Area
1 square inch = 0.000065 meter persegi
1 square feet = 0.0929 meter persegi
1 square yard = 0.83613 meter persegi
1 square miles = 2,589,988.1103 meter persegi
1 square millimeter = 0.000001 meter persegi
1 square centimeter = 0.0001 meter persegi
1 square kilometer = 1,000,000 meter persegi
1 acre = 4,046.85642 meter persegi
1 are = 100 meter persegi
1 hectare = 10,000 meter persegi
Energy
1 calorie = 4.1868 joule
1 kilocalorie = 4,186.80 joule
1 kilojoules = 1,000 joule
1 Hp-hour = 2,680,965 joule
1 kilowatt-hour = 3,600,000 joule
Length
1 millimeter = 0.10 centimeter
1 meter = 1,000 centimeter
1 kilometer = 100,000 centimeter
1 inch = 2.54 centimeter
1 feet = 30.48 centimeter
1 yard = 91.44 centimeter = 0.9144 meter
1 mile = 160,934.40 centimeter = 1.60934 kilometer
1 naut. mile = 185,200 centimeter = 1.852 kilometer
Mass
1 milligram = 0.001 gram
1 kilogram = 1,000 gram
1 metric ton = 1,000,000 gram
1 ounce = 28.34952 gram
1 pound = 453.59237 gram = 0.45359237 kilogram = 16 oz (ounce)
1 stone = 6,350.29318 gram = 6.35029318 kilogram
Power
1 horsepower = 745.70 watt
1 kilowatt = 1,000 watt
Pressure
1 atmosphere = 761.84211 mm Hg
1 bar = 751.8797 mm Hg
1 pascal = 0.00752 mm Hg
Time
1 week = 7 hari = 168 jam = 10,080 menit = 604,800 detik
Velocity
1 mile/hour = 1.60394 kilometer per jam
1 meter/detik = 3.6 kilometer per jam
1 feet/detik = 1.09728 kilometer per jam
1 knots = 1.852 kilometer per jam
Volume
1 liter = 1,000 milliliter
1 barrel = 158.98729 liter
1 gallon (US) = 3.78541 liter
1 gallon (UK) = 4.54609 liter
1 pint (UK) = 0.56826 liter = 568.26 milliliter
1 dry pt (US) = 0.55061 liter 550.61 milliliter
1 liquid pt (US) = 0.47318 liter = 473.18 milliliter
1 liquid ounce (US) = 0.02957 liter = 29.57 milliliter
1 fluid ounce (US) = 0.02841 liter = 28.41 milliliter
1 cubic feet = 0.02832 cubic meter
1 cubic feet = 1728 cubic inches
1 cubic feet = 28,316.84659 cubic centimeter = 28,316,846.592 cubic centimeter
Kamis, 22 Mei 2008
Rabu, 21 Mei 2008
Anies Rasyid Baswedan, Rektor Muda yang Masuk Daftar 100 Intelektual Dunia
Beri Pendekatan Baru atas Terorisme
ALANGKAH rindunya bangsa ini untuk kembali diperhitungkan dunia. Diplomasi buruk, politik luar negeri yang sarat kecaman, hingga frustrasi minimnya prestasi olahraga, membuat Indonesia seperti berada di titik nol dalam pergaulan dunia.
Tapi, di penghabisan April ini, seorang anak bangsa masuk daftar para ilmuwan, pemikir, dan aktivis paling berpengaruh seantero jagat. Nama Anies Baswedan secara mengejutkan terpacak di antara 100 intelektual dunia versi majalah Foreign Policy (FP), Amerika. Dia sejajar dengan sejumlah sosok fenomenal, seperti Yusuf Al Qardhawi, Samuel Huntington, Fukuyama, M. Yunus, dan Lee Kuan Yew.
Sejumlah kalangan terkejut atas berita yang dilansir dalam situs internet www.foreignpolicy.com 22 April 2008 tersebut. Rektor sebuah universitas swasta di Jakarta berusia 39 tahun itu dikualifikasikan sebagai pemikir berpengaruh di dunia.
Ditemui di kediamannya Jumat (25/4), Anies pun tak menyangka namanya berada di daftar bergengsi itu. "Teman saya di Amerika yang kasih tahu kali pertama. Kebetulan dia pembaca setia Foreign Policy," katanya terus terang kepada Candra Kurnia Harinanto dari Jawa Pos.
Rektor Universitas Paramadina, yang dirintis Nurcholish Madjid, itu merasa tak pernah punya hubungan dengan majalah yang memuat namanya tersebut. Tak pernah diwawancara dan, bahkan, tak satu artikel pun yang dia tulis pernah dimuat di majalah FP.
Majalah FP, menurut Wikipedia, adalah majalah dua bulanan Amerika. Majalah top itu didirikan pada 1970 oleh Samuel P. Huntington dan Warren Demian Manshel. Penerbitnya juga lembaga terkenal di Washington D.C, yakni Carnegie Endowment for International Peace. Topik yang diulas di majalah itu termasuk politik global, ekonomi, integrasi, dan ide-ide. Pada awal 2006, majalah itu melebarkan sayap, membuat sebuah blog, Foreign Policy Passport. Setiap tahun majalah tersebut ditunggu karena memublikasikan Indeks Global, Negara Gagal, serta laporan khusus Ide-Ide Paling Berbahaya di Dunia.
Di antara beberapa kualifikasi yang menjadi dasar pemilihan tokoh-tokoh dunia itu, alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut tak merasa memenuhinya. "Satu-satunya kualifikasi yang cocok cuma mudanya saja," katanya merendah. Intelektual kelahiran Kuningan, 7 Mei 1969, tersebut mengira, surveyor majalah FP memilih namanya secara random dari tokoh-tokoh menonjol di Asia Pasifik. "Kebetulan saya orang muda," katanya, lagi-lagi merendah.
Karena tak mengerti dasar pemilihan dirinya sebagai salah seorang tokoh dunia, ayah dua putra dan satu putri itu hanya bisa meraba mengapa namanya dinilai layak disejajarkan dengan pemikir hebat. Sekitar 2002-2003, Anies pernah menulis sebuah paper berjudul Paradigm Entrapment in Analyzing Terrorism atau jebakan paradigma dalam analisis terorisme. "Tapi, paper itu juga tidak ada yang mau memuat," lanjut peneliti utama Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.
Meski tak dipublikasikan, paper berisi kerangka kerja menganalisis terorisme tersebut mendapatkan sambutan baik dari kalangan akademisi di Negeri Paman Sam. "Mungkin, saya adalah salah satu di antara sedikit orang Indonesia yang sering diundang di Chicago, Washington, tentang situasi terakhir di Indonesia dan bagaimana kita membaca perkembangan terakhir," ingatnya.
Dalam analisis jebakan paradigma, Anies menawarkan konsep baru dalam menganalisis terorisme. Yakni, pendekatan rasional. Selama ini masyarakat selalu menganalisis terorisme hanya dengan menggunakan pendekatan kultural.
Tentang dua pendekatan itu, dia menjelaskan, penggunaan pendekatan kultural dalam menganalisis terorisme memaksa umat Islam selalu mencari pembelaan atas agamanya. "Setiap ada pelaku bom pasti yang diungkit agamanya apa, ideologinya, latar belakang pendidikannya apa. Akibatnya, para pemuka agama Islam sibuk mencari pembelaan dengan menyatakan, Islam adalah agama damai, santun, untuk meng-counter opini masyarakat yang menyerang background kulturalnya," tandasnya. Pendekatan seperti itu juga sering digunakan ilmuwan muslim di Indonesia dan mayoritas negara di dunia.
Pendekatan rasional ialah melihat terorisme dari latar belakang kepentingan sang pelaku. Pelaku teror juga memperhitungkan efek perbuatannya pada masa depan. "Jadi pelaku bom, misalnya, akan berpikir apa yang saya dapat dengan melakukan teror seperti itu," paparnya. Pendekatan itu lebih mampu mengungkap akar masalah dan penyebab utama terorisme terjadi.
Pendekatan rasional telah menemukan fakta empirisnya. Anies menyebut sebuah wilayah yang paling intensif terjadi bom bunuh diri adalah Lebanon. Dari data, pelaku bom bunuh diri di negara tersebut 70 persen non-muslim. Sementara pelaku muslim hanya sekitar 12 persen.
Inventor rompi bom dan pemegang rekor dunia bom bunuh diri adalah Macan Tamil, bukan Palestina. Menggunakan pendekatan kultural itu mengecohkan, karena peradaban Islam telah hidup selama15 abad, tapi baru beberapa dekade terakhir ini muncul tindak kekerasan teror. Jadi adalah salah total jika Islam lalu dianggap sebagai sumber terorisme.
"Wong berabad-abad tanpa terorisme kok sekarang tahu-tahu dituding teroris. Jadi pendekatan kultural tidak bisa menjelaskan why, when, and how muncul terorisme" jelas doktor dari Northern Illinois University itu. Sama halnya dengan ekstremisme yang sudah hidup sejak ratusan tahun lalu dan tidak hanya ada di dalam Islam.
Dalam kajian pendekatan rasional, fokus analisis tak hanya pada pelaku, tapi juga pada objek terorisme. Sebab, menurut mantan ketua umum Senat Mahasiswa UGM itu, peristiwa teror merupakan hasil interaksi intensif antara pelaku dan objek teror.
Interaksi itu biasanya berbentuk penindasan satu pihak kepada kelompok yang lain. Hingga akhirnya terjadi perlawanan. "Karena itu, pendekatan rasional nggak laku di Amerika. Keburukan Amerika bisa terbongkar," katanya. Dia berharap, penggunaan pendekatan rasional bisa meluruskan semua.
Dalam daftar 100 intelektual dunia tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang menjadi referensi sekaligus ingin dikritik Anies. Yusuf Al Qardhawi (tokoh Ikhwanul Muslimin) dan Noam Chomsky (linguis kritis AS dari MIT) adalah dua pemikir idolanya. Keduanya sama-sama anti-Amerika. "Saya baca terus tulisan dua orang itu," tandasnya.
Tapi, saat Anies ditanya, jika ada kesempatan bertemu dengan 100 orang yang ada dalam daftar intelektual dunia itu, dia menjawab ingin mengkritik pemikiran Fukuyama dan Samuel Huntington. Sebab, Fukuyama pernah memprediksi bahwa pasca-Perang Dunia II, Amerika akan menguasai perdaban dunia. "Dia bilang peradaban akan berakhir dan Amerika akan menjadi raja. Padahal, sekarang semua mata melihat kebangkitan Tiongkok dan India menjadi kekuatan ekonomi politik baru di dunia. Dan, rupanya, akan terus berkembang pesat," kritiknya.
Rencananya, majalah FP me-ranking 100 nama tokoh dunia tersebut melalui voting yang dilakukan masyarakat. Hasil polling akan diterbitkan dalam majalah tersebut edisi Juli-Agustus 2008.
ALANGKAH rindunya bangsa ini untuk kembali diperhitungkan dunia. Diplomasi buruk, politik luar negeri yang sarat kecaman, hingga frustrasi minimnya prestasi olahraga, membuat Indonesia seperti berada di titik nol dalam pergaulan dunia.
Tapi, di penghabisan April ini, seorang anak bangsa masuk daftar para ilmuwan, pemikir, dan aktivis paling berpengaruh seantero jagat. Nama Anies Baswedan secara mengejutkan terpacak di antara 100 intelektual dunia versi majalah Foreign Policy (FP), Amerika. Dia sejajar dengan sejumlah sosok fenomenal, seperti Yusuf Al Qardhawi, Samuel Huntington, Fukuyama, M. Yunus, dan Lee Kuan Yew.
Sejumlah kalangan terkejut atas berita yang dilansir dalam situs internet www.foreignpolicy.com 22 April 2008 tersebut. Rektor sebuah universitas swasta di Jakarta berusia 39 tahun itu dikualifikasikan sebagai pemikir berpengaruh di dunia.
Ditemui di kediamannya Jumat (25/4), Anies pun tak menyangka namanya berada di daftar bergengsi itu. "Teman saya di Amerika yang kasih tahu kali pertama. Kebetulan dia pembaca setia Foreign Policy," katanya terus terang kepada Candra Kurnia Harinanto dari Jawa Pos.
Rektor Universitas Paramadina, yang dirintis Nurcholish Madjid, itu merasa tak pernah punya hubungan dengan majalah yang memuat namanya tersebut. Tak pernah diwawancara dan, bahkan, tak satu artikel pun yang dia tulis pernah dimuat di majalah FP.
Majalah FP, menurut Wikipedia, adalah majalah dua bulanan Amerika. Majalah top itu didirikan pada 1970 oleh Samuel P. Huntington dan Warren Demian Manshel. Penerbitnya juga lembaga terkenal di Washington D.C, yakni Carnegie Endowment for International Peace. Topik yang diulas di majalah itu termasuk politik global, ekonomi, integrasi, dan ide-ide. Pada awal 2006, majalah itu melebarkan sayap, membuat sebuah blog, Foreign Policy Passport. Setiap tahun majalah tersebut ditunggu karena memublikasikan Indeks Global, Negara Gagal, serta laporan khusus Ide-Ide Paling Berbahaya di Dunia.
Di antara beberapa kualifikasi yang menjadi dasar pemilihan tokoh-tokoh dunia itu, alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut tak merasa memenuhinya. "Satu-satunya kualifikasi yang cocok cuma mudanya saja," katanya merendah. Intelektual kelahiran Kuningan, 7 Mei 1969, tersebut mengira, surveyor majalah FP memilih namanya secara random dari tokoh-tokoh menonjol di Asia Pasifik. "Kebetulan saya orang muda," katanya, lagi-lagi merendah.
Karena tak mengerti dasar pemilihan dirinya sebagai salah seorang tokoh dunia, ayah dua putra dan satu putri itu hanya bisa meraba mengapa namanya dinilai layak disejajarkan dengan pemikir hebat. Sekitar 2002-2003, Anies pernah menulis sebuah paper berjudul Paradigm Entrapment in Analyzing Terrorism atau jebakan paradigma dalam analisis terorisme. "Tapi, paper itu juga tidak ada yang mau memuat," lanjut peneliti utama Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.
Meski tak dipublikasikan, paper berisi kerangka kerja menganalisis terorisme tersebut mendapatkan sambutan baik dari kalangan akademisi di Negeri Paman Sam. "Mungkin, saya adalah salah satu di antara sedikit orang Indonesia yang sering diundang di Chicago, Washington, tentang situasi terakhir di Indonesia dan bagaimana kita membaca perkembangan terakhir," ingatnya.
Dalam analisis jebakan paradigma, Anies menawarkan konsep baru dalam menganalisis terorisme. Yakni, pendekatan rasional. Selama ini masyarakat selalu menganalisis terorisme hanya dengan menggunakan pendekatan kultural.
Tentang dua pendekatan itu, dia menjelaskan, penggunaan pendekatan kultural dalam menganalisis terorisme memaksa umat Islam selalu mencari pembelaan atas agamanya. "Setiap ada pelaku bom pasti yang diungkit agamanya apa, ideologinya, latar belakang pendidikannya apa. Akibatnya, para pemuka agama Islam sibuk mencari pembelaan dengan menyatakan, Islam adalah agama damai, santun, untuk meng-counter opini masyarakat yang menyerang background kulturalnya," tandasnya. Pendekatan seperti itu juga sering digunakan ilmuwan muslim di Indonesia dan mayoritas negara di dunia.
Pendekatan rasional ialah melihat terorisme dari latar belakang kepentingan sang pelaku. Pelaku teror juga memperhitungkan efek perbuatannya pada masa depan. "Jadi pelaku bom, misalnya, akan berpikir apa yang saya dapat dengan melakukan teror seperti itu," paparnya. Pendekatan itu lebih mampu mengungkap akar masalah dan penyebab utama terorisme terjadi.
Pendekatan rasional telah menemukan fakta empirisnya. Anies menyebut sebuah wilayah yang paling intensif terjadi bom bunuh diri adalah Lebanon. Dari data, pelaku bom bunuh diri di negara tersebut 70 persen non-muslim. Sementara pelaku muslim hanya sekitar 12 persen.
Inventor rompi bom dan pemegang rekor dunia bom bunuh diri adalah Macan Tamil, bukan Palestina. Menggunakan pendekatan kultural itu mengecohkan, karena peradaban Islam telah hidup selama15 abad, tapi baru beberapa dekade terakhir ini muncul tindak kekerasan teror. Jadi adalah salah total jika Islam lalu dianggap sebagai sumber terorisme.
"Wong berabad-abad tanpa terorisme kok sekarang tahu-tahu dituding teroris. Jadi pendekatan kultural tidak bisa menjelaskan why, when, and how muncul terorisme" jelas doktor dari Northern Illinois University itu. Sama halnya dengan ekstremisme yang sudah hidup sejak ratusan tahun lalu dan tidak hanya ada di dalam Islam.
Dalam kajian pendekatan rasional, fokus analisis tak hanya pada pelaku, tapi juga pada objek terorisme. Sebab, menurut mantan ketua umum Senat Mahasiswa UGM itu, peristiwa teror merupakan hasil interaksi intensif antara pelaku dan objek teror.
Interaksi itu biasanya berbentuk penindasan satu pihak kepada kelompok yang lain. Hingga akhirnya terjadi perlawanan. "Karena itu, pendekatan rasional nggak laku di Amerika. Keburukan Amerika bisa terbongkar," katanya. Dia berharap, penggunaan pendekatan rasional bisa meluruskan semua.
Dalam daftar 100 intelektual dunia tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang menjadi referensi sekaligus ingin dikritik Anies. Yusuf Al Qardhawi (tokoh Ikhwanul Muslimin) dan Noam Chomsky (linguis kritis AS dari MIT) adalah dua pemikir idolanya. Keduanya sama-sama anti-Amerika. "Saya baca terus tulisan dua orang itu," tandasnya.
Tapi, saat Anies ditanya, jika ada kesempatan bertemu dengan 100 orang yang ada dalam daftar intelektual dunia itu, dia menjawab ingin mengkritik pemikiran Fukuyama dan Samuel Huntington. Sebab, Fukuyama pernah memprediksi bahwa pasca-Perang Dunia II, Amerika akan menguasai perdaban dunia. "Dia bilang peradaban akan berakhir dan Amerika akan menjadi raja. Padahal, sekarang semua mata melihat kebangkitan Tiongkok dan India menjadi kekuatan ekonomi politik baru di dunia. Dan, rupanya, akan terus berkembang pesat," kritiknya.
Rencananya, majalah FP me-ranking 100 nama tokoh dunia tersebut melalui voting yang dilakukan masyarakat. Hasil polling akan diterbitkan dalam majalah tersebut edisi Juli-Agustus 2008.
Bahaya Duduk Terlalu Lama
BEKERJA di belakang meja sepertinya lebih aman ketimbang harus berjibaku di lapangan atau proyek konstruksi. Namun jangan salah! Kerja di kantor yang nyaman dengan duduk berlama-lama di depan komputer atau laptop bisa membunuh Anda pelan-pelan.
Hal yang paling diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.
Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun, menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri Anda bila kerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja, atau menghabiskan tiga jam berturut-turut dengan sekedar duduk mengoperasikan laptop.
Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarah jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. Pembekuan darah terjadi di pembuluh vena dan biasanya pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan.
Beasley menganjurkan pekerja kantoran untuk melakukan rutin melakukan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran aliran darah. Sebuah riset di Italia pun mengindikasikan peregangan dan relaksasi menurunkan kasus sakit kepala para karyawan hingga 40 persen.
Risiko lain yang mengintai para pekerja kantoran adalah bakteri dan virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya bahkan mungkin melebihi kloset di kamar mandi Anda.
Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan beberapa keyboard di sebuah perkantoran LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkap seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing di mana mereka ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform, staphylococcus aureus, yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah diare kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.
Bakteri juga tidak hanya sembunyi di keyboard, namun juga pada meja, telepon dan alat lain. Peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih ketimbang kursi yang duduki. Para ahli Mikrobiologi menemukan sebuah kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.
Sindrom Mata
Selain pembekuan darah dan mikroba, ancaman lainnya adalah sindrom mata akibat komputer yang baru-baru ini diperingatkan American Optometric Association. Gejala sindrom ini adalah mata perih, sensitif terhadap cahaya, nyeri di leher dan punggung.
Dr Kent Daum, dari Illinois College Of Optometry di Chicago mengatakan: “Bekerja di depan komputer membuat mata bekerja keras karena tuntutan pergerakan mata dan fokusing yang baik. Re-focusing menyebabkan stres pada otot mata yang bisa berakibat pada gangguan mata.
Kerusakan Paru-paru
Hal lain yang juga dicemaskan adalah bahaya Printer Lases terhadap kesehatan paru-paru karyawan. Peneliti dari Australia’s Queensland University Of Technology menemukan dampak alat ini mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan.
Di samping laser printe, asap elektronik juga bisa menjadi ancaman. Tim ahli dari London’s Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya.
Salah satu peneliti, Keith Jamieson, menjelaskan : “Medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara. Itulah sebabnya di belakang monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan paru-paru manusia . Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus dinetralisir tubuh, ” paparnya.
Yang terakhir, ancaman di tempat kerja adalah Sick Building Syndrome. Menurut WHO, gejalannya adalah iritasi pada mata , hidung dan tenggorokan, selain juga pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi akibat buruknya ventilasi, tingginya temperatur dan buruknya pencahayaan.
sumber : banjarmasinpost.co.id
Hal yang paling diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.
Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun, menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri Anda bila kerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja, atau menghabiskan tiga jam berturut-turut dengan sekedar duduk mengoperasikan laptop.
Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarah jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. Pembekuan darah terjadi di pembuluh vena dan biasanya pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan.
Beasley menganjurkan pekerja kantoran untuk melakukan rutin melakukan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran aliran darah. Sebuah riset di Italia pun mengindikasikan peregangan dan relaksasi menurunkan kasus sakit kepala para karyawan hingga 40 persen.
Risiko lain yang mengintai para pekerja kantoran adalah bakteri dan virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya bahkan mungkin melebihi kloset di kamar mandi Anda.
Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan beberapa keyboard di sebuah perkantoran LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkap seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing di mana mereka ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform, staphylococcus aureus, yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah diare kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.
Bakteri juga tidak hanya sembunyi di keyboard, namun juga pada meja, telepon dan alat lain. Peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih ketimbang kursi yang duduki. Para ahli Mikrobiologi menemukan sebuah kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.
Sindrom Mata
Selain pembekuan darah dan mikroba, ancaman lainnya adalah sindrom mata akibat komputer yang baru-baru ini diperingatkan American Optometric Association. Gejala sindrom ini adalah mata perih, sensitif terhadap cahaya, nyeri di leher dan punggung.
Dr Kent Daum, dari Illinois College Of Optometry di Chicago mengatakan: “Bekerja di depan komputer membuat mata bekerja keras karena tuntutan pergerakan mata dan fokusing yang baik. Re-focusing menyebabkan stres pada otot mata yang bisa berakibat pada gangguan mata.
Kerusakan Paru-paru
Hal lain yang juga dicemaskan adalah bahaya Printer Lases terhadap kesehatan paru-paru karyawan. Peneliti dari Australia’s Queensland University Of Technology menemukan dampak alat ini mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan.
Di samping laser printe, asap elektronik juga bisa menjadi ancaman. Tim ahli dari London’s Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya.
Salah satu peneliti, Keith Jamieson, menjelaskan : “Medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara. Itulah sebabnya di belakang monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan paru-paru manusia . Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus dinetralisir tubuh, ” paparnya.
Yang terakhir, ancaman di tempat kerja adalah Sick Building Syndrome. Menurut WHO, gejalannya adalah iritasi pada mata , hidung dan tenggorokan, selain juga pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi akibat buruknya ventilasi, tingginya temperatur dan buruknya pencahayaan.
sumber : banjarmasinpost.co.id
Selasa, 13 Mei 2008
Tujuh Rahasia Uang
”Ultimate Money Machine, Menciptakan Mesin Uang yang Terus Mengalir”. Itu salah satu judul buku yang saat ini sedang saya baca. Merupakan karya dari Robert G. Allen. Judulnya sangat eye catching dan isinya cukup memandu sehingga saya rela mengeluarkan isi dompet untuk buku setebal 368 halaman ini. Saya akan membagi ilmu yang saya dapat dari buku tersebut di blog ini. Penyampaiannya saya sesuaikan menurut pandangan dan pengalaman saya. Semoga dapat berguna dan dapat kita praktekkan bersama.
Sebagai sesi pembuka, saya akan menceritakan Rahasia Uang yang merupakan rahasianya orang banyak duit atau orang kaya. Inilah jawaban mengapa orang kaya bertambah kaya. Jika kita menerapkan tujuh rahasia uang ini, insya Allah kekayaan akan terus menghampiri kita.
Berikut ini tujuh Rahasia Uang yang akan membuat kita sukses secara finansial (Diurut berdasarkan proses).
1. Hargai
Hargai dan syukuri setiap rupiah yang kita dapat dari hasil kerja keras kita. Dengan menghargai dan mensyukuri maka kita akan memiliki sikap berhati-hati dalam membelanjakan uang.
2. Kendalikan
Kendalikan pengeluaran uang kita. Perhatikan apakah ada pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu, apalagi kalau pengeluaran sampai lebih besar dari pendapatan, itu bocor namanya J.
3. Tabung
Sisihkan sebagian uang dari pendapatan lalu ditabung. Hal ini dilakukan pertama kali di awal bulan sebelum pendapatan dipakai untuk kebutuhan bulanan. Ini membuat kita surplus di akhir bulan.
4. Hasilkan
Setelah tabungan terkumpul, gunakan untuk modal usaha (bisnis) sehingga uang tersebut akan berkembang dan tentunya sumber penghasilan kita bertambah. Dengan memiliki lebih dari satu sumber pendapatan maka secara finansial kita akan lebih aman.
5. Tanamkan
Investasikan sebagian keuntungan yang kita peroleh dari beberapa bisnis yang kita jalankan. Dengan berinvestasi, uang akan semakin berkembang tanpa perlu mengeluarkan pikiran maupun tenaga.
6. Bentengi
Jika kita telah memiliki ’gunung kekayaan’, bentengilah. Bentengi asset finansial kita karena ada banyak hal di luar sana yang bisa menggerogoti kekayaan kita dengan segala cara. Kita perlu bantuan para pakar untuk menjaganya. Para pakar ini meliputi seorang akuntan yang kompeten, pengacara yang jujur, dan ahli strategi pajak. Biaya untuk membayar mereka mahal, tetapi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan hilangnya ’gunung kekayaan’.
7. Berbagilah
Setelah Anda memiliki gunung kekayaan, berbagai keinginan dapat anda wujudkan. Tapi ingat, kebahagiaan bukan hanya materi dan duniawi semata. Jiwa kita secara alamiah akan tenang dan senang jika dapat membantu orang lain. Jadi, bagilah kekayaan Anda dengan orang lain yang membutuhkan. Yakinlah, dengan berbagi, bersedekah, dunia akan tersenyum pada kita, dan jangan kaget kalau kita malah semakin kaya.
Saran saya sih, kita berbagi dengan orang lain tanpa harus menunggu memiliki ’gunung kekayaan’ agar hati selalu tenang dan mendapatkan rejeki yang tidak terduga-duga. Karena orang-orang yang selalu berzakat dan bersedekah akan dijamin rizkinya oleh Allah SWT.
Sebagai sesi pembuka, saya akan menceritakan Rahasia Uang yang merupakan rahasianya orang banyak duit atau orang kaya. Inilah jawaban mengapa orang kaya bertambah kaya. Jika kita menerapkan tujuh rahasia uang ini, insya Allah kekayaan akan terus menghampiri kita.
Berikut ini tujuh Rahasia Uang yang akan membuat kita sukses secara finansial (Diurut berdasarkan proses).
1. Hargai
Hargai dan syukuri setiap rupiah yang kita dapat dari hasil kerja keras kita. Dengan menghargai dan mensyukuri maka kita akan memiliki sikap berhati-hati dalam membelanjakan uang.
2. Kendalikan
Kendalikan pengeluaran uang kita. Perhatikan apakah ada pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu, apalagi kalau pengeluaran sampai lebih besar dari pendapatan, itu bocor namanya J.
3. Tabung
Sisihkan sebagian uang dari pendapatan lalu ditabung. Hal ini dilakukan pertama kali di awal bulan sebelum pendapatan dipakai untuk kebutuhan bulanan. Ini membuat kita surplus di akhir bulan.
4. Hasilkan
Setelah tabungan terkumpul, gunakan untuk modal usaha (bisnis) sehingga uang tersebut akan berkembang dan tentunya sumber penghasilan kita bertambah. Dengan memiliki lebih dari satu sumber pendapatan maka secara finansial kita akan lebih aman.
5. Tanamkan
Investasikan sebagian keuntungan yang kita peroleh dari beberapa bisnis yang kita jalankan. Dengan berinvestasi, uang akan semakin berkembang tanpa perlu mengeluarkan pikiran maupun tenaga.
6. Bentengi
Jika kita telah memiliki ’gunung kekayaan’, bentengilah. Bentengi asset finansial kita karena ada banyak hal di luar sana yang bisa menggerogoti kekayaan kita dengan segala cara. Kita perlu bantuan para pakar untuk menjaganya. Para pakar ini meliputi seorang akuntan yang kompeten, pengacara yang jujur, dan ahli strategi pajak. Biaya untuk membayar mereka mahal, tetapi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan hilangnya ’gunung kekayaan’.
7. Berbagilah
Setelah Anda memiliki gunung kekayaan, berbagai keinginan dapat anda wujudkan. Tapi ingat, kebahagiaan bukan hanya materi dan duniawi semata. Jiwa kita secara alamiah akan tenang dan senang jika dapat membantu orang lain. Jadi, bagilah kekayaan Anda dengan orang lain yang membutuhkan. Yakinlah, dengan berbagi, bersedekah, dunia akan tersenyum pada kita, dan jangan kaget kalau kita malah semakin kaya.
Saran saya sih, kita berbagi dengan orang lain tanpa harus menunggu memiliki ’gunung kekayaan’ agar hati selalu tenang dan mendapatkan rejeki yang tidak terduga-duga. Karena orang-orang yang selalu berzakat dan bersedekah akan dijamin rizkinya oleh Allah SWT.
Selasa, 06 Mei 2008
Mimpi Itu Mulai Terwujud
Alhamdulillah... mimpi untuk punya tempat usaha (kios) di depan rumah mulai terwujud. Bangunan telah berdiri, tinggal dikasih rolling door, dicat, beli etalase, dan tentu beli barang-barang yang akan dijual (hehe... masih banyak juga ya yang perlu dilengkapi). Tapi tenang aja... ada kemauan pasti ada jalan. Seperti harapan saya yang lalu ingin mendirikan kios (baca postingan Rumah Baru, Harapan Baru), eh ternyata ada aja pinjaman lunak tanpa bunga... dari siapa? Pokoknya ada deh... yang penting ada niat dan usaha (:
Rencananya nih, kios pertama saya ini bakal diisi sama alat-alat tulis kantor plus produk lain yang masih sedang saya & istri pertimbangkan. Alamat tempat pembelian grosir alat tulis sudah saya pegang, cuma memang lokasinya ada di Jakarta semua. Kalau ada grosiran di Bogor, enak juga, nggak jauh-jauh. Hmm... semoga mimpi ini lebih cepat terwujud....
Rencananya nih, kios pertama saya ini bakal diisi sama alat-alat tulis kantor plus produk lain yang masih sedang saya & istri pertimbangkan. Alamat tempat pembelian grosir alat tulis sudah saya pegang, cuma memang lokasinya ada di Jakarta semua. Kalau ada grosiran di Bogor, enak juga, nggak jauh-jauh. Hmm... semoga mimpi ini lebih cepat terwujud....