Rabu, 02 Maret 2011

6 Kesalahan Besar yang Menjadi Pembunuh Bisnis

Ini saya dapat dari ceramah bisnis Pak Heppy Trenggono, ketua IIBF (Islamic Business Forum) Indonesia dan owner perusahaan kelapa sawit Balimuda. Berikut ini 6 kesalahan besar yang menjadi pembunuh bisnis (business killer).

1. Terlalu Terobsesi pada Produk/Ide
Terlalu terfokus pada produk sehingga mengabaikan pasar. Menurut Pak Heppy, produk/ide bagus hanya 1% dari faktor sukses. Yang paling penting adalah “Bagaimana Anda Melakukan Bisnis”.

2. Speed (Kecepatan)
Speed is not your friends, especially for beginners (Kecepatan bukanlah teman, terutama untuk pebisnis pemula). Terburu-buru menjadi besar tanpa disertai ilmu bisnis yang memadai dapat menyebabkan kehancuran bisnis yang menyakitkan. Perkecil resiko meskipun untuk hasil besar.

3. Technical Success
Jika Anda sangat menyukai atau sangat jago akan suatu hal jangan buka bisnis berhubungan dengan hal tersebut karena Anda akan menyita waktu mengurusi hal-hal teknis saja sehingga pengelolaan bisnis terabaikan.

4. Optimisme yang Berlebihan
Optimisme yang berlebihan merupakan perwujudan sifat terburu nafsu karena melihat tawaran bisnis yang menggiurkan. Biasanya bisnis yg ditawarkan to good to be true, keuntungannya super fantastis. Di situlah harus hati-hati, biasanya ada kesulitan yang tidak kita lihat. Karena business is intelectual sport, bukan nafsu. Jangan mainkan bisnis dengan emosional. Ketika kita mempertimbangkan bisnis, gunakan kalkulator, bukan perasaan.

5. Lack of Second Idea (Kurangnya Ide Kedua/Inovasi)
Lupa untuk melakukan inovasi. Padahal, kunci bisnis ada 2, marketing dan inovasi. Pasar selalu berubah, dunia berubah, kompetisi berubah. Sukses jaman dulu tidak menjamin sukses di masa depan. Jadi, mesti selalu berkomunikasi pada pasar.

6. Run Out Cash flow (Tidak Ada Cash Flow)
OCF (Operating Cash Flow): cashflow dari hasil operasi merupakan cashflow yg paling penting. Sementara ICF (Investing Cash Flow) merupakan cash untuk membeli asset. Yang kita butuhkan adalah Free Cash (OCF – ICF), free cash inilah yang merupakan uang yang benar-benar bisa dinikmati. Sales naik, profit naik, tapi OCF minus, berbahaya. OCF yang selalu negatif merupakan tanda-tanda perusahaan menuju kehancuran.

Semoga bermanfaat.

Rahasia Do'a Mengatasi Hutang

Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

Allahumma innii a'udzubika minal hamma wal hazan, wa a'udzubika minal 'azzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhl, wa a'udzubika min gholabatiddayni wa qohrirrojaal

Artinya:
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.

Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati.

Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.

Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”

Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera.

Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang. Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar. Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282.

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.”

Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang...!

Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/rahasia-do-a-mengatasi-hutang.htm

Selasa, 01 Maret 2011

QuickTime 7.6.2


QuickTime 7.6.2 berfungsi untuk membantu anda dalam pemutaran video dan audio. Ketika dikombinasikan dengan QuickTime Player dan QuickTime Pro, aplikasi ini bisa menghasilkan format industri end-to-end, cross-platform, standar berbasis sistem pengiriman media digital.

Jika Anda Suka atau Ingin Mencoba Software iNi ,,, Bisa langsung Download Aja ,,,,,
Nich Linkknya ,,:

Freeware | File ZIP 20.85 MB|Download


*Notice*
-Thanks To Software.um
-Selamat Mencoba
-jangan lupa koment Kalau Anda Berhasil maupun gagal.
.

QuickTime Alternative 2.9.0



QuickTime Alternative memungkinkan Anda untuk memutar file QuickTime berekstensi MOV dan QT. Dengan cara ini anda tidak perlu menginstal QuickTime Player resmi.
QuickTime Alternatif juga mendukung konten yang tertanam di halaman Web. QuickTime plugin termasuk iPIX dan QuickTimeVR. QuickTime Alternatif adalah sebuah perangkat lunak dengan codec, filter dan plugin untuk memainkan file QuickTime.

Jika Anda Senang Dengan Software Ini Bisa Langsung Download Aja ,,,,

Download

*Notice*
-Selamat Mencoba
-Tahnks To Software.um
-jangan lupa koment Kalau Anda Berhasil maupun gagal.
.

Kiat Mengislamkan Suasana Rumah

Rumah bukanlah hanya sebagai tempat berteduh dikala hujan maupun panas. Rumah adalah tempat labuhnya hati setiap anggota keluarga. Suasana dan kesan rumah dapat mempengaruhi kejiwaan empunya. Watak dan kepribagian penghuninya mampu terbentuk secara perlahan-lahan akibat suasana yang terjadi didalamnya.
 

Itulah sebabnya menciptakan lingkungan rumah yang Islami adalah kebutuhan dan keharusan bagi setiap rumah tangga muslim. Terlebih lagi dalam era globalisasi informasi yang begitu gencar menyeruak ke setiap sudut-sudut rumah kita yang tentu sangat merugikan aqidah. Darimana ibu akan memulai berbenah ? Ikuti beberapa kiat berikut ini :


1.  Gunakan Waktu Shalat Sebagai Standar Kegiatan

Kegiatan apapun sebaiknya disesuaikan dengan waktu sholat wajib. Artinya saat adzan berkumandang segala kegiatan harus dihentikan. Demikian pula untuk rencana bepergian jauh, carilah jeda waktu untuk sholat sekaligus untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan.

Waktu-waktu istirahat disesuaikan pula dengan waktu shalat. Tidur siang disesuaikan waktunya agar sudah bisa bangun segar ketika adzan Ashar. Berangkat tidur malam hari lebih awal agar dapat bangun shalat lain dan tidak mengantuk saat shalat Subuh.

2. Kegiatan Ruhani Berjamaah
 
Bukan hanya shalat wajib saja yang dapat dilakukan berjama’ah. Kegiatan lain seperti membaca Al Qur’an, mendengarkan pengajian bahkan menyaksikan acara ruhani di TV pun dapat dilakukan bersama-sama. Kegiatan ini selain mampu mempererat ikatan satu sama lainnya juga menjadikan iman sebagai dasar ikatan keluarga. Suasana penuh keakraban, bermakna ini Insya Allah akan selalu dinantikan penghuninya sebagai pelepas dahaga setelah seharian beraktifitas di luar rumah.

3. Hiburan Sehat dan Islami

Banyak sekali jenis dan macam hiburan yang tersaji di depan mata. Tanpa seleksi ketat, hiburan-hiburan seperti kaset, VCD, CD dapat merusak kejiwaan penghuni rumah, terutama anak-anak segera buang jauh-jauh media yang berisi lagu-lagu yang tidak mendidik, penuh rayuan dan rangsangan birahi. Juga yang begitu keras, kasar dan garang. Gantilah hiburan yang mendukung keimanan anggota keluarga. Nasyid-nasyid kini telah mudah dijumpai dan dimiliki. Baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

Alunan ayat-ayat suci Al Qur’an sebenarnya hiburan yang paling pas untuk dinikmati bisa melalui kaset atau melantunkannya. Rumah yang senantiasa diramaikan oleh bacaan kitab suci Al Qur’an niscaya akan sering didatangi malaikat pembawa rahmah. Suasana rumah pun menjadi tenang dan tentram.

4.  Media Massa Islami

Sudah bukan rahasia lagi tv punya pengaruh kuat dalam membentuk pola pikir dan tindak tanduk penontonnya. Dengan beragam acara tersaji yang sebagian besar bahkan membuat kita lupa mengingat Allah. Mutlak bagi kita sebagai orang tua untuk memilihkan acara yang cocok untuk anak-anak kita. Beri pengertian kepada mereka acara apa saja yang baik dan bermanfaat. Tentukan pula waktu yang tepat untuk menjadikan tv sebagai sarana hiburan yang sehat dan mendidik yang baik mereka.
 
Pemilihan bacaan keluarga pun perlu diseleksi. Majalah ataupun surat kabar yang dipilih jangan sampai memuat gambar-gambar maksiat dan masuk ke rumah kita. Buku-buku cerita untuk anak juga perlu dipilihkan yang Islami. Dan Alhamdulillah sekarang pun mulai tersedia buku-buku tulis, buku pelajaran yang bernuansa Islami.*