Minggu, 24 Mei 2009

Cewek Berbadan Ular


BOJONEGORO, Setelah Kapolres Bojonegoro AKBP Agus Saripul Hidayat melihat langsung makhluk mistis jenglot yang berbadan ular itu, kemarin giliran empat perwira Polres Bojonegoro mendatangi rumah pemelihara jenglot itu, paranormal Mbah Lamidi, di Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Bojonegoro.

Mereka adalah Kabag Operasional (Ops) Polres Bojonegoro Kompol Suhariyono, Kabag Bina Mitra Kompol Husein Hidayat, Kasat Intelkam AKP Tejo S, dan Kabag Samapta AKP Temmy A Rachman. Selain penasaran atas wujud jenglot itu, kedatangan para perwira itu ke tempat Mbah Lamidi adalah untuk membahas persiapan pengamanan sehubungan dengan rencana memamerkan jenglot itu kepada khalayak umum, Sabtu (16/5).

“Kami sedang menyiapkan pola pengamanannya sehingga nanti warga yang melihat jenglot bisa aman,” kata Kompol Suhariyono. Polres tidak ingin berita tentang jenglot yang sudah tersebar luas di Bojonegoro itu membuat warga berduyun-duyun datang, tapi dengan pengamanan minimal. Karena itu, kata Husein Hidayat, pihaknya berupaya menyiapkan pengamanan sejak dini.

“Mulai kemarin sudah ada beberapa petugas yang mengawasi sekitar rumah Mbah Lamidi,” ujarnya.

Bahkan, dengan aparat desa setempat, kemarin juga dibahas rencana memindahkan lokasi pameran jenglot ke rumah Kepala Desa Ngadiluhur karena rumah Mbah Lamidi sempit. Di rumah Kades H Dianto terdapat tempat parkir yang memadai. Juga, akses jalan menuju rumah kades cukup lebar, yakni jalan poros desa.

“Jangan sampai penonton jenglot di rumah Mbah Lamidi berdesak-desakan dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Padahal, akses masuk ke rumah Mbah Lamidi melewati jembatan bambu sempit dan memanjang,” imbuh Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Suharyono. “Rumah kades kelihatannya cukup bisa dipertimbangkan untuk mempertontonkan jenglot. Sebab, jalannya lumayan besar,” katanya.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir warga Kecamatan Balen geger sehubungan dengan ditemukannya jenglot, yang disebut-sebut berwajah wanita dan berbadan ular. Sejumlah orang telah melihat sendiri makhluk mistis itu, yang banyak diyakini keberadaannya oleh sebagian masyarakat Jawa.

Makhluk ini lebih banyak diam seperti mummy ketika dilihat oleh warga di sekitar rumah Mbah Lamidi. Jenglot tersebut bertinggi badan sekitar 18 cm, rambut panjang sekitar 20 cm, dengan di bagian muka terdapat dua alis warna putih memanjang. Matanya terbelalak, ada dua taring, dan badan sampai ekor panjangnya (kalau menjulur) diperkirakan sampai 90 cm.

Selain itu, juga ada dua tangan yang menyilang di dada, dengan jari-jari berwarna hitam dan kukunya memanjang. Di bawah pantatnya seperti ada besi warna kekuning-kuningan. “Jenglot ini untungnya melingkar, jadi tubuhnya tidak terlalu panjang. Kalau memanjang jelas akan bisa sekitar 90 cm,” kata Mbah Lamidi yang menemukan jenglot itu saat menjalani ritual supranatural pada 7 Mei lalu di sungai desanya.

Kemarin, beberapa warga dari kecamatan di luar Balen berdatangan di rumah Mbah Lamidi. Mereka ingin melihat bentuk dan keaslian jenglot berbadan ular itu. Namun, keinginan warga harus dipendam lebih dulu. “Sekarang belum bisa lihat, Sabtu besok saya akan ke sini lagi,” kata Ainurrofiq, warga Kecamatan Kapas.

Selain meninjau lokasi secara langsung, para petinggi Polres Bojonegoro kemarin juga menyarankan kepada Kades Ngadiluhur untuk ikut menyiagakan hansip setempat. “Nanti juga harus diatur bagaimana tempat parkirnya, pintu masuk dan juga keluar,” ucap Suharyon

Binatang yang hidup di luar angkasa


Tardigrades (dikenal dengan Water Bears) merupakan bagian dari supefilum Ecdysozoa, filum Tardigrada . Ukurannya sangat kecil, hidup di air, dengan kaki berjumlah delapan.

Tardigrades pertama kali dideskripsikan oleh Eprhaim Goeze pada tahun 1773. Nama Tardigrada berarti “pejalan lambat” yang diberikan oleh Spallanzani (1777). Panjang tubuh tardigrades dewasa adalah 1,5 mm, paling kecil ukurannya 0,1 mm, larvanya berukuran 0,05 mm.

Tardigrades bisa ditemukan di semua bagian dunia, mulai dari puncak Himalaya hinngga di dasar samudera, dan dari kutub hingga di bagian ekuator.

Tempat yang paling disukai di tempat berganggang. Di pantai, tanah maupun di air dapat dijumpai binatang mini ini.

Hal yang paling menarik dari hewan ini adalah kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang sangat ekstrim. Tardigrades dapat bertahan di lingkungan yang beku (0oc) hingga di tempat yang bertemperatur tinggi (151oc). Bahkan dapat bertahan terhadap radiasi 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan jumlah radiasi di mana makhluk hidup lain dapat bertahan. Oleh karena itu, tardigrades dikenal sebagai hewan yang polyextremeophiles

Dengan kemampuan tersebut, tardigrades merupakan makhluk hidup yang dapat bertahan bila terjadi perang nuklir atau bencana alam lain yang ekstrim. Bahkan tardigrades dapat hidup selama 120 tahun dalam kondisi kering.

Kemampuan unik lainnya dari tardigrades adalah dapat bertahan di keadaan angkasa luar yang hampa udara. Pada satu penelitian di September 2007, tardigrades dapat hidup selama selama 10 hari di lingkungan luar angkasa. Tardigrades yang mengangkasa menggunakan pesawat luar angkasa FOTON-M3 oleh European Space Agency, dapat bertahan hidup dapat keadaan hampa udara, terpapar sinar kosmik, dan bahkan dapat bertahan terhadap radiasi UV matahari 1000 kali lebih tinggi dibandingkan radiasi di permukaan bumi.

9 Cara Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat

1. Ambillah dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.

2. Seks secara teratur
Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.

3. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.

4. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.

5. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.

6. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.

7. Menjadi kreatifif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.

8. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).

Minggu, 10 Mei 2009

Saat Senja Tiba...


Rasanya ingin sekali berada di tepi pantai itu kala senja tiba. Indahnya ciptaan Allah membuat diri ini merasa tenang dan nyaman. Serasa begitu banyak keindahan yang masih menemani di saat sendirian.
Aku ingin senja itu tetap indah ada di mata hatiku...berharap tidak berganti malam, yang membuat pemandangan yang indah itu menjadi gelap. Meski malam dihiasi bulan dan bintang, tapi terkadang bulan dan bintang itu enggan menampakkan diri. Malam akan membuatku terpaksa harus pulang.
Seandainya senja indah itu tak kan berganti.

Rabu, 06 Mei 2009

Cara Baru Obati Stroke


Yogyakarta - Ilmuwan bioteknologi kini tengah mengembangkan pemanfataan stem cell (sel punca) sebagai salah satu cara untuk untuk mengobati berbagai penyakit yang dianggap tidak mudah disembuhkan seperti penyakit stroke, jantung diabetes dan sebagainya.

Menurut Dr Arief Budi Witarto, peneliti bioteknologi dari LIPI, pemanfaatan stem cell dalam pengobatan klinis sangat memungkinkan. Karena teknologi stem cell mempunyai kemampuan untuk merubah menjadi berbagai jenis sel sehingga dapat berfungsi menggantikan sel yang rusak.

"Uji klinis kini sudah mulai dilakukan di beberapa negara untuk mengobati bermacam penyakit," ujar Arief Budi Witarto dalam Diskusi Ilmiah "Perkembangan Bioteknologi Terkini", hasil kerjasama Fakultas Biologi UGM dan Yayasan Biooteknologi Indonesia (YMBI), di ruang seminar Fakultas Biologi, Sabtu (22/11). Selain Witarto, hadir peneliti bioteknologi perikanan UGM, Dr Ir Murwantoko MSi.

Riset mengenai stem cell sudah dilakukan sejak 1998 dan pada 2005 dilaporkan keberhasilannya meng-klon sel embrio manusia. Di 2007, dari hasil riset diketahui ilmuwan juga berhasil menciptakan sel punca dari sel dewasa dengan penambahan faktor-faktor protein tertentu. Bahkan di Korea, sejak 2005 telah dilakukan uji klinis terapi sel punca menggunakan sumber sel punca dewasa dari sumsum tulang belakang untuk pengobatan stroke dengan hasil begitu memuaskan.

"Di Indonesia, tahun ini telah dilakukan pengobatan penyakit jantung menggunakan stem cell. Hasilnya cukup baik," jelasnya. Meski demikian menurut Witarto, penelitian pengembangan stem cell dalam pengobatan masih memerlukan banyak penelitian lebih lanjut dalam mengungkap mekanisme perubahan sel tersebut. Sehingga dirinya berharap agar para peneliti muda di Indonesia tertantang untuk dapat terlibat aktif dalam penelitian dan pemanfaaatan teknologi baru ini.

Sementara Dr Ir Murwantoko Msi mengatakan, pemanfaatan bioteknologi dengan metode diagnostik molekuler bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit ikan lebih cepat dan akurat. Dengan metode yang berbasi DNA dipastikan dapat mengenali target molekul yang menjadi penanda kondisi tertentu apabila ikan terkena penyakit.. "Penularan penyakit ikan dalam lingkungan air terjadi sangat begitu cepat, sehingga dengan metode ini membantu mempercepat mendiagnosa jenis penyakitnya," katanya.