Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Kekuatan 'Mimpi'

Mungkin, 'mimpi' saya jualah yang membawa kembali untuk mengisi blog yang juga menjadi teman dalam memompa semangat dalam diri saya. Salah satu 'mimpi' saya ialah menjadi seorang penulis, ingin bisa berbagi ilmu maupun berbagi cerita yang positif. Dan, kemungkinan besar karena 'mimpi' itulah saya akhirnya kembali mewarnai blog ini :)

'Mimpi'. Kata tersebut sengaja saya beri tanda kutip karena mimpi yang dimaksud bukan berarti mimpi sebagai bunga tidur, melainkan 'mimpi' dalam arti cita-cita, visi, tujuan, ataupun harapan.

Mungkin masih lekat dalam ingatan Anda,kata-kata yang merupakan ikon kebanggan honda, "The Power of Dream", yang artinya 'Kekuatan Mimpi/Impian'. Ya, kekuatan mimpilah yang membuat Soichiro Honda bekerja keras untuk menciptakan sebuah mesin yang lebih unggul dari mesin-mesin yang ada pada zamannya. "kekuatan Mimpi' itu jualah yang akhirnya membuat honda menjadi ikon produk motor yang nyantol kuat dalam memori sebagian besar orang Indonesia. Saya sama sekali bukan ingin mengiklankan honda, tapi kekuatan mimpi honda merupakan salah satu contoh terbaik tentang kekuatan sebuah mimpi/impian.

Tanpa mimpi, visi, tujuan, atau harapan, manusia bisa terjebak dalam rutinitas yang membuatnya jalan di tempat. Tanpa mimpi, manusia mungkin bisa menjadi seperti robot yang kerjanya itu-itu saja sesuai program yang ditanamkan. Dengan bermimpi, berdoa, dan berusaha meraihnya, manusia bisa menjadi luar biasa.

Rabu, 23 November 2011

Keajaiban Sabar

A TRUE STORY, THE MIRACLE OF SABAR..

Oleh:
NURUDDIN AL INDUNISSY - RIYADH 2011
http://www.facebook.com/Nuruddin.Al.Indunissy.OfficialPage


Brother and Sisters in Islam.

Sahabat sahabat mulia yang dimuliakan Allah dalam jemaah Ramadhan ini.

Hidup diluar negeri itu memang berat, bisa jadi teramat berat jika kita tidak memiliki keahlian tertentu yang membuat diri kita memiliki 'nilai jual'.
Bekerja diluar negeri itu keras..
Apa lagi berada diantara dikerasnya nuansa timur tengah.
Jika masih ada pilihan lain, sebaiknya jangan mencoba menjatuhkan pilihan di negeri yang tak ramah ini. Negeri sendiri adalah tempat terbaik yang tidak akan pernah tergantikan.
Teman saya, mengatakan "Di desa itu justru indah. Disana kita bisa menanam padi untuk makan, disana ada danau atau sungai dimana kita bisa mengambil ikan sebagai teman nasi, kalau kita butuh sayur juga tinggal tanam atau beli dengan harga murah.."
Saya bergumam dalam hati, "Iyah benar.." Di Indonesia masih bisa santai saat ac mati. Tapi di timur tengah?
Kulit pasti tak akan tahan, udara rata rata kadang hingga 50 derajat celcius.
Negeri ini adalah hamparan gurun tandus,badai debu bisa datang kapan saja menyelimuti kota, menyesakan nafas nafas dan memperpendek jarak pandang.
Disini beda dengan suasana di Ciwalk - Bandung..
Setiap sore hingga malam seru dengan pejalan kaki santai..
Si akang tukang cireng laris dikerumuni remaja atau mahasiswa hingga larut malam.

Tapi ditimur tengah?
Disini tak ada pedagang asongan, jangan harap bisa menemukan warteg dengan paket nasi goreng plus teh botol..
Disini hampir tidak terlihat pejalan kaki..
Disini tidak ada mikrolet atau angkot kuning jurusan setiabudi - cicaheum..
Disini hanya ada taksi, dan tak ada cerita jalan kaki..
Kehidupan jalan tak ramah.
Gedung gedung garang dan angkuh.
Kota ini tidak ramah
Tak ada celah bagi yang belum siap berjuang dengan segala keahlian untuk menaklukannya.

Tapi meski demikian..
Banyak para pekerja yang datang ke negeri ini..
Di hotel tempat saya bekerja saja ada sekitar 700 orang dari 17 Negara berbeda..
Saya mengenal banyak dari mereka.
Ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri.

Ada beberapa dari mereka dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika. Saya mengenalnya dengan nama Ammar Musthafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga bekerja di Hotel ini.
Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja.
Biasanya saya melihat ia bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek renovasi hotel di tengah terik matahari kota riyadh yang membakar kulit.
Hari itu Ammar tidak terlihat.
Karena penasaran, saya coba tanya kepada Iqbal tentang kabarnya. Iqbal adalah teman saya, seorang Muslim dari Srilanka.
"Oh kamu tidak tahu?"
Jawab iqbal balik bertanya, memakai bahasa Ingris khas India yang bercampur dengan prononsiasi urdhu yang pekat.
"Iyah beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola ya?" Jawab saya.
Selepas itu, tanpa saya duga ikbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.
Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh.
Seperti berusaha memanggil kembali sosok teman yang beberapa waktu tinggal menumpang dikamar apartemennya.
Saya mendengarkan dengan seksama.
Ternyata Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004.
Ia datang ke Negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di Kota ini.
Saudi arabia memang memberikan free visa untuk Negara Negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket.
Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat.
Do'a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya.
Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan untuk keluarganya di Sudan. Ia tetap mencari celah dan kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.
Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat...
Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir..
Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di Kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana Kota yang garang.
Amar tetap bertahan dalam kesabaran.
Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah atau seteguk air dari sungai..
Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.
Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia.
Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Dihampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..
Amar seperti terjerat di belantara Kota ini.
Pulang ke Sudan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan.
Itu tekadnya.
Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya.
Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan dahaga untuk raganya disini.
Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan haus dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.
Tapi Ammar pun Manusia.
Ditahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, lima tahun sudah ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya. Tapi kehidupannya tidak kunjung berubah.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Sudan.
Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya.
Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang.
Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik amar memahaminya, ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan ke Sudan.
Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja.
Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini sulit didapat karena imbas konflik di Libya, Negara tetangganya.
Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.
Ammar pun beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya.
Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan.
Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.
Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu.

Adzan dzuhur bergema..
Semua Toko Toko, Supermarket, Bank, dan Kantor Pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security Kota berjaga jaga di luar kantor kantor, menunggu hingga waktu Shalat berjamaah selesai.
Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh.
Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu.. memabasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air.
Lalu ia masuk mesjid.
Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid.
Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.
Hanya disetiap shalat itulah dia merasakan kesejukan,
Ia merasakan terlepas dari beban Dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit dalam sujudnya.
Disanalah ia biasanya mengadu kepada kekasihnya..
Ia mewarnai setiap sujudnya dengan isakan ketulusan, menghambakan dirinya kepada Allah azza wajala..
Shalat telah selesai.
Ammar masih bingung untuk memulai langkah.
Penerbangan masih seminggu lagi.
Ditangannya hanya ada selembar tiket..
Sakunya telah kering dari minggu lalu. Semua uang yang ia dapati dari hasil kerjanya satu bulan terakhir dikirim kerumah untuk makan anak anak dan istrinya.
Ia diam.
Dilihatnya beberapa mushaf al Qur'an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengmbil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan menikmati al Qur'an hingga adzan Ashar tiba menyapanya.
Selepas Maghrib ia masih disana.
Beberapa hari berikutnya, ia memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.
Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya.
Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu.
Ammar mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa.
Adzannya memang khas.Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah disana.
Adzan itu ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.
Hingga jadwal penerbanganpun tiba.
Ditiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya.
Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.
Amar sudah duduk diruang tunggu dibandara.
Penerbangan sepertinya sedikit ditunda, 15 menit sudah berlalu dari jadwal ia terbang. Kecemasan mulai meliputinya.
Hatinya pilu, ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun,
Padahal lima tahun ini tidak sebentar, tapi ia tidak gentar. Lima tahun itu ia lalui dengan sisa sisa kesabarannya, ia lega karena sudah berusaha semaksimal mungkin. Ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan.
Ia tidak pernah mencemari kedekatannya dengan pemilik Alam semesta ini dengan keluhan. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai Hamba Allah, sebagai Imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya.
Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil namanya. Suara itu datang dari speaker dibandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok berbadan tegap yang menghampirinya.
Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata "Prince memanggilmu".
Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince.

Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini. Mereka memilii Palace atau Istana masing masing.
Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di Mesjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, disana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan Adzan fajar yang biasa ia lantunkan.
Setiap kali Ammar adzan Prince selalu bangun dan merasa terpanggil..
Hingga ketika adzan itu tidak terdengar lagi, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzin itu ternyata pulang kenegerinya Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang..

Ammar sudah berhadapan dengan Prince.
Prince menyambut Ammar dirumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan?
Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di Kota Riyadh ini, tapi tidak pernah mendapatkan kesempatan kerja dengan gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya.
Prince mengangguk nganguk, ia bertanya: "Berapakah gajihmu dalam satu bulan?"
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan bulan tanpa gaji dinegeri ini.
Prince memakluminya.
Beliau bertanya lagi: "Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu terima?"
Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: "Hanya SR 1.400", jawab Ammar.
Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang.
1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (Setara Rp. 184. 800.000).
Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar.
Tubuh Amar bergetar melihat keajaiban dihadapannya.
Belum selesai bibirnya mengucapkan Al Hamdalah...
Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata:
"Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan..
Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh.
Jadilah Bilall dimasjidku.. hiduplah bersama kami di Palace ini"
Ammar tidak kuasa lagi menahan air matanya.
Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin.
Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikannya, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah.
Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari disiang hari yang membakar kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak.
Semua berubah dalam sekejap!
Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar.
Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah.
Nothing Imposible for Allah,
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..
Bumi inipun Milik Allah,..
Alam semesta, Hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya.
Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan.
Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince.
Sungguh ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.
Tidak sadar mata saya berkaca kaca..
Iqbal yang berceritapun terlihat mengeluarkan sapu tangan dan mengusapkan kewajahnya.

Subhanallah...

Seperti itulah buah dari kesabaran.
‎"Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya.
Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya".

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ


"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35)

Allahuakbar!

Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya

Rabu, 02 November 2011

Kiat Sukses ala Hideyoshi

Dalam sejarah Jepang, Toyotomi Hideyoshi adalah tokoh spektakuler yang tidak tertandingi dalam mencapai "puncak prestasi". Ia lahir dari keluarga petani miskin, dibelit nasib pahit; berwajah jelek, pendek, dan tak berpendidikan.

Namun,setumpuk kemalangan hidup itu tak menjadikan Hideyoshi mengutuk nasib yang membelitnya. Kemiskinan yang menjeratnya ia ubah menjadi keberuntungan dengan mengandalkan otak daripada tubuh, akal daripada senjata, strategi (dan logistik) daripada tombak. Alhasil, ia kemudian mampu meraih puncak karier gemilang; ia menjadi wakil kaisar bukan berdasarkan garis keturunan,melainkan dari kecerdikan otak.

Perjuangan Hideyoshi dalam meraih prestasi–dari seorang petani miskin hingga bisa jadi wakil kaisar–itu mengundang kekaguman. Tak sedikit orang Jepang, terutama dari kalangan bawah,yang ingin tahu tentang rahasia di balik kesuksesan Hideyoshi. Dan di antara orang yang ingin tahu itu adalah Jiro dan Gonsuke.Dua petani muda itu tidak ingin kelak menjadi petani lantaran ia dilahirkan dari keluarga petani.

Dengan kata lain,mereka ingin mengikuti jejak Hideyoshi.Keinginan untuk mengubah nasib itulah yang kemudian membawa keduanya menemui Hideyoshi dengan tujuan ingin mencari kebijaksanaan atau menimba ilmu. Kehadiran kedua petani itu diterima Hideyoshi dengan hormat, apalagi mereka datang tidak untuk mencari pekerjaan, melainkan hendak mencari jalan menuju keberuntungan.

Hideyoshi kemudian berbagi kisah perjuangan di balik kesuksesannya, dan di sela-sela kisah perjalanan hidup yang dituturkan itu, Hideyoshi membeberkan tentang kunci sederhana yang membawanya bisa sukses mencapai puncak prestasi.

Pertama, menentukan "tujuan hidup" dengan membayangkan jalan yang akan mengantarkan ke tempat yang diinginkan. Dalam bahasa Hideyoshi, "terbayangkan berarti terjangkau". Artinya, membayangkan sesuatu yang benar-benar mungkin; tahu apa langkah pertama yang harus ditempuh. Ibarat seseorang yang ingin menempuh perjalanan, ia harus memiliki tujuan. Bagi Hideyoshi, kegagalan manusia lebih sering disebabkan oleh ketiadaan tujuan yang jelas dibandingkan dengan ketiadaan kemampuan.

Kedua, memupuk rasa bersyukur. Menurut Hideyoshi,"rasa bersyukur" itu akan mendatangkan keberuntungan, dan perbuatan baik yang dilakukan seseorang akan mendatangkan kebaikan (balik) kepadanya.

Ketiga, mengenali bakat (yang terpendam).Keberhasilan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia muncul karena pengabdian seseorang dalam mengerahkan bakat (keterampilan) yang dia miliki dan usahanya sendiri. Padahal,seseorang tak bisa mengharapkan ia akan disegani orang lain jika ia tidak mengembangkan dan menguatkan kemampuan yang ada dalam dirinya. Dan itu yang membuat ia meraih keberuntungan.

Keempat, usaha akan menentukan hasil. Usaha setengah- setengah akan membuahkan hasil setengah,usaha baik membuahkan hasil baik,tapi usaha yang luar biasa akan membuahkan hasil yang luar biasa. Usaha luar biasa itulah satu cara untuk mendapatkan "keberuntungan".

Kelima,kerja sama akan melahirkan keberhasilan. Di mata Hideyoshi, tak ada seseorang di dunia ini yang bisa berhasil meraih puncak prestasi dengan sendirian. Ia membutuhkan bantuan dan uluran tangan orang lain.Seorang pemipin pun dapat meraih jabatan tinggi lantaran bantuan dari mitra dan bawahan.

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/439984/

Selasa, 01 November 2011

Jadilah Sukses (Bagian 1)

Siapa sih yang tidak ingin sukses? Semua orang pasti bermimpi untuk menjadi orang yang sukses. Berbagai cara telah ditempuh orang untuk mencapai kesuksesan. Baik itu cara yang benar, maupun salah. Yang penting menurut mereka, mereka haruslah sukses dan kaya. Tapi pernahkah kalian berfikir "apakah sebenarnya kesuksesan itu?".
    Terkadang banyak orang salah mendefinisikan kesuksesan itu dengan menjadi 'orang kaya'. Padahal sebenarnya menjadi sukses itu bukan hanya sekedar tentang menjadi orang kaya. Namun lebih dari itu, Kesuksesan adalah kondisi di mana seseorang telah mencapai apa yang selalu diinginkannya, diimpikannya, atau diharapkannya, baik itu dari segi materi maupun dari segi psikologis-nya.
        Ada orang yang seumur hidupnya didedikasikan untuk mencari uang. Namun juga ada orang yang mencari kebahagiaan tanpa harus mempedulikan penghasilannya. Tapi sebenarnya kesuksesan adalah sesuatu kondisi di mana seseorang tersebut telah mencapai titik di mana dia telah merasa mendapatkan apa yang sangat diinginkannya, sangat didambakannya, sehingga dia merasa sangat bahagia telah mencapai-nya.


Mengenal dan Memahami Tujuan Anda 
         Tujuan, atau yang sering disebut dengan cita-cita, terkadang memang sulit dipahami. Bahkan setelah dia menjadi orang yang sukses menurut masyarakat, atau bisa disebut orang yang kaya. Banyak orang yang tetap tidak merasa bahagia meskipun ia telah menjadi orang kaya. Hal itu terjadi karena dia tidak memahami apa sebenarnya yang dia inginkan. Dia menganggap bahwa dengan menjadi orang kaya bisa membuat nya menjadi bahagia dengan bisa membeli segala yang diinginkannya. Padahal tidak begitu. Kita semua tahu, bahwa tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
         Lantas harus bagaimana?. Yah yang harus kita lakukan, yang pertama adalah memahami, mengenal, dan meyakini apa sebenarnya yang kita inginkan. Apapun itu, itulah tujuan hidup anda. Meskipun anda ingin menjadi tukang becak sekalipun, asalkan anda mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menjadikan itu sebagai tujuan hidup anda, itu tidak masalah. Karena kesuksesan itu tidak tergantung seberapa besar materi yang kita dapat.
         Untuk menuju ke sebuah tempat wisata yang belum pernah kita datangi sebelumnya, kita harus terlebih dahulu mengetahui seperti apa tempat wisata yang kita tuju tersebut. Untuk mengetahuinya kita bisa mencari tahu dari teman-teman kita yang sudah pernah mendatanginya. Atau kita bisa mencari informasi nya di internet. Hal itu bertujuan agar kita tidak menyesal setelah datang ke sana.
         Seperti hal nya ilustrasi di atas, sebelum kita melakukan perjalanan menuju kesuksesan, pertama-tama kita harus mengetahui apa yang sedang kita tuju, atau apa yang sebenarnya ingin kita capai tersebut. Karena dengan memahami apa yang sedang kita tuju, jika ternyata yang sedang kita tuju tersebut merupakan tempat yang sangat anda impikan, tentunya akan menambah semangat anda untuk mencapainya.
         Orang bilang "Tak kenal, maka tak sayang". Hal tersebut juga berlaku untuk cita-cita atau tujuan anda. Jika anda tidak memahami apa tujuan anda, anda tentunya tidak akan mengejar cita-cita anda denan sungguh-sungguh. Karena hal tersebut akan berimbas pada saat anda sedang berada di dalam proses pencapaian cita-cita anda tersebut. Jika anda tidak memahami dengan pasti apa yang anda cita-citakan, maka anda juga tentunya tidak akan mengenali dengan pasti apa yang sedang anda lakukan. Dan jika anda tidak mengenali dengan pasti apa yang sedang anda lakukan, maka anda tidak akan tahu ke mana arah yang harus anda tuju.
         Jadi, pahamilah dan kenalilah apa yang anda inginkan, apa yang anda cita-cita kan. Bercita-cita untuk mencapai kesuksesan tidak sama dengan kita bercita-cita saat kecil, yang cita-cita nya hanya keluar dari mulut nya saja. Bercita-cita untuk mencapai kesuksesan, atau yang saya sebut dengan Target Hidup, adalah adalah sesuatu yang berhubungan dengan tujuan hidup anda. Dengan memahami apa Target Hidup anda sebagai langkah awal untuk mencapai kesuksesan, secara tidak langsung akan menuntun anda untuk menjalani proses pencapaian kesuksesan.
          Untuk memahaminya anda bisa bertanya atau membaca cerita kesuksesan seseorang, dan mencari tahu bagaimana keadaan saat berada di kesuksesan tersebut. Dengan melakukan hal tersebut akan menambah semangat dan keseriusan anda utuk mencapai Target Hidup anda tersebut.

Menpersiapkan Diri
         Setalah memahami apa yang menjadi Target Hidup anda, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah, mempersiapkan diri anda untuk menghadapi segala halangan dan rintangan dalam proses pencapaian kesuksesan anda. Hal tersebut harus anda lakukan karena jika anda tidak siap dalam menghadapi halangan dan rintangan tersebut, maka perjalanan untuk mencapai kesuksesan akan terhenti, bahkan sampai terhenti selamanya.
         Halangan dan rintangan tersebut adalah Kegagalan. Kegagalan adalah hambatan terbesar seseorang dalam proses pencapaian kesuksesannya. Karena banyak orang yang tidak menyukai kegagalan. Hal tersebut bisa dikarenakan dia adalah tipe orang yang tidak pernah gagal, atau bisa juga orang yang terlalu sering mengalami kegagalan sehingga dia takut untuk gagal lagi.
         Mempersiapkan diri untuk mengahadapi kegagalan menjadi sangat penting. Karena jika anda tidak siap dalam menghadapi kegagalan, niscaya, anda tidak akan pernah sampai kepada Target Hidup anda. Oleh karena itu, persiapkan diri anda dengan memahami apa saja resiko yang akan anda alami dan hal-hal apa saja yang dapat membuat anda mengalami kegagalan.
         Belajarlah dari orang-orang yang pernah mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan yang sama dengan anda. Dengan belajar dari orang telah mengalami kegagalan, selain membantu anda mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh anda lakukan, juga dapat mempersingkat waktu anda karena anda tidak harus mengalami kegagalan yang pernah dia lakukan.
          Setelah anda mempersiapkan diri untuk menghadapi kegagalan, ada satu hal yang harus anda pahami jika suatu saat anda mengalami kegagalan. Kegagalan adalah resiko yang harus anda bayar untuk mendapatkan kesuksesan. Jika anda bisa melalui dan mengalahkan kegagalan anda tersebut, dan mampu bangkit dari keterpurukan, nisaya jalan anda dalam mencapai kesuksesan akan semakin mudah.
          Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Karena tidak ada manusia yang sempurna yang dapat menghindari setiap kegagalan.

Bersambung. . .






Kamis, 20 Oktober 2011

Bertahan Meski Sakit Untuk Meraih Kemenangan

Mengubah suatu sistem, kultur, atau kebiasaan dalam sebuah organisasi, perusahaan, instansi, atau bahkan negara amat sulit jika dilakukan oleh orang biasa, seperti bawahan, karyawan atau pegawai biasa yang tidak punya jabatan. Namun, akan lain ceritanya kalau itu dilakukan oleh orang yang memimpin organisasi tersebut.

Saya punya cerita tentang seseorang yang rela bertahan dalam sistem yang tidak disukainya, tapi dengan motivasinya yang kuat untuk bisa mengubah sistem tersebut, dia pun akhirnya keluar sebagai pemenang. Meskipun dalam organisasi yang tidak begitu besar, hal ini bagi saya sesuatu yang luar biasa.

Ketika masa mahasiswa, saya mengikuti organisasi Resimen Mahasiswa. Seperti namanya, resimen mahasiswa memang sebuah organisasi semi militer, dididik dengan cara disiplin militer. Junior harus hormat kepada Senior, tidak boleh membantah, terlebih lagi terhadap komandan. Namun, hal ini sering disalahgunakan oleh senior-senior untuk mengerjai atau memanfaatkan juniornya.

Alhamdulillah pada masa saya masuk menjadi anggota resimen mahasiswa, hal-hal tidak mengenakkan seperti itu (dalam arti dikerjai senior) boleh dibilang tidak ada lagi. Meski disiplin dan berdasarkan garis komando, para senior tetap menghargai juniornya. Keadaan seperti ini merupakan jasa salah seorang komandan kami yang bernama Pak Aji.

Awal Pak Aji masuk sebagai anggota menwa, jika ia atau teman-temannya yang lain berkunjung ke posko Menwa, maka oleh seniornya mereka disuruh-suruh, seperti disuruh cuci piring dan lain-lain, boleh dibilang senior pada saat itu sewenang-wenang pada Junior. Dalam hati kecil Pak Aji, dia tidak menyukai hal itu. Dan dalam pikirannya pula ini tidak sesuai dengan predikatnya sebagai mahasiswa. Menurut Pak Aji meskipun dilatih militer, namun cara berpikir berpikir dan berperilaku juga mesti sesuai dengan intelektualitas mahasiswa. Dalam hatinya dia bertekad, akan mengubah budaya yang semena-mena itu. Meskipun tak suka dengan cara seniornya memperlakukan hal tersebut, Pak Aji tetap bertahan dalam Menwa dan bertekad akan menjadi komandan Menwa di kampus kelak.

Dan ternyata, seiring waktu, impian Pak Aji terwujud, dia menjadi komandan Resimen Mahasiswa di kampus kami. Dia ubah cara-cara bertindak yang mengutamakan otot dan semena-mena menjadi cara yang lebih bijaksana, lebih manusiawi, dan lebih sesuai dengan cara berpikir mahasiswa yang mengutamakan intelektualitas dalam bertindak.

Itulah salah satu kisah yang berkesan dalam hidup saya, tentang seseorang yang bertahan meski disakiti, tetapi kemudian menjadi pemenang. Semoga bermanfaat… (:

Selasa, 04 Oktober 2011

Kisah Kerang Mutiara & Kerang Rebus

Kisah nyata dari seorang Jamil Azzaini:

Dua puluh tujuh tahun yang lalu, keluarga kami tinggal di tengah hutan di Lampung. Kampung terdekat dengan gubuk kami berjarak kurang lebih 2 km. Gubuk itu terbuat dari bambu (gedhek). Agar aman dari serangan binatang buas gubuk kami dibuat panggung. Pohon singkong mengelilingi gubuk yang hanya mempunyai satu tempat tidur itu. Di depan gubuk nan semilir ada sungai kecil dengan aliran air yang sangat jernih. Setiap hari saya bermain air dan mandi bersama adik dan kakak di aliran sungai itu.

Untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk, saya sering memancing ikan di rawa kecil dekat tempat tinggal kami. Suatu saat, ketika saya sedang memancing ikan di rawa, Ayah saya datang dan kemudian duduk di samping saya. "Mil, bapak punya cerita tentang kerang mutiara dan kerang rebus, sambil mancing kamu dengarkan ya," kata bapak saya.

Sambil terus saya memancing, Ia bertutur, "Ketika kerang belia mencari makan dibukalah penutup badannya, ketika itu pasir masuk ke dalam tubuh kerang belia itu. Sang kerang menangis, "Bunda sakit bunda...sakit...ada pasir masuk ke dalam tubuhku." Sang Ibu menjawab, "Sabarlah anakku, jangan kau rasakan sakit itu, bila perlu berikan kebaikan kepada sang pasir yang telah menyakitimu."

Kerang beliapun menangis, namun air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini terus menerus ia lakukan. Rasa sakit itupun secara ber-angsur berkurang bahkan kemudian hilang. Ajaibnya, pasir yang membuat sakit tubuh kerang itu justru telah berubah menjadi butiran yang sangat cantik. Ya, pasir yang masuk ke dalam kerang belia itu telah berubah menjadi mutiara.

Ketika kerang itu dipanen dan kemudian dijual, maka kerang yang berisi sebutir pasir itu harganya mahal. Sementara kerang yang tak pernah merasakan sakitnya pasir dalam tubuhnya, ia menjadi kerang rebus yang dijual murah bahkan di obral di pinggir-pinggir jalan.

Setelah menarik napas panjang, ayah saya melanjutkan, "Kalau kamu tidak pernah mendapat cobaan dan merasakan rasa sakit, maka kamu akan menjadi kerang rebus atau orang murahan. Tapi kalau kamu mampu menghadapi cobaan, bahkan mampu memberikan manfaat kepada orang lain ketika kamu sedang mendapat cobaan, maka kamu akan menjadi mutiara."

"Anakku..., kerang rebus dijual obral di pinggir jalan sementara mutiara dijual mahal, diletakkan di tempat terhormat dan dikenakan oleh orang-orang yang terhormat. Hidup adalah pilihan wahai anakku... kamu bisa memilih hendak menjadi kerang mutiara atau kerang rebus, semua terserah kamu." Ayah saya kemudian bertanya, "Kamu memilih menjadi apa, mil?" Maka, segera saya jawab, "Saya ingin menjadi kerang mutiara pak!"

Kelak, cerita itu sangat mempengaruhi perjalanan hidup saya. Ketika saya sekolah di sekolah lanjutan pertama, saya harus mencari biaya sendiri untuk membayar SPP. Selepas subuh, saya harus pergi ke kebun karet untuk mengambil latex dari perkebunan karet di PTP X. Pekerjaan itu bisa saya tuntaskan sebelum jam tujuh pagi.

Saya dibayar empat ribu perak selama sebulan. Karena pekerjaan itu, aroma tak sedap pasti menempel di tangan saya. Walau dicuci dengan sabun, aroma itu tetap tak hilang. Sesampainya di sekolah, sering tangan itu diludahin teman karena bau yang tak sedap itu. Bahkan, salah satu air ludah teman SMP saya itu pernah mengenai wajah saya. Sayapun menangis. Dalam suasana seperti itu, saya teringat cerita kerang mutiara dan kerang rebus dari ayah saya. Cerita itu telah membuat saya kuat menghadapi penghinaan teman SMP saya.

Ketika saya lelah mengayuh sepeda sepanjang 23 km menuju sekolah SMAN Way Halim di Bandar Lampung, sayapun teringat cerita ayah saya. Begitu pula ketika saya diterima kuliah di IPB. Saya dan ayah saya datang ke salah seorang yang kaya di kampung kami. "Alhamdulillah pak, Jamil diterima di IPB. Saya tidak punya uang untuk memberangkatkan dia. Tolong saya dipinjami uang tiga ratus ribu rupiah saja." Ayah saya membuka pembicaraan.

Sambil menghisap rokok, tuan rumah itu menjawab, "Wah hebat bisa diterima di IPB, tapi kalau nggak punya uang ya nggak usah panjang angan-angan. Sudah tahu miskin, nggak punya uang lha koq mau kuliah. Baru mau berangkat saja sudah pinjam. Bagaimana nanti biaya bulanannya? Apakah bertahun-tahun mau pinjam uang terus?"

Saya melihat ayah saya tertunduk. Saya tak tahu apa yang ada di benak ayah saya ketika itu. Tak terasa butiran air mengalir di pipi. Saya biarkan air mata itu mengalir, sebab saya merasa itu adalah air mata kerang belia yang sedang membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Saya memang telah memilih untuk menjadi kerang mutiara. Bagaimana dengan Anda?”

Sumber: Pak Jamil Azzaini (Inspirator Sukses Mulia)/http://www.jamilazzaini.com

Selasa, 06 September 2011

Menjadikan Tugas Yang Sulit Menjadi Lebih Mudah

Kita seringkali menghadapi tugas yang ‘menyeramkan’, dan yang tak kalah sering kita malah menundanya. Di sisi lain kita justru sibuk mengecek email yang masuk, padahal kita baru mengeceknya 5 menit yang lalu, dengan harapan ada email penting yang memerlukan perhatian kita segera. Sangatlah kontras. Ada tugas yang membutuhkan penanganan segera sementara kita malah menunggu tugas lain yang belum tentu ada.

Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.

Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya.

Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
1. Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
2. Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
3. Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
4. Bagaimana …..
5. Bagaimana ….. dst.

Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.
Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit :
Lakukan saat ini juga.

Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.
Percayalah hukum momentum …… wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.

Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.

Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.

Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.
Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.

Nikmati tantangan yang dihadapi.

Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatir bagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.

Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memiliki kesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.

Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.

Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.

Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?
Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?
Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.
Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Temukan seseorang yang dapat membantu anda.

Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.

Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.

Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”

Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.

Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.

Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.
 

Selasa, 14 Juni 2011

Kata-Kata Motivasi

Anda punya kata-kata mutiara yang bagus? Silahkan membaca banyak sekali kata-kata motivasi islami di bawah ini, yang terpenting dari kata ini adalah bagaimana kita bisa mengambil suatu pelajaran hidup. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kita kesempatan dan ridhonya agar kita dapat menacapai apa yang kita cita-citakan.
Anda juga bisa berbagi kata-kata mutiara ini di FaceBook.

Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.

Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.
Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.

Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.

Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.

Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.

Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.

Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.
Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.

Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.
Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.

Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.

Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.

Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.

Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.

Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.
Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.

Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.

Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.

Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.

Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.

Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.

Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?

Senin, 25 April 2011

Di Balik Kesuksesan Valentino Rossi

Jika di Formula One kita mengenal Michael Schumacher sebagai sang legenda, maka di lomba balap motor pun ada jawaranya. Grand Prix Moto GP mencatat Valentino Rossi sebagai seorang master di balap motor ini. Pria kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 ini berhasil menorehkan tinta emas di dunia balap motor dengan membukukan tujuh gelar juara dunia, sekali di kelas 125 cc, sekali di kelas 250 cc, dan lima kali di kelas puncak 500 cc dan MotoGP. 
                
Bakat pria berusia 29 tahun ini sudah terlihat sejak kecil. Ketika anak-anak seusia asyik dengan mainannya, Rossi sudah bermain dengan motor balap sungguhan. Mental juaranya sudah terasah sejak usia dini. Di usia sepuluh tahun, bahkan Rossi sudah menjuarai kejuaraan gokart regional dengan mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh di atasnya. 

Pada usia baru menginjak 14 tahun, Rossi juga sudah menjadi juara balap nasional Italia di kelas 125 cc. Kemudian, pada tahun 1998 Rossi naik kelas di kategori 250 cc. Pada tahun pertama ia langsung menjadi runner-up. Perkembangan pesat hasil latihan kerasnya kemudian segera mengantarkan Rossi naik ke kelas internasional. Ia pun menjajal MotoGP kelas 125 cc. Tak perlu menunggu lama, setahun berikut ia sudah naik podium sebagai juara dunia kelas 125 cc. 

Perkembangan karier Rossi melaju sangat pesat. Tahun 2000, penyuka tantangan ini menjajal kelas utama 500 cc. Prestasinya langsung menghebohkan publik dengan juara dunia kelas 500 cc di tahun kedua. Selama tiga tahun berturut-turut Rossi mempertahankan gelarnya di kelas utama bersama Honda.

Menurut Rossi kunci kemenangannya adalah ketenangan dan menjadi pemikir. "Di balap 500 cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,"ucapnya. Dengan ketenangan itulah, berkali-kali ia sering memperlihatkan aksi "akrobatik" saat hendak terjatuh atau saat menyalip lawan di tikungan. 

Pada akhir musin 2003, Rossi memutuskan untuk meninggalkan tim Honda dan bergabung dengan tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalapnya Wayne Rainey. Awalnya, ia disangsikan bisa meneruskan kejayaannya saat masih di tim lama karena memang performa Yamaha dianggap masih sekelas di bawah Honda.

Tapi, bukan Rossi namanya jika tak mampu menaklukkan tantangan. Ia membuktikanb bahwa mesin hanyalah alat, dan oranglah-yakni dirinya sebagai pembalap-yang menentukan menang dan kalah. Dan, ia pun membuktikan semua omongannya. Tim Yamaha mampu diangkatnya ke pentas juara sehingga ia dijuluki The Doctor. Bersama tim Yamaha, Rossi berhasil membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan dengan menjadi juara dunia tahun 2004 dan 2005.

Rossi merupakan sosok yang menyukai tantangan. Kepindahannya ke Yamaha memberikan tantangan tersendiri baginya. Motivasi untuk mengatasi tantangan membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. Ia merupakan sosok yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan pencapaiannya. Tantangan apapun yang ada di depannya pasti akan dikejarnya.

Menyukai tantangan dan tidak patah semangat adalah kunci keberhasilan dari seorang Valentino Rossi. Ia mampu membuktikan dirinya sebagai yang terdepan di arena balap MotoGP. Tekad dan pemikiran yang matang membuat namanya semakin berkibar di dunia internasional. Kisah perjalanan Valentino Rossi yang layak diacungi jempol dan diteladani. Luar biasa!

Kamis, 31 Maret 2011

Bukan Sekedar Memberi

Kita sesungguhnya patut bersyukur jika di tengah semakin tingginya individualisme masyarakat, di tengah gencarnya arus hedonisme dunia, ternyata “memberi” masih berada dalam daftar aktivitas kita sehari-hari. Entah sekedar memberikan salam atau memberikan sebagian harta benda. Akan tetapi, mungkin kita tak pernah mengukur bagaimana derajat pemberian kita. Dengan kata lain, mungkin kita terlupa bahwa ternyata kita seringkali hanya sekedar memberi, memberikan apa yang sudah tidak lagi kita inginkan, memberikan apa yang sudah tak lagi kita butuhkan. Sungguh terpaut jauh dengan kualitas pemberian oleh para sahabat pendahulu Islam.

Dahulu Fatimah r.a rela memberikan kalung yang dimilikinya kepada seorang fakir yang datang kepadanya. Kita tentu juga tidak asing lagi bagaimana QS. Al-Hasyr: 9 melukiskan kemuliaan kaum Anshar yang dengan senang hati memberikan pertolongan terbaik kepada kaum muhajirin. Bercermin pada kehidupan para sahabat, betapa kita melihat untaian kisah indah mereka yang bisa menjadi para pemberi kaliber dunia, yang bukan saja bisa memberi di saat senggang dan sempit, tetapi juga bisa memberikan bagian terbaik dari diri mereka.


Sungguh besar kemuliaan yang terpancar dari pemberian mereka. Memberikan yang terbaik adalah manifestasi keikhlasan dan pengorbanan. Memberikan yang terbaik berarti juga wujud keyakinan kita kepada janji Allah dalam QS. Al-Baqarah: 272 bahwa tak akan pernah dirugikan sedikitpun orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah. Memberikan yang terbaik pun berarti mensyukuri nikmat Allah SWT serta mengoptimalkan segala kemampuan dan potensi diri untuk bisa memberikan manfaat buat orang lain. Dan tentu, memberikan yang terbaik adalah bukti nyata cinta seorang muslim kepada saudaranya. Lihatlah, betapa semua keutamaan ini tercermin dalam kualitas pemberian mereka yang begitu tinggi.

Sementara bagi kita agaknya jerat-jerat kehidupan dunia mungkin masih begitu kuat membekap sehingga kita lebih sering memberi sekedarnya, memberikan seperlunya. Sepertinya, logika akhirat para sahabat itu masih di luar rasio kita sehingga teramat susah bagi kita untuk bisa meniru perilaku generasi terbaik itu. Akan tetapi, bukanlah hal yang mustahil bagi kita untuk bisa mengambil sedikit dari keteladanan para sahabat, sehingga kita bisa mempersembahkan setiap hal terbaik yang ada dalam diri kita.

Bukanlah mustahil jika suatu saat kita tak lagi sibuk mencari-cari uang recehan tatkala ada pengemis meminta, sementara berlembar-lembar ribuan masih terselip di dompet kita. Semoga kita bukanlah orang yang sibuk membongkar pakaian usang di pojok lemari ketika banjir melanda saudara kita. semoga kita bukanlah orang yang hanya membagi makanan kepada tetangga saat makanan bersisa. Semoga kita bukan lagi termasuk orang yang menjawab salam seadanya, bukan lagi termasuk orang yang berkata seadanya tanpa hendak berpikir mendalam ketika ada seseorang meminta pendapat kita. Sungguh patut kita renungkan perkataan Fudhail bin Iyadh yang mengatakan sudah selayaknyalah kita bersyukur ketika masih ada seseorang yang meminta kepada kita, ketika kita masih bisa memberikan manfaat buat orang lain. Ataukah memang sesungguhnya kita termasuk orang yang tidak pernah bersyukur?

Senin, 28 Maret 2011

Kiat Membangun Kepercayaan


Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul  beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.

Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali untuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak  apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.

Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.

A. Kejujuran yang terbuktu dan teruji

Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.

Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.

1.    Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.
2.    Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.
3.    Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.
4.    Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.
5.    Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.
6.    Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.

B. Cakap

Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.

1.    Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.
2.    Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.
3.    Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.
4.    Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.
5.    Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.
6.    Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?

C. Inovatif

Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.

Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.

Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemampuan kreatif kita:

1.    Banyak membaca dan menulis.
2.    Banyak berdiskusi dan bertanya.
3.    Banyak melihat (mengadakan studi banding).
4.    Banyak merenung (tafakur).
5.    Banyak berbuat dan mencoba.
6.    Banyak beribadah dan berdo'a.