. Setelah dilas, bekas tambalan mesti diratakan kembali.
source : motor plus

Rabu, 11 Januari 2012

Apa Bedanya Busi Panas dan Busi Dingin

Tiap motor (tipe mesin bakar), pasti punya busi. Yakni penghasil percikan bunga api pada sistem pengapian yang berfungsi membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar. Pemakaian busi yang tepat akan memperoleh performa mesin optimal. Tapi harus memperhatikan beberapa hal penting, yaitu; suhu lingkungan, kapasitas ruang bakar dan perbandingan kompresi mesin.

 Pemakaian motor di lingkungan panas atau dingin, akan memberikan radiasi panas terhadap mesin berbeda. Lalu, mesin dengan piston besar, akan memberi panas lebih tinggi dibanding motor ber-cc kecil. Nah, kian besar rasio kompresi ruang bakar, lebih panas ketimbang mesin dengan kompresi rendah. Untuk itu businya kudu sesuai,” beber Yuli Santoso, kepala mekanik Suzuki Dewi Sartika di Jaktim.

Hal inilah lantas diciptakan busi tipe panas dan dingin. Perbedaan keduanya ada pada panjang insulator. Busi dingin punya ujung insulator lebih pendek, sedang busi panas lebih panjang (gbr.1). “Angka tertera pada busi juga sebagai petunjuk tipe busi panas ataupun dingin. Makin besar angkanya, menandakan tipe busi kian dingin dan sebaliknya,” imbuh Yuli.

Contoh busi NGK berkode C6HSA dengan CR8E (gbr.2). Angka 6 pada kode pertama, menandakan busi panas. Ditambah bisa dilihat dari insulator-nya lebih panjang. Sedang angka 8 pada kode kedua, mendandakan busi dingin (insulator lebih pendek).

Busi Panas
Punya kemampuan susah melepas panas dan mudah jadi panas dibanding busi standarnya. Busi tipe ini enggak cocok bila bekerja pada temperatur ruang bakar tinggi. Sangat cocok bila dipakai untuk motor standar (sesuai bawaan pabrik).

“Jika temperatur ruang bakar mencapai sekitar 850º Celcius, maka akan terjadi proses ‘pre-ignition’, di mana bahan bakar akan menyala sendiri sebelum busi memercikkan bunga api. Kondisi ini biasa disebut overheating (pemanasan ekstrem). Warna busi putih pucat (gbr.3),” tegas Dwi Angga, service advisor Yamaha Pos Pengumben di daerah Jakbar.

Busi Dingin
Mudah melepas panas dan mudah jadi dingin. Busi tipe ini tak tepat bila bekerja pada temperatur ruang bakar yang rendah. Lebih cocok dipakai untuk motor khusus buat balap (bore-up).

“Jika temperatur ruang bakar terlalu rendah, hingga di bawah 400º Celcius, maka akan terjadi proses ‘carbon fouling’, yakni bahan bakar tak mampu terbakar sempurna sehingga bahan bakar yang tak terbakar akan menumpuk pada busi. Warna busi hitam kering (gbr.4),” ulas Safrudin, kepala bengkel Clara Motor II di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar.

Penumpukan endapan karbon ini akan menyebabkan tumpukan kerak karbon yang lama-lama jadi keras dan bisa jadi sumber panas kedua (arang) setelah busi. Hal inilah yang menyebabkan gejala ‘detonasi’ atau ‘knocking’ (ledakan kedua, setelah busi memercikkan bunga api).
Source: motorplus
Gambar  1.
Gambar  2.
Gambar  3.
 


        
Gambar  4.


































































































Rabu, 13 Juli 2011

Subtitusi Kampas Kopling V-Ixion Pakai Scorpio, Lebih Hemat

Substitusi suku cadang selain menghemat kocek juga agar awet dan kuat. Seperti Yamaha V-ixion bisa pakai kampas kopling milik Yamaha Scorpio. "Langsung plek enggak perlu ubahan," ungkap Doel, salah satu mekanik bengkel Yamaha Scorpio Club. Selisih harganya juga lumayan, bisa lebih dari setengahnya. Data dari web site Yamaha (www.yamaha-motor.co.id/spare-parts/) bisa dilihat. Kode part kampas V-ixion 3C1-E6321. Satu set kampas kopling V-ixion (5 lapis) dihargai total Rp 304 ribuan. Sedang kampas kopling punya Yamaha Scorpio bisa dibeli kepingan alias ketengan. Satu kepingnya hanya Rp 24 ribuan. “Kodenya 5BP-E6321. Bila di pakai untuk V-ixion hanya butuh 5 keping, artinya hanya merogoh kocek sebanyak Rp 120 ribu,”.

Bila dibandingkan, kedua kampas kopling ini diameter lingkarnya sama. “Malah kampas kopling Scorpio punya kelebihan pada bahan kampasnya yang sedikit lebih tebal. Pasti lebih lebih kuat karena kapasitas mesin Scorpio lebih gede,” "Jangan takut, enggak ada efek sampingnya kok, proses transfer gigi juga enggak ada perbedaan,"
ok deh,,sekian tips buat pengguna vixion..!!

Selasa, 21 Juni 2011

YAMAHA YZF-R6

YAMAHA YZF-R6
YAMAHA YZF-R6


Sekilas tentang motor yang sedang menjadi idaman pria sejati..siapa yang ga tau tentang R6. kayaknya dah ga asing lagi di telinga kita tentunya,.kurang apa lagi coba dari segi performa wuihh mangstab ..!!! ga perlu ada ubahan modifikasi dah melebihi cukup . siap ngeceng dah hee

Gebrakan terbaru dilakukan Yamaha Indonesia dengan mendatangkan Yamaha R6 produksi 2009. Menurut Dyonisius Beti, Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), motor besar itu khusus didatangkan sebanyak 20 unit. "Semua berdasarkan permintaan," kata Dyon, panggilan akrabnya, melalui pesan pendek,.


Seluruh motor itu, menurut Dyon, merupakan permintaan khusus para konsumen penyuka motor besar merek Yamaha, terutama jenis sport. "Untuk sementara limited customer dulu dengan keperluan khusus. Belum dipasarkan ke konsumen umum," ujar dia.


Yamaha R6 produksi terkini itu dipasarkan seharga Rp 258 juta, off the road. Jika telah dilengkapi surat resmi, harga motor bermesin 600 cc itu nyaris menyentuh Rp 300 juta. Di Hobby Motor, importir umum (IU) yang meniagakan motor-motor besar berbagai merek, Yamaha R6 terbaru diniagakan Rp 295 juta.


Sedangkan harga di pasaran Amerika, berdasar MSRP (Manufacturer Suggested Retail Price/harga eceran tertinggi), dipatok di angka $ 9.990 hingga $ 10.190. Bila dikurs murni rupiah tanpa pajak, harga R6 terbaru berkisar diangka Rp 107 juta hingga Rp 109 juta.


Dari sisi teknologi, R6 mewarisi fitur teknologi terkini Yamaha R1 dan M1 yang ramai bertarung diarena World Superbike dan MotoGP. Yamaha R6 sudah dilengkapi sistem injeksi terbaru: YCCT (Yamaha Chip Controlled Throttle) dengan sistem dual-injector.


Mesin 600 cc (599cc), empat silinder, DOHC, 16 katup berbahan titanium, pendingin air, dengan kompresi tinggi 13,1:1. Yamaha R6 merupakan yang pertama kali di kelas 600 cc yang mengaplikasikan fly-by-wire throttle system. Mirip dengan mobil-mobil premium yang mengandalkan peranti elektronik untuk membuka maupun menutup gas.


Rangka motor mengandalkan model delta box berbahan aluminium untuk kemampuan handling sempurna. Konsumsi bahan bakar, menurut riset Yamaha International, diperoleh angka rata-rata 40 mil per galon (MPG), atau setara dengan 17 kilometer per liter. Sementara kapasitas tangki bahan bakar sebanyak 4,6 galon (17,4 liter) dan berat kosong motor 414 pound atau sekitar 187 kilogram.


SPEK nya gan...!!

ENGINE

Type : 599cc liquid-cooled inline 4-cylinder; DOHC, 16 titanium valves Bore x Stroke : 67.0 x 42.5mm Compression Ratio : 13.1:1 Fuel Delivery : Fuel Injection with YCC-T and YCC-I Ignition : TCI: Transistor Controlled Ignition Transmission : 6-speed w/multiplate slipper clutch Final Drive : O-ring chain
CHASSIS

Suspension / Front : 41mm inverted fork; 4-way adjustable, 4.7-in travel
Suspension / Rear : Single shock; 4-way adjustable, 4.7-in travel
Brakes / Front : Dual 310mm floating disc; radial-mount 4-piston calipers
Brakes / Rear : 220mm disc; single-piston caliper
Tires / Front : 120/70-ZR17
Tires / Rear : 180/55-ZR17


DIMENSIONS
Length : 80.3 in Width : 27.8 in Height : 43.1 in Seat Height : 33.5 in Wheelbase : 54.1 in Rake (Caster Angle) : 24 Trail : 3.8 in Oil Capacity (with oil filter change) : 2.75 qt Fuel Capacity : 4.5 gal Fuel Economy** : 40 mpg Wet Weight*** : 417 lb

OTHER
Main Jet Not Applicable Main Air Jet Not Applicable Jet Needle Not Applicable Needle Jet Not Applicable Pilot Air Jet 1 Not Applicable Pilot Outlet Not Applicable Pilot Jet Not Applicable Primary Reduction Ratio 85/41 (2.073) Secondary Reduction Ratio 45/16 (2.813) Gear Ratio - 1st Gear 31/12 (2.583) Gear Ratio - 2nd Gear 32/16 (2.000) Gear Ratio - 3rd Gear 30/18 (1.667) Gear Ratio - 4th Gear 26/18 (1.444) Gear Ratio - 5th Gear 27/21 (1.286) Gear Ratio - 6th Gear 23/20 (1.150)


gimana gan matep kan R6..... nabung dulu gan buat nebus Doii yang satu ini hix hix hix
berbagai sumber

Jumat, 01 April 2011

FUNGSI PILOT JET DAN MAIN JET



FUNGSI PILOT JET DAN MAIN JET. Di dalam karburator, selain ada pelampung dan jarumnya, juga terdapat part yang namanya pilot dan main jet.Secara fungsi, baik main jet maupun pilot jet merupakan part jeroan yang dipakai untuk mendukung tugas utama dari karbu,

PENASARAN DENGAN ULASAN NYA
,,neh langsung aja baca artikel berikut ini ya...


Saat mesin mulai distarter dan hidup, suplai bahan bakarnya dialirkan melalui pilot jet. “Sampai putaran mesin menengah, pasokan bahan bakar masih mengandalkan part itu. Boleh dibilang juga, bahwa onderdil ini membantu motor untuk berakselerasi pada putaran mesin bawah sampai menengah,”
Makanya, tak jarang untuk mendapatkan besutan yang galak di putaran mesin bawah, ukuran pilot jet diseting ulang. Tapi bagaimana menentukan bahwa ukuran pilot jetnya sudah pas?

“Gampang. Setelah pilot jet bawaan motor diganti ukurannya dan motor digeber, coba lihat sisa pembakaran di ujung busi. Bila berwarna putih, tandanya suplai bahan bakar terlalu miskin,”


Itu kalau ukurannya kekecilan, nah bila terlalu besar maka akan terlihat saat grip gas dipelintir spontan. Di sini mesin motor tak bisa langsung meraung di putaran rendah sesaat setelah grip gas dibuka.

Namun setelah putaran mesinnya mulai sesuai dengan suplai bahan bakar, maka mesin akan normal kembali. “Itu terjadi karena pada rpm rendah, suplai bahan bakar terlalu banyak,”



MAIN JET

Juga dipakai sebagai part pendukung karbu untuk mensuplai bahan bakar ke ruang bakar. Walau fungsinya sama, namun main jet akan bekerja mengalirkan bahan bakar saat putaran mesin sudah ada di tengah sampai atas.

Saat mengaplikasi knalpot aftermarket untuk mendongkrak stamina, biasanya mekanik menyarankan untuk ganti ukuran main jet. “Tentu itu untuk bisa mendapat suplai bahan bakar yang pas, saat rpm mulai main di putaran mesin tengah sampai atas,...

Nah untuk mendapatkan ukuran yang pas, perlu perhatikan tanda-tandanya. Bila kelar ganti main jet dan saat motor digeber cepat menjerit, maka dipastikan ukuran main jet kekecilan. “Tentu hal itu membuat motor larinya jadi tak bisa maksimal,
Sebaliknya, bila ukuran main jet terlalu besar maka akibatnya mesin akan brebet di putaran atas. Tentu hal tersebut karena suplai bahan bakar yang terlalu berlebih.

Nah mungkin ulasan ini bisa membantu sobat bloger
salam.sumber

Jumat, 18 Maret 2011

SOHC vs DOHC


Sebelumnya saya bertrima kasih pada om Rudi Triatmono yang sudah menulis artikel ini...

Saya shree kembali ..mungkin ada teman-teman yang beLum tau SOHC dan DOHC.(kalo yang udah tau si ga baca gpp hehehe....!!
)


Teknologi SOHC ataupun DOHC banyak ditemui pada motor 4 stroke…!!! SOHC (Single Overhead Camshaft) sebagaimana elo bisa diliat digambar sebelah kanan… disebut single karena hanya mempunyai satu camshaft…!!! Dan melalui camshaft dan lifter (jendolannya)… atau kadang bisa menggunakan rocker arm.. yang menggerakkan valves baik intake valves ataupun exhaust valves…!!! Biasanya dalam 1 cylinder… yang SOHC mempunyai 2 valves… 1 untuk intake dan 1 untuk exhaust valves. Namun ada juga yang mendesign 4 valves… yaitu 2 untuk intake dan 2 untuk exhaust valves…!!! Namun hal ini akan cukup rumit mendesignnya… ditanya kenapa ??? Karena ini menyangkut timing… antara intake valves buka/tutup dan exhaust valves buka tutup kudu match timing nya.. kalau nggak .. bakalan dihajar ama piston…!!!


Gimana dengan DOHC (double overhead camshaft)…???


DOHC .. yah tentu saja menggunakan 2 camshaft…!!! Nah standard DOHC tuh 1 cylinder udah 4 valves… jadi yang pasti valve intake dan valve exhaustnya.. double dibandingkan dengan SOHC (yang standard lho)…!!! Terus impactnya gimana ??? Intake valves tuh khan buat nyemprot campuran udara + bensin… nah jika valvesnya double.. maka semburannya bakalan banyak… dan itu artinya more power… apalagi ditambah dengan compression tinggi… plus NOS… walah… melejit.. tuh motor…!!! Sering kali… DOHC tuh untuk ngimbangin 2 stroke… artinya untuk dapat mengejar kekalahan 2 langkah… maka valvenya di double in…!!! Walau tetep aza… ada waktu untuk itu…!!! Nggak heran istilahnya.. kalau pake bebek 4 stroke.. kudu diurut… apalagi yang SOHC…!!! Kalau 2 stroke nggak betele-tele kayak gini… makanya masih banyak 2 stroke lover… coz more speed…!!!



Khususnya motor cc kecil… DOHC dan SOHC ..sangat kerasa banget…!!! Teknologi DOHC pasti aza lebih mahal… (gampangnya aza.. lihat aza material yang digunakan.. dan ngukur timing nya lebih kompleks)..!!! FU-150 nerapin DOHC 150cc… (pertimbangan gue milih si FU salah satunya ini neh…) nah bisa dibayangin khan dengan cc 150cc… pake DOHC… pluz power to weight rationya yang lumayan… yah jadi ngacir…!!! Jup 135MX komeng… pakai 4 valve walau SOHC… juga lumayan… tapi kalau lainnya 2 valves… !!! Terus impactnya gimana…!!! 4 valves.. yah terang lebih ngacir dan boroz… sedangkan 2 valves … lebih lelet dan irit.. !!! Coba aza di langsam.. diaduin.. pasti yang lebih mati 4 valves duluan…. yah wajar… !!! jadi jangan diperdebatkan ini.. lebih irit dan itu lebih boroz.. teknologinya aza udah ketahuan… tergantung kitanya mau milih yang gimana… betul…???

Hayo mau pilih yang SOHC apa DOHC....

kaLo aku sih DOHC....hehehe jelas lebih mangstab
sumber

Sabtu, 12 Maret 2011

Modif Suzuki Satria F-150 , Piston CBR Terbukti Ampuh Buat Satria F150

Ngemeng-ngemeng kalo Urusan Modif emang ga ada MAtinya....buaT kuda besi yang satu INI BEeeuuuhh emang Jadi IdOla bangettttt..!!!
Cobaa deh Kalo punya Q spekk nya kaya Gini Hehehehe....NaBung Dulu ahh.....Buat nebus Seher Cbr nya ^_^
udah Deh Gpake panjang x Lebarr ...



Piston Honda CBR150 dipakai di Suzuki Satria F-150 terbukti ampuh. Geberan Antonius Petruk itu jauh meninggalkan lawan dengan selisih waktu hampir 2 detik. Tepatnya di Karawang Drag Bike 2011 lalu.

Motor milik Roby Davidsen Tansil dari New Gaya Motor ini, jawara di kelas FFA s/d 250 cc 4-tak. “Berkat aplikasi piston milik Honda CBR150 yang lebih ringan,” jelas Sapuan, mekanik RMC Sapuan yang kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu.

Piston atau seher CBR150 cukup menguntungkan. Karena ringan dan bentuknya sudah seperti racing. Badan seher hanya sedikit yang bergesekan dengan dinding liner. Menguntungkan buat motor drag bike yang semuanya harus serba ringan.

Seher CBR150 yang digunakan oversize 300. Kini kapasitas silinder 215 cc karena sudah dibarengi naik stroke dengan penggantian setang seher punya Yamaha LS3.


"Diameter seher 66,5 mm dibarengi stroke jadi 62 mm. Ini setelah pen kruk as dimodifikasi dan aplikasi pakai setang piston Yamaha LS3,” imbuh mekanik dari Jl. Intan 1, No. 86, Harapan Jaya, Bekasi.

Gak hanya seher dan stroke yang naik, rencananya magnet juga begitu. Dibikin lebih maju teknologinya. Magnet dibikin seperti milik spesial engine. “Tapi, buat sendiri. Bentuknya mirip YZ125 namun sistem basah atau kerendam oli. Bobotnya dibikin 320 gram,” lanjut mekanik piawai kelistrikan ini.

Pilih bobot 320 gram (lebih berat 20 gram dari magnet asli YZ125 atau motor drag umumnya), jelas punya alasan. Kata pria sumringah ini, bobot sedikit berat untuk mengejar rpm tengah ke atas. Ditujukan imbangi bobot total Satria F-150 yang cukup berat di kelasnya.

Biar piston enggak mentok, kompresi diamankan dengan memapas lingkar luar atau mendem piston 2 mm. Volume ruang bakar didukung kem LHK dan knalpot handmade.

"Kem dapat dari pemilik motor tanpa diubah ulang. Karena speknya pas dengan karakter mesin. Cuma buka-tutup sangat rahasia,” yakin Sapuan.

Hemmm Bagaimana Pengen kan Punya Motor Kenceng.....
Q baca langsung dari SINI

Selasa, 08 Maret 2011

Substitusi Kampas Kopling Satria FU150 Pakai Punya RGR


Ehmm memang Untuk penggembot Satria di Rasa Perlu Nehhh....

OTOMOTIFNET - Meningkatkan performa mesin Suzuki Satria FU150, sebaiknya diimbangi komponen pendukung lain agar hasil upgrade tak sia-sia.“Percuma saja bila mesin sudah sangar, tetapi transfer tenaga ke roda tak maksimal,” jelas Komar dari Jaya Speed (JS) di daerah Ciputat, Tangerang.

Paling krusial ada di rumah kopling yang kerap tak mampu menahan tenaga mesin yang sudah membengkak dari standar pabrik. Utamanya bagian kampas kopling yang cepat selip atau bahkan gosong. Ini lantaran kemampuan kampas tak sanggup meredam tenaga mesin saat akselerasi pertama.

SUZUKI RGR150R

Cara yang tak bisa ditolerir; mengganti kampas kopling dengan material berkemampuan tinggi. Pertanyaan lalu muncul, pakai produk apa karena produk aftermarket tak ada bahkan nyaris tak tersedia. Komar punya cara jitu dengan mencomot produk milik saudara tua.

Dari beberapa kali riset di arena balap dan harian, Komar mendeteksi produk kampas kopling Suzuki Satria FU150 yang setali tiga uang dengan Suzuki RGR150R keluaran lawas. “Meski motor produk lama, tetapi komponen orisinalnya mayoritas masih asli negeri Sakura,” bisik Komar seolah tak ingin terdengar.




Melongok fisik dan dimensinya memang nyaris serupa. Bahkan bisa dibilang plek-plekan. Makanya saat mengganti pun tak ada masalah sama sekali. Prosesnya sama dengan mengganti kampas kopling standar Satria FU



“Tinggal buka bak penutup kopling dengan kunci T kemudian dilanjut membuka rumah kopling,” terang pria bertubuh kecil ini.

Saat rumah kopling sudah terurai tinggal comot kampas kopling yang mulai gosong dan gantikan dengan milik RGR150R . Sepintas tak beda tetapi sebenarnya kekuatan material kampas yang tak bisa dibohongi.

Warna dan tekstur kampas langsung terlihat kesan heavy duty . Maklum RGR150R terlahir 150 cc dengan langkah 2-Tak yang notabene punya output tenaga lebih besar.

Harganya pun di atas banderol kampas kopling milik Satria FU150. Kampas kopling ori SGP (Suzuki Genuine Parts) dibanderol Rp 65 ribu per lembar. Bandingkan dengan kampas kopling Satria FU yang dijual Rp 50 ribu per lembar.

Bisa dicek dari nomor parts 21441-13A401 yang tertera di buku atau plastik kemasan. Usai pemasangan kampas anyar ke rumah kopling, kembalikan komponen lain sampai terpasang kembali dengan rapi


sumber

Kamis, 03 Maret 2011

Tips Merawat Satria Fu


Mengatasi Suara Berisik Pada Satria FU

Buat penyemplak Satria F150 mungkin pernah mengalami hal seperti ini, Mesin dirasakan berisik. kretek-kretek-kretek begitu bunyinya Bro. Nah, jangan panik bro! Ini masalah biasa, karakter mesin 4-tak ber-CC besar. Apalagi mesin satria kita berteknologi DOHC, Twin Cam, yang memiliki klep jauh lebih banyak dibanding mesin 4-tak biasa.



Sebenarnya mesin berisik ada beberapa penyebab. Biasanya nih, mesin berisik disebabkan:

1. Katup yg berbunyi
2. Bunyi dari bagian piston
3. Bunyi dari bagian rantai timing
4. Bunyi dari bagian kopling
5. Bunyi dari bagian crankshaft
6. Bunyi dari bagian transmisi

Nah penyakit yang biasanya dihadapi satria FU 150 biasanya bersumber dari bagian rantai timing, bahasa umumnya rante keteng. Kenapa sih bisa bikin berisik? ya penyebabnya bisa karena rantainya sudah 'uzur' bin melar, sproket (gir)-nya aus, atau karena stelan rantainya tidak pas lagi alias perlu distel lagi kekencengannya.

Terus gimana sih solusinya nih? Males banget, motor keren eh bunyinya berisik banget. Huh!!!. Paniknya hati ini, melihat motor kesayangan bunyi mesinnya teriak2.

Sederhana sih solusinya, cukup dicek cam chain tension adjuster-nya bahasa gampangnya cek alat penyetel otomatis rante keteng. Cek apakah masih berfungsi atau tidak. Jika sudah tidak berfungsi maksimal ya memang musti diganti. Jadi ngak perlu asal claim minta diganti. Kalo masih berfungsi, artinya perlu distel lagi tuh tensioner!.

Ente pasti nanya deh, yakin tuh gara2 tensionernya yg gak bener? Logikanya sih gini bro. Motor kita ini baru, kemungkinan cacat produksi memang ada, namun itu sangat kecil kemungkinannya. Apalagi perusahaan sekaliber Suzuki, pasti ngak sembarangan membuat suatu produk. Minimal mereka telah menerapkan quality control setaraf 6 sigma, bahasa umum dikalangan specialist quality control. Jadi rantai timing - rante keteng- kendor alias melar bin uzur ataupun kasus sproketnya yang aus karena masa pakai harian

Udah percaya kan ente-ente?..

Tuh kan nanya lagi, Bos, gimana nih ngecek kl tensioner adjuster masih berfungsi baik? bener kan, pasti nanya.

Gini nih caranya:

1.. Buka Cam Chain Adjuster Tensioner dari tempatnya. Gunakan kunci no 8.
2.. Setelah dibuka, dengan menggunakan obeng ( - )masukkan ke dalam celah tegangan rantai cam dan putar searah jarum jam untuk mengendorkan tegangan, kemudian lepaskan obeng ( - ).
3.. Untuk memastikan gerakan batang penekannya, bila batang penekannya macet/mekanisme pegasnya rusak ya harus diganti penyetel tegangan rantai keteng dengan yang baru.

Jadi, ngak melulu tensioner adjusternya musti diganti, cek dulu masih bekerja atau tidak. Jika masih bekerja, tinggal menyetel ketegangan rantai cam yang sesuai. Kalo sudah tidak berfungsi barulah diganti. Untuk berbagai kasus, penggantian ini biasanya gratis, karena masih dalam masa garansi.

OK, sekarang katakanlah cam chain tensioner adjuster masih berfungsi. Cara memasangnya gimana nih, apakah tinggal pasang aja atau perlu perhatian khusus?

Berikut ini langkah-langkah yang kudu duperhatikan pada saat akan memasang kembali alat tersebut.

1.. Sebelum memasang, pastikan pegas penegang sudah dikunci. Caranya dengan obeng (-) putar searah jarum jam.

2.. Putar Crankchaft pada arah yang normal untuk menghilangkan kekendoran rantai antara crank sproket dan exhaust sproket.

3.. Setelah memasang cam chain tension adjuster, putar obeng (-) berlawanan arah jarum jam. Pada saat cam chain tension adjuster berputar batang penegang akan terdorong oleh daya pegas dan menekan cam chain tension adjuster yang sekaligus menekan rantai cam.

Nah, begitu bro inpo-nye...
Ente boleh coba sendiri, tapi sebaiknya didampingi mekanik yang berpengalaman.



Servis ? Nggak Usah Ke Bengkel!

Tak sedikit yang beranggapan, kalau teknologi motor semakin canggih, maka perawatannya juga bakal makin susah. Sehingga pemilik motor takut untuk melakukan tune-up sendiri (selepas garansi servis) dan harus dikerjakan oleh bengkel atau mekanik ahli. Padahal tidak juga lo. Misalnya Suzuki Satria F150 yang mesinnya dilengkapi teknologi DOHC (double overhead camshaft) plus oil cooler.



"Justru perawatannya lebih mudah dibanding motor 4-tak lainnya yang masih menganut sistem pelatuk pada klepnya, kayak Shogun," bilang Sofyan Sumarkoco, kepala mekanik Suzuki Margonda, Depok, Jabar. Misalnya mengenai clearance klep. Dalam periode tertentu, sekitar jarak tempuh 3.000 km, Shogun mesti dicek kerenggangan klepnya. Jika melebihi batas yang dianjurkan, wajib disetel ulang. Nah, untuk menyetelnya, tidak semua orang bisa. Apalagi jika gak punya special toolsnya (feeler gauge).

Sementara di Satria F150 tidak perlu. Soalnya, pada teknologi DOHC, kem langsung mendorong klep tanpa melalui pelatuk. "Antara klep dan kem diantarai shim. Sehingga kemungkinan celah klep renggang, sangat lama. Mungkin bisa di atas jarak tempuh 25 ribu km atau kira-kira 2 tahun. Dengan catatan sistem pelumasan baik," jelas Sofyan. Makanya, klep Satria F150 tidak punya setelan.

Mengenai perawatan lainnya, sama saja seperti motor-motor lain. Misalnya membersihkan karburator tiap kali ganti oli mesin (per 2.500 km). Itu bisa dikerjakan sendiri di rumah. Jadi enggak perlu ke bengkel! Prosesnya sami mawon kok dengan Shogun. Sekalian membersihkan filter udaranya yang terbuat dari busa (diganti tiap 20.000 km). Caranya cukup direndam bensin atau air sabun, lalu peras pakai satu tangan dan kemudian keringkan.



Selanjutnya mengecek kerenggangan rantai, dengan cara menekan rantai sebelah bawah pada bagian tengah (gbr.1). Jarak kerenggangan yang ideal antara sebelum dan sesudah ditekan adalah berkisar 1-1,5 cm. "Bila lebih atau kurang dari itu, segera atur ulang setelan kerenggangan rantai di ujung swing arm dekat as roda," saran Sofyan.



Item lain yang perlu dilakukan adalah membersihkan busi. Gunakan sikat kawat (jangan pakai ampelas) untuk membersihkannya (gbr.2). Oh ya, tiap jarak tempuh 8.000 km, busi wajib diganti agar performa dapur pacu tetap fit. Begitu pula dengan filter oli yang terletak di bak mesin kanan (diganti per 8.000 km berbarengan saat ganti oli mesin).



Cara menggantinya mudah kok. Tinggal buka baut cover oil filter pakai kunci 8 mm (gbr.3), lalu tarik filter oli yang lama keluar. Sebelum, saringan baru dipasang, bersihkan dulu endapan kotoran yang kemungkinan menempel di rumah filter pakai kain bersih.



Jarak main rem, baik rem depan maupun belakang juga harus diperhatikan. Bila terlalu dalam, segera setel ulang sesuai jarak ideal atau yang dianggap nyaman buat tangan dan kaki. Caranya tinggal menyetel baut penonjok master rem di pangkal tuas rem (gbr.4).

"Jangan lupa pula memeriksa baut-baut pegangan mesin, bodi, kaki-kaki dan sebagainya. Kencangkan secukupnya bila kendur," pesan Sofyan. DiC

Sumber: Otomotif Online



Karburator, Busi, Koil

Pertanyaan dan jawaban seputar penggantian part untuk Suzuki Satria F150, tentang masalah karburator, busi, dan koil. Informasi ringan tapi cukup penting untuk kita pahami.

Pertanyaan

Aku punya Suzuki Satria F150 dan berencana ingin ganti karburator.

1. Apa karburator motor 2-tak bisa dipakai ke motor 4-tak? cocoknya pakai tipe apa?

2. Apakah main jet dan pilot jet-nya harus diganti sesuai dengan standarnya?

3. Katanya karbu tipe flat slide lebih bagus dari round slide?

4. Saya juga ingin ganti busi racing. Merek dan tipe apa yang cocok untuk motor saya?

5. Apakah dengan mengganti koil dengan punya Thunder 250 berpengaruh banyak pada pengapian?

Trims buanyak buat semuanya.

Saran & Solusi

1. Bisa
Karburator vakum standar F150 memang rada sayang untuk dijahili buat meningkatkan kecepatan.

Solusinya bisa memilih karbu motor 2-tak. Anda bisa lirik karbu milik Yamaha RX-King (Mikuni 26 mm), Suzuki RGR (Mikuni 26 mm) atau Honda NSR150R (Keihin 28).

Namun untuk kemudahan mencari komponen karbu, seperti spuyer dan harga yang terjangkau, ada baiknya pilih Mikuni 26 mm. Tf1.Mikuni.
Tinggal pasang dan mudah didapat

2. Bukan diganti sesuai dengan standarnya, tetapi settingan diatur sesuai kebutuhan motor.

Untuk itu Anda mesti riset sendiri, misalnya saat memilih spuyer.
Karena masih baru, coba pilih main jet 130 dan pilot jet 20 buat patokan. Lantas nyalakan mesin dan tes jalan.

Baca kondisi ruang bakar dari busi. Jika belum pas karena campuran terlalu kaya atau miskin, silakan naik-turunkan spuyer.

3. Karburator flat side (kotak) atau round slide (bulat) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karbu kotak dikenal lebih presisi dalam menakar bahan bakar.

Lantas karena bentuk skep kotak, kebocoran dari samping kanan kiri skep lebih bisa diminimalisasi.

Kekurangannya, spare part sulit dicari. Sedang karbu bulat, onderdil dan pilihan nosel sangat mudah ditemui dan bervariasi.
Hanya untuk kepresisian agak di bawah kotak.

4. Busi dingin atau biasa disebut busi racing punya karakter melepas panas dengan cepat.
Cocok buat motor yang dibawa dalam kecepatan tinggi atau kondisi ekstrem secara terus menerus.
Nah apakah motor Anda dikendarai dalam kondisi seperti itu?

Jika tidak bakal percuma. Soalnya jika dipaksa ganti dengan tipe dingin, busi akan cepat mati.

Sayang uang Anda, apalgi busi dingin agak susah didapat dan harganya mahal.

Sekadar panduan, busi standar F150 yakni NGK CR8E atau Denso U24ESR-N. Jika mau yang dingin, pilih dengan kode angka lebih tinggi.

5. Koil saja tidak cukup. Karena masih ada CDI, aki atau kumparan yang menentukan besar kecilnya pengapian

Sumber: Tabloid OTOMOTIF


Doping Performance Satria F150

Motormania, khususnya pemilik Suzuki Satria F150, boleh bersenang hati. Sebab sekarang banyak parts performance untuk mendongkrak tenaga motor itu agar lebih liar.
Dibilang begitu, karena tenaga aslinya saja sudah mumpuni untuk diajak ngebut.

Nah, bagi yang belum merasa puas, tinggal tambahkan doping pemacu tadi.

Dari knalpot hingga busi juga telah tersedia. Sok, pilih sesuai kemauan dan dana di kantong. Tetapi ingat, karakter peranti juga kudu diperhatikan.

Tujuannya, agar jangan sampai bentrok sama peranti aslinya.

Maksudnya, setelah pakai part itu, eh akselerasi motor malah memble.

Sebab, semua alat itu saling terkait antara satu dan lainnya.
Apa aja sih ? Mari kita bedah bersama!

Per Kopling

Buat menyempurnakan penyaluran tenaga mesin, harus didukung entakan kuat.

Maksudnya, respons tendangan balik per kopling.

Kerenggangan per pun tetap terjaga.
Sebab kampasnya tak selalu bergesekan dengan pelat kering.
Sehingga peranti itu lebih awet.

Punya engine bagus, tapi bila entakan koplingnya tidak, sama juga bohong.

Rpm mesin tak akan menyentuh putaran tinggi, ujar Cepi, mekanik Pro SE.
Solusinya, bisa pakai merek Inspiro dijual dengan harga Rp 150 ribu (hitam) dan Rp 100 ribu (kuning).

CDI

Kuda besi sekarang banyak dilengkapi CDI dengan pembatas rpm alias limiter. So, jangan protes kalau puncak tenaga mesin enggak pernah kesampaian.

Baiknya, ganti tipe CDI unlimiter, ujar Sumantri bos Chips Motor di Pos Pengumben, Jakbar.

Sudah banyak CDI impor yang datang untuk memuaskan hasrat ngebut para F150-ers.
Misalnya, CDI racing buatan Thailand, seperti LEK, Shindengen dan TDR.

Harganya bervariatif antara Rp 1,1 sampai Rp 1,7 juta.

Namun tak ada salahnya mengaplikasi buatan lokal!

Sebab, kualitasnya tak kalah bersaing dengan peranti pengapian dari Thai itu, lo!

Sayang, baru satu buatan Indo yang berani bertarung.

Yakni merek BRT yang bisa ditebus dengan harga Rp 550 ribu.

Knalpot

Untuk menyalurkan gas buang, pilihan knalpot yang ideal jadi penentu akselerasi. Sebab jika tak tepat, lari motor malah tertahan.

Knalpot besar belum tentu menambah power mesin, ujar Dodo dari Dodo Motor Sport Racing, di Cileduk, Tangerang.

Selain tertahan, jika mengaplikasi tipe gambot, terkadang tenaga cendrung ngempos alias terbuang percuma.

Maka pemilik Satria F150 (F150-ers), harus pilih yang memiliki spesifikasi volume sesuai karakter mesin.

Pilihanya, beragam knalpot impor dan lokal bisa jadi diaplikasi. Misal, buatan Thailand seperti merek Yoshimura.

Terbagi 2 macam, tabung bahan titanium dilego Rp 2,3 juta dan stainless steel Rp 1,1 juta.

Lainnya, merek Endurance model silencer oval ditawarkan Rp 1 juta.

Lalu Performance lapis karbon ditawarkan Rp 1,3 juta dan penyalur gas sisa pembakaran berbahan stainless steel merek KR9 buatan Thailand dilepas Rp 1,1 juta.

Bila tak ingin mengganti keseluruhan bagian knalpot, cukup tukar silencernya saja.
Buatan lokal bisa jadi alternatif, soal kemampuan tak kalah dibanding merek Thailand.
Misal merek Sinergy dilego Rp 400 ribu.

Lainnya, merek Five Star dengan harga Rp 350 ribu dan bisa tembus hingga 12 ribu rpm.

Karburator

Beralih ke piranti penyalur semburan bensin alias karburator juga banyak. Mulai bikinan Amrik, Jepun hingga Taiwan dapat digunakan.

Ukurannya dari 28 hingga 32 mm ujar An An Kuda juragan Pro SE Racing di kawasan Kebon Jeruk III, Jakbar.

Nah, bicarain karbu, tinggal pilih.
Mau merk Keihin atau Mikuni ?

Keihin tipe PWK 28 mm, buatan 3 negara diatas, dilepas Rp 950 rb - Rp 1,9 juta.

Tipe FCR 28 mm vacuum Rp 3,5 juta.
Merek serupa untuk Honda NSR SP bisa dijagokan buat F150

Sedang Mikuni, hanya tersedia dua option.

Tipe TM28 mm, pilih buatan Taiwan yang dijual Rp 1,2 juta atau Jepun Rp 2,1 juta.
Bedanya ada dibagian tengah.

Racikan Jepang mengaplikasi nosel, jarum skep dan cut away (bibir karbu) yang lebih besar ketimbang Taiwan.

Busi

Sabar ! Meski Satria F 150 telah dilengkapi OIL COOLER, mesin juga butuh pendinginan tambahan. Ingin pasang dua peredam panas mesin ?

Ingin pasang dua peredam panas mesin ?
Wah, enggak mungkin, tuh !

Jalan keluarnya pakai aja busi tipe dingin.
Merk NGK Platinum CR8EGP, dilego Rp 90 ribu.

Sumber: Tabloid OTOMOTIF



Jangan Telat Mengganti Oli

Oli sebagai pelumas mesin tentu mempunyai masa pakai yang terbatas. Ini disebabkan selama bekerja, oli tentu mengalami kondisi-kondisi seperti temperatur yang tinggi dan terkontaminasi dengan zat asing seperti aditif, kotoran (sludge), atau bahan lain. Satria F150 merupakan salah satu mesin dengan temperatur tinggi.

Temperatur tinggi paling banyak membuat oli mengalami oksidasi semakin besar. Pada setiap kenaikan suhu 10� C, oksidasi akan meningkat dua kali lipat.

Pada saat oli mengalami oksidasi, oksigen akan bereaksi dengan molekul-molekul pelumas dan menghasilkan asam dan lumpur oksidasi. Seperti yang telah kita ketahui, zat yang bersifat asam akan memicu terjadinya korosi. Sedangkan lumpur oksidasi menyebabkan viskositas oli jadi meningkat, tetapi viskositas indeksnya menurun. Pada tingkat yang cukup serius akan membuat oli jadi lebih kental dan pada kondisi dingin (awal) oli bisa sampai membentuk gel. Hal ini tentu akan menyulitkan ketika mulai menghidupkan mesin di pagi hari. Daya hantar panasnya juga mulai berkurang karena larutan pelumas sudah tak satu senyawa dengan ukuran partikel yang tidak sama lagi. Oleh sebab itu, oli perlu segera diganti.

Waktu Ganti Oli
Menurut beberapa mekanik bengkel, saat ganti oli yang tepat pada umumnya adalah 5.000 km untuk oli mineral, sedangkan untuk oli sintetik mempunyai masa pakai yang lebih panjang hingga tiga kali lipat. Ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa untuk mengetahui saat yang lebih tepat mengganti oli adalah berdasarkan work hour (jam kerja) mesin, bukan jarak tempuh (mileage) mobil. Di kondisi jalan yang berat atau macet seperti lalu lintas Jakarta, mesin terus bekerja meskipun mobil tidak bergerak sehingga oli pun terus bekerja melakukan tugasnya. Jadi, bila kondisinya demikian saran dari mekanik bengkel di atas harus lebih diperhatikan.

Kental = Suara Mulus?

Ada pendapat yang mengatakan, bahwa semakin tinggi viskositas oli dapat membuat suara mesin semakin halus. Hal ini berdasarkan pemikiran, bahwa semakin kental larutan akan lebih solid dalam meredam getaran atau suara mesin. Namun dengan teknologi pelumas yang semakin maju, pemikiran seperti itu sudah mulai ditinggalkan. Hal ini disebabkan sudah adanya penambahan aditif langsung pada oli. Di antaranya adalah lapisan film yang dapat lebih melindungi permukaan logam mesin walaupun oli terbuat dari base oil yang relatif lebih encer.

Tren yang ada saat ini adalah oli yang mendukung efisiensi bahan bakar, penggunaan atau masa pakai yang lebih lama, sehingga menuntut produsen untuk menghasilkan oli dengan viskositas rendah. Misalnya saja dengan SAE 10W-30 atau SAE 15W-40 tetapi dengan lapisan film yang semakin tahan terhadap gesekan dan beban akibat kerja mesin.


Tips & Trik Merawat Mesin Sepeda Motor


Setiap pengguna sepeda motor pasti berharap bisa
mengendarainya untuk jangka panjang. Untuk itu pemilik
sepeda motor harus memperhatikan perawatan mesin
karena kondisi mesin sepeda motor tergantung dari
pemeliharaan dan kebiasaan pemiliknya dalam
mengendarai. So tak ada salahnya Anda cermati tips dan
trik tentang merawat mesin sepeda motor berikut:

- Tanda-tanda kerusakan

Pada umumnya setiap kerusakan pasti akan terdapat
tanda-tanda terlebih dahulu kecuali jika terjadi
hal-hal yang menyimpang misalnya kecelakaan. Untuk
mengantisipasinya maka perhatikan apabila ada gejala
yang tidak normal/tidak seperti biasanya pada sepeda
motor Anda. Sikap demikian akan membantu dan
memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.

- Cermati kerusakan

Apabila terjadi kerusakan mesin maka perbaikan tidak
boleh ditunda lebih lama dengan kata lain harus segera
diperbaiki. Namun ingat, jika Anda tidak punya cukup
keahlian jangan sekali-sekali membongkar dan
memperbaikinya seorang diri. Karena disamping buang
waktu dan tenaga maka kerusakan bisa jadi akan tambah
parah. Lebih baik segera Anda bawa ke bengkel.

- Kerusakan beruntun

Apabila sepeda motor Anda mengalami gejala kerusakan
yang berturut-turut dan lebih dari satu sebab maka
cara yang paling tepat adalah periksalah bagian-bagian
yang mudah dicapai terlebih dahulu satu per satu baru
kemudian ke bagian-bagian lain. Anda bisa membawanya
ke bengkel dengan keterangan yang lengkap jadi akan
memudahkan mekanik nya untuk memperbaikinya.

- Kerusakan kecil

Apabila terjadi kerusakan kecil di jalan seperti
kerusakan pada mur, baut, kabel-kabel, kebocoran
bensin/oli yang tidak memerlukan pembongkaran mesin
yang ruwet maka Anda bisa melakukan perbaikan sendiri.
Akan tetapi jika kerusakan yang terjadi mengakibatkan
patahnya komponen utama dan memerlukan pembongkaran
mesin Anda harus membawanya ke bengkel service.

Nah, tak sulit bukan jika Anda mulai mencoba
bersahabat dengan kendaraan sendiri, semakin rajin
merawat, tentu semakin sedikit biaya yang bakal anda keluarkan