Minggu, 12 Oktober 2008

Semut Berwajah Manusia

Telah diakui secara luas di dlam komunitas antropologi bahwa manusia memiliki keyakinan mendasar bahwa mereka diciptakan menurut gambaran/citra Tuhannya.Pola dasar seperti ini dapat ditemukan baikdi kebudayaan barat atau kebudayaan timur.Keyakinan ini juga yang merupakan salah satu pondasi utama dari agama-agama besar di dunia. Judaisme, Kristiani,Hindu, Islam, Shintoisme, Toisme dan lain sebagainya. Oleh karena itu, bagi mereka yang memegang teguh keyakinan itu sangat mengejutkan bahwa ada mahkluk primitif yang memiliki muka menyerupai manusia.


Setiap negara mempunyai penjelasan yang unik terhapap keberadaan serangga berwajah seperti manusia manusia ini.ada banyak mitos di seluruh dunia mengenai perubahan manusia menjadi serangga dan serangga menjadi manusia.

Menurut Mitologi yunani, ketika wabah penyakit menyerang seluruh penghuni pulau Aegina, Sang Raja meminta Zeus untuk menolong. Zeus merubah semut-semut di pulau itu menjadi sebuah ras tentara yang dikenal sebagai Myrmidons, yang kemudian membantu cucu sang Raja Achilles, memenangkan perang Trojan. Nama Myrmidons atau Μυρμιδόνες berarti "manusia semut". Mereka kejam dan tahan seperti semut dan sangat setia pada pemimpin mereka.Cerita mengenai asal usul mereka pertama kali diungkapkan oleh penyair Ovid.

Satu episode yang paling terkenal dari mitologi India adalah cerita Indra dan semut. dalam episode ini, Kepala para dewa Indra diceritakan sebuah cerita oleh seorang bocah misterius.bocah itu menunjuk ke arah para semut dan berkata: "Mereka semua ini adalah indra. Melewati banyak kehidupan mereka telah bangkit dari keberadaan yang terendah menjadi yang tertinggi.Setiap kali mereka melepaskan petir untuk menghancurkan musuh2x mereka, mereka termakan oleh kepuasan dan kebanggaan, dan kemudian mereka
memulainya kembali dari bawah." itu adalah pelajaran mengenai hukum karma.

semut berwajah manusia di india.