Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Belajar Bahasa Jepang: Bagian Akhir, Percakapan

Akhirnya ini adalah bagian terakhir dari "Belajar Bahasa Jepang". Bagian ini adalah bagian di mana anda bisa mengunduh/men-download file .pdf dan .mp3 yang akan membantu anda mempelajari cara mengucapkan perkataan dalam bahasa sambil mendengarkan dialog percakapan. File tersebut dapat di unduh secara gratis di situs NHK WORLD Bahasa Indonesia. Namun anda juga dapat mengunduh nya di blog ini.


Teks PDF dari Seluruh 50 Pelajaran
 Audio (MP3) dari pelajaran-pelajaran yang ada

  • Pelajaran 6 - Saya akan ke kantor setelah dari bank. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 7 - Saya ingin membuka rekening. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 8 - Saya harus bagaimana ya? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 9 - Apa Ibu Yamada ada? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 10 - Terima kasih banyak atas dukungan Anda selama ini. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 16 - Saya suka seseorang yang pandai memasak. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 17 - Saya ingin mencari komputer. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 18 - Bagaimana caranya pergi ke Akihabara? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 19 - Kami baru saja sampai. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 20 - Selamat datang! MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 21 - Mana yang Anda rekomendasikan? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 22 - Maukah Anda membawanya pulang sendiri? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 23 - Makan Siang Sudah Termasuk Kopi atau Teh MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 24 - Masih Mengepul dan Lezat MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 25 - Saya Dapat ini di Depan Stasiun MP3 (4.6MB)

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 7, Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang

Bagian ke-7 ini dari "Belajar Bahasa Jepang" ini adalah bagian yang paling konyol dari pelajaran bahasa Jepang. Karena bagian ini dikemas denga cara yang  konyol agar dapat mudah diingat oleh pembaca. Artikel ini masih disalin dari simber yang sama, yaitu Wikibooks, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang. Tak usah panjang lebar, langsung saja kita lanjutkan pelajarannya.

1.  Pendahuluan

"hajime(はじめ)" = untuk memulai sesuatu
Contoh:
  • Hajimemashite(はじめまして) = perkenalkan, ...
  • Hajimemashou(はじめましょう) = mari kita mulai ...
  • Hajimete(はじめて) = baru pertama kali melakukan sesuatu
Cara konyol untuk mengingat:

  • Untuk memulai sesuatu, selalu ingat sama "wak haji".
  • Untuk memulai sesuatu yang baru, para artis biasanya "naik haji" dulu :)
  • Untuk memulai sesuatu pekerjaan, harus sarapan dulu, misalnya makan indomie, popmie dll. nah biasanya kalau mau makan khan, sikat bleh, atau hajar bleh, nah ambil yang hajar bleh, hajar IndoMiE (dasar anak kost-kostan). :D
  • Tambahkan cara konyol lainnya di sini
Cara nggak lucu untuk mengingat:
  • Ketika karateka / pejudo akan mulai bertarung, sang wasit meneriakkan : "hajime!"
  • inget2 aja kalo lagi bersin "ha...ha..hajime.."

 

2.  Berkenalan (Pertemuan di Biro Jodoh)

Hafalkan dialog di bawah ini.
Prolog
  • Uwa Teshi dan Mama Sitie sedang menunggu kedatangan Haji Memet di biro jodoh “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas”.

Dalam cerita ini, Anda memerankan lakon sebagai Uwa Teshi.

(Cara lucu untuk mengingat: Bayangkan Anda berdandan seperti Teshi (geli ngebayanginnya... hiii... ). Teshi adalah salah seorang lakon dalam grup lawak Srimulat. Teshi terkenal jahil, selalu berdandan norak dan suka genit mencolak-colek bintang tamu cewek yang cantik. Seluruh jari tangan Teshi memakai cincin emas segede gajah).

Biro jodoh “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas” hanya buka praktek di waktu pagi. Siang harinya, biro jodoh ini berubah nama menjadi (namanya terlalu panjang, jangan dihafalkan) “Oooh, Yuuuk, Cape Deeeh, Gajah Pengen Duduk, Secara, Udah Berdiri Seharian, Gitu Loh”.

(Cara lucu mengingat: Ketika Anda memasuki gerbang dunia drama ini, pintu masuk biro jodoh ini persis seperti selangkangan gajah terbuat dari emas, mengkilap kinclong-kinclong! Biar lebih lucu, bayangkan sang gajah menghadap ke belakang, sehingga Anda masuk dari bawah pantat si gajah emas, dan untuk membuka pintunya harus mengucapkan mantra: Oooh, Ayo..., Gajah Emas... hihihihi..., sambil memelintir ekor sang gajah (terserah mo ekor yang mana :p) biar pintu gerbangnya terbuka)

Di biro jodoh ini, Anda diharuskan untuk mengenalkan Mama Sitie (yang sudah janda) kepada Haji Memet (yang sudah duda).

(Cara lucu untuk mengingat: Mama Sitie adalah Siti Nurhaliza yang sedang hamil. Dus, dipanggil Mama Sitie. Penting untuk diingat: Rambut Mama Sitie dikucir. Haji Memet adalah seorang raja minyak. Dandanannya selalu monoton: berjenggot, berpeci putih, bersorban dan kemana-mana selalu membawa tasbih).
Dialog
Nah, karena Haji Memet sudah sampai di pintu gerbang biro jodoh, hafalkan dialog di bawah ini:

Bahasa Jepangnya:
    • (H)aji: Ohayo gozaimasu.
(ingat mantra untuk membuka pintu? “Oooh, Ayo, Gajah Emas”...).
    • (T)eshi & (S)itie : Ohayo gozaimasu.
(membalas salam)
    • (T)eshi: Hajimemashite, watashi wa Uwa Teshi desu. Douzo.
(biar sopan, sambil nyerahin doz kado sebagai hadiah).
    • (H)aji: Hajimemashite, watashi wa Haji Memet desu. Douzo yoroshiku
(sambil membuka doz kado Uwa Teshi menggunakan gaya jurus siku, dengan menyodokkan sikutnya ke muka Haji Memet, ciaaaattt!!!).
    • (T)eshi: Memet-san, kochira wa Mama Sitie-san desu.
(sambil menjambak kuncir rambut Mama Sitie).
    • (S)itie: Hajimemashite, watashi wa Mama Sitie desu.
Douzo yoroshiku onengaishimasu. (sambil merebut doz kado di tangan Haji Memet, juga dengan jurus siku, dan melemparkannya ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa...).
Arti Bahasa Indonesianya:
    • (H)aji: Selamat pagi.
    • (T)eshi & (S)itie : Selamat pagi (juga).
    • (T)eshi: Perkenalkan, saya adalah Uwa Teshi gitu loh. Silahkan (sopan).
    • (H)aji: Perkenalkan, saya adalah Haji Memet gitu deh. Silahkan juga (lebih sopan).
    • (T)eshi: Tuan Memet, yang ini adalah Nona Mama Sitie gitu loh.
    • (S)itie: Perkenalkan, saya adalah Mama Sitie gitu deh. Silahkan juga (paling sopan).

Setelah perkenalan itu, Haji Memet langsung ngebet ingin melamar Mama Sitie yang cantik (tapi hamil). Karena Haji Memet kaya raya, akhirnya Mama Sitie pun menerima lamarannya, dan mereka pun menikah saat itu juga.

Demikianlah asal-usul perkenalan singkat mereka. Tak heran setiap kali orang Jepang berkenalan, mereka tidak lupa untuk selalu menyebut pendahulu mereka, Mama Sitie yang sekarang sudah bergelar Haji: Haji Mama Siti (dibaca: hajimemashite).

selamat pagi, (sang istri bangtidur, nguap lebar: “Oooah”, trus ada yang ngajakin ehm-ehm, jawabannya: “Oooh, Ayo...”)un tidur, nguap lebar: “Oooah”, trus mo ngajakin ehm-ehm sama “gajah Si (e)Mas”, jawabannya: “Oooh, Ayo..., Gajah Emas, yes! yes! yes! cihuii...”)
  • hajimemashite atau hajimema* ohayo gozaimasu = (lebih sopan)* ==== Kosa kata yang akan dihafalkan ===='ohayou = selamat pagi
(sang istri bangun shite? = perkenalkan atau bagaimana kabarmu?(ingat hajimemashite tidak butuh ka) (ingat Haji Mama Sitie)
  • watashi = aku
(bayangin kamu jadi Uwa Teshi, geli, hiii, jijay bajay...)
  • douzo = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."
(ingat menyerahkan satu doz kado)
  • douzo yoroshiku = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."
(lebih sopan, ingat menyerahkan doz kado menggunakan jurus siku)
  • douzo yoroshiku onengaishimasu = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."
(lebih sopan lagi, ingat menyerahkan doz kado menggunakan jurus siku, dan melemparkannya ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa)
  • wa = adalah
  • desu = (gitu) deh / (gitu) loh
  • kore atau kono= ini
(ingat, sambil menunjuk ke koreng bopeng di pipi Mama Sitie)
  • kochira = yang ini
(ingat waktu Uwa Teshi menjambak kuncir rambut Mama Sitie? Sambil menunjuk ke kuncir rambut, dia bilang kochira)

Tata bahasa baru

  • [____] wa [____] desu = [____] adalah [____] gitu loh / gitu deh
Contoh:
  • [_Watashi_] wa [_Memet_] desu = [_Saya_] adalah [_Memet_] gitu loh
  • [_Kochira_] wa [_Teshi_] desu = [_Yang ini_] adalah [_Teshi_] gitu deh

  • [____] san atau [____] sama= tuan [____]
Gunanya:
  • Untuk menunjukkan penghormatan terhadap seseorang
Contoh:
  • [_Memet_] san = Tuan [_Memet_]
  • [_Teshi_] sama = Oom/Tante [_Teshi_]
  • [_Siti_] san = Nyonya [_Siti_]

Pertunjukan Dimulai

Pelaku Utama
  • T: Uwa Teshi (dibaca: WaTashi),
  • H: Haji Memet (dibaca: HajiMe), dan
  • M: Mama Sitie (dibaca: MaSte, maksa bhanggeeettttt!).
    • Penting! Mama Sitie rambutnya dikucir (dibaca: kochira)
Peran Pembantu
  • SO: Si Oneng Ae Si Mas (dibaca: Oneng’ae Si Mas, Si Oneng sedang dirayu sama Si Mas dari Jawa)
  • SM: Si Mas (dibaca: Si Mas, Mas dari Jawa yang sedang merayu Si Oneng)
Lokasi Shooting
  • Biro Jodoh: “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas” (dibaca: Oooh,ayo,goza,imasu).
  • Buat yang piktor, Biro Jodoh ini juga merupakan lambang kejantanan (Si Gajah Emas, "gajah"nya Si Mas Jawa) :)
Alat Bantu (Alat Peraga)
  • Doz kadO (dibaca: DoozO)
Keahlian
  • Jurus Siku (dibaca: Yoroshiku)
  • Membuka Doz kadO dengan Jurus Siku (dibaca: DoozO yoroshiku)
  • maka enak(dibaca: oishidesu)
Keahlian Tambahan
  • Membuka Doz kadO dengan Jurus Siku dan dilempar ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa... (dibaca: DoozO yoroshiku onengaeshimasu).
  • korekaramo gambarimasu

3.  Ungkapan-Ungkapan di Dalam Kelas

NOTE: belum ada cara konyol untuk menghafalkannya, akan dibuatkan segera :)
  • hajimemashou = mari kita mulai
(ingat pak haji memet manggil si mas baso)
  • owarimashou = mari kita akhiri
(inget burung kaswari makan baso)
  • yasumimashou = mari kita beristirahat
(inget saya suka minder kalo makan baso)
  • [___] kudasai = tolong [___] dong...
Contoh:
  • mit
=== Koleksi Kalimat Gombal ===
Catatan: Sub bab ini belum lucu, tapi sudah mudah diingat. Tolong kalau ada waktu dibuat sekonyol mungkin ya... .
Berikut ini mungkin dapat berguna buat yang mau belajar bahasa jepang lewat ngegombal. Biasanya belajar akan lebih mudah jika tujuannya jelas. (Saat ini hanya ada versi cowo. Buat yang cewe, kalimat-kalimat berikut ini dapat berguna untuk mengetahui cowo gombal).
Biasanya ngapain?
Itsumo nani shiten no?

Kamu Cute banget deh cantik de.
Kimi tte hontou ni kawaii ni kirei dayo

Sifat kamu menyenangkan
kimi no seikaku suki dayo

Kamu menarik.
Kimi tte miryo kuteki dane

Aku pengen/seneng ngomong sama kamu
kimi to motto hanashitai

Aku suka rambut kamu
kimi no heiru ga suki

Pakaian mu trendy/bagus deh
fuku no sensu ga ii na

Udah punya pacar/pasangan belom?
Tsukiatteru hito iru?

Kamu pasti udah punya pasangan
kareshi ippai irun darou

Kamu populer sih
Moteru darou

Aku selalu kepikiran kamu
kimi no koto ichinichi ju kangaeteru yo

Aku ngga bisa berhenti mikirin kamu
kimi no koto bakkari kangaeteta

ntar Malam ngapain yuk
Kon ya nani shitai?

Kencan (ama gue) yuk
Boku to dekakenai

Semoga berguna


Disalin dari Wikibooks, berbahasa Indonesia, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 6, Pelajaran 2

Kita telah sampai di Bagian ke-6 dari "Belajar Bahasa Jepang". Ini adalah Pelajaran ke-2 yang ditulis oleh Sensei Atsuko San di Wikibooks. Masih dengan gaya menjelaskannya yang ringan dan mudah dicerna disertai dengan contoh-contoh percakapan sehari-hari yang biasa digunakan di Jepang.

Bagian ini akan membahas tentang menanyakan keadaan, memperkenalkan diri, mengajukan pertanyaan, dan lain-lain. Cara belajarnya mudah kok. Jadi, silahkan mempelajari. Langsung saja, ayo kita mulai.

1.  Sapaan 

T: konnichiwa = Selamat sore
J: konnichiwa = Selamat sore (juga)
Cara lucu untuk mengingat:

  • ingat aja sandal merek "konnichiwa" atau konnchi uwa (kunci uwak mane..?)
kalo makelar: (komisi nya wak)

2.  Menanyakan keadaan

T: O genki desu ka = Bagaimana keadaan Anda? Sehat?
J: Okage samade = Alhamdulillah (saya sehat) /genki desu «saya baik»
  • orang yg suka samede (semedi) badannya sehat
J: Chotto guai ga warui desu = Aduh, kurang sehat nih
J: Amari genki dewa arimasen = Tidak begitu sehat nih (agak formal, pake dewa)
J: Amari genki ja arimasen = Tidak begitu sehat nih (nggak formal, pake ja)
J: genki ja nai desu = Ngga sehat nih (nggak formal, pake ja nai)
T: Daijobu desu ka? = Lo baek-baek aja?/ Are you OK?
J: Hai, Daijobu desu = Ya, baek-baek aja / OK
J: iiE, Daijobu ja nai = Engga, ngga baek-baek aja / not ok
genki = sehat
Cara lucu untuk mengingat:
  • anggota genk badannya pasti sehat-sehat karena baru saja ketabraak mobil,mobilnya aja hancur berkeping-keping bagaimana dia,pasti sehat ha...ha...ha...:)
amari = tidak begitu?(orang jawa bilang mari=sembuh jadi amari=tidak sembuh/tidak sehat)
T: Mokarimakka? = Bisnis gimana?(bagaimana nyari duit?),frase ini dari Kansai/Osaka )
J: Bochi-bochi denna (Yah sedang OK lah/ baru akan mulai baik)
Cara lucu mengingat:
  • Mokka loe Makan, ada duit kaga?

Bentuk Negatif

____ dewa arimasen (untuk formal)
____ ja arimasen (yang nggak formal)
____ ja nai (lebih nggak formal, menyatakan "Engga")
Contoh:
nihon jin ja arimasen = bukan orang jepang deh, (kalo diurut kata per kata: jepang orang bukan deh)Cara mengingatnya : orang NIHON dibilang anJINg aJA, tapi si ARI MAlah SENang
genki ja arimasen = tidak sehat deh, (kalo diurut kata per kata: sehat tidak deh)Cara mengingatnya : GENg Kamu aJA selalu bersama, masA RI kamu MAlah SENdirian

3.  Mingguan

___ shuu = ___ minggu dsadasdasdasdasdasdasdasdasdasdasdasdadas
  • senshuu = minggu yang lalu
  • konshuu = minggu ini
  • raishuu = minggu depan
  • saraishuu = dua minggu lagi
eki:stasiun kereta api

4.  Memperkenalkan diri

jikushoo kai = perkenalan pertama
Hajimemashite, watashi wa Abd Shomad desu, Fujitsu no shaain desu, dozo yoroshiku onengaishimasu.
Perkenalkan, saya adalah Abd Shomad dong, Fujitsu punya karyawan dong, monggo dipersilahkan.

5.  Memperkenalkan orang lain

Gooshokai=memperkenalkan
  • kochira wa = ini adalah
  • sochira wa = itu adalah
  • achira wa = itu (jauh) adalah
Contoh:
  • kochira wa Abd Shomad-san desu = ini adalah Abd Shomad deh
  • sochira wa Ian-san desu = yang itu adalah Ian deh
  • achira wa Eriza-san desu = yang (jauh) itu adalah Eriza deh
Catatan: Untuk menyebutkan nama orang lain(yang bukan anak ingusan) biasanya ditambahkan "san". Tetapi tidak dengan nama sendiri.

6.  Kepemilikan

Untuk menyatakan kepemilikan, gunakan no setelah kata benda.
Contoh:
  • Fujitsu no ___ = Fujitsu punya, Fujitsu no shaain desu = Fujitsu punya karyawan dong (karyawannya Fujitsu)
  • RSCM no ___ = RSCM punya, RSCM no ishaa desu = RSCM punya dokter dong (dokternya RSCM)
  • Lippo ginko no ___ = Bank Lippo punya, Lippo ginko no shachoo desu = Lippo bank punya direktur dong (direkturnya Lippo Bank)
Cara nggak lucu untuk mengingat:
  • Aji no moto = Aji punya moto
Aji = rasa Moto = asal (asli) AjiNoMoto = asalnya rasa, rasanya asli (enak deh :)
  • dengan logat betawi: no.. punye die no

7.  Mengajukan pertanyaan

T: Sumimasen, anata wa Fuji Film no shaain desu ka? = permisi, Apakah Anda karyawan Fuji Film? (kalau diartikan kata per kata: permisi, Anda adalah Fuji Film punya karyawan dong kan?

Jawaban

Jawaban positif (yang membenarkan)
J: So desu = ya, begitulah
Jawaban negatif (mem-bukan-kan)
J: So ja arimasen = bukan, bukan begitu
Contoh lain:
  • Jawa jin ja arimasen = bukan orang Jawa
  • Bataku jin ja arimasen = bukan orang Batak
Jawaban yang lengkap
J: Iie, watashi wa Fuji Film no shaain ja arimasen, watashi wa Fujitsu no shaain desu = Bukan, saya bukan karyawan Fuji Film, Saya adalah karyawan Fujitsu.

8.  Pekerjaan

Untuk menyatakan pekerjaan, tinggal ditambahkan di belakangnya dengan "___in"
Contoh:
  • ginko = bank, ginko-in = pegawai bank
  • taishikan = kedutaan, taishikan-in = pegawai kedutaan
  • kaishaa = perusahaan, shaa-in (tanpa kai di depannya) = pegawai perusahaan
Cara ingat gampang: untuk pekerjaan tambahin aja.


disalin dari Wikibooks, berbahasa Indonesia, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 5, Pelajaran 1

Sekarang kita telah memasuki bagian Pelajaran dari "Belajar Bahasa Jepang". Di bagian ini kita akan belajar mengenai cara mengajak orang lain, menerima ajakan, menyatakan kepemilikikan, dan lain-lain. Pelajaran ini di salin dari Wikibooks yang di tulis oleh Sensei Atsuko San. Pelajaran ini di kemas sedemikian rupa sehingga mudah diingat oleh pembaca. Bagi kalian yang tidak ingin repot mempelajari bahasa Jepang yang Formal, artikel ini menyajikan Pelajaran Bahasa Jepang yang ringan dan mudah dicerna. Mari langsung saja kita mulai.

1. Ajakan

Untuk mengajak, biasanya ditambahkan kata "mashoo" di belakang kata.
Contoh:
  • hajimemashou = mari kita mulai
  • owarimashou = mari kita akhiri
Cara konyol untuk mengingat:

  • Intinya kalo ngajak harus pake "yo".. seperti.. "mulai yok"... lalu
  • Anggap aja semua orang jepang itu seperti mas-mas Jawir.. maka "mulai mas yok"... jadi "Hajime-mas-yo" ... trus "pegi mas yok" jadi "iki-mas-yo" .. "pulang mas yok" jadi "kaeri-mas-yo"...
  • Yah ... buat mereka yang udah nikah ... biasanya akrab dengan "ajakan" istri, "Mas yok, Mas!" ... Jadi kalo mo ngajak inget cara istri ngajak .. "mas yok!"

2. Jawaban Terhadap Ajakan

Jawaban: Ya, mau
  • hai, so shimashou = baiklah!
Cara lain:
  • karimashita
  • sore kara karimashita
Jawaban: Tidak! Tidak mau
  • iie, arigatou = Nggak mau!
Cara konyol untuk mengingat:
  • Iiiiih.. Si-Mas.. yok (ngomongnya malu2 dengan expressi mupeng)

3. Masuk Kelas TELAT!!

(ini akan berguna sekali buat yang suka telat, silahkan dipraktekkan)
Shitsurei-shimasu = Ma'af mengganggu(karena telat).
  • sh*t! gw lagi enak-enaknya berkencan sama permaisurei, diganggu sama pengawal kerajaan...
  • sh*t! gara-gara kencan sama permaisurei, gw telat datang ke kelas...
Okurete sumimasen = Sorry gue telat.
  • ouch, keretta gw kelas ekonomi, lambaaaaattt, dan sering telaaaattt...
  • Mohon tidak disalah gunakan (sengaja datang telat cuma supaya bisa bilang "shitsurei-shimaaasu, okurete sumimaseeeen ").

4. KepeMILIKkan

Menyatakan "milik" dalam bahasa jepang cukup dengan menambahkan artikel "no"
  • Watashi/Atashi/Boku/Ore no = Milik Saya. (ket:OOT: Watashi/Atashi/Boku/Ore artinya sama yaitu "gue". Pilih salah satu, jangan kemaruk.)
  • Anata/Kimi/Omae no = Milik Kamu. (ket:OOT lagi: Anata/Kimi/Omae artinya sama yaitu "Elo". Pilih juga salah satu, sesuai tempat dan keadaan.)
  • Kanojo no = Milik dia(perempuan).
  • Watashi no KURuma = Mobil gue / My CAR. Kalau mengikuti urutan kata maka artinya: "Owa Punya Mobil"
  • Anata no BASu = Lu Olang punya Bus.. HAAAIIYAAAAA..

5. Meyatakan Ada di Tempat atau "Di"

Untuk menyatakan "keberadaan" atau seperti awalan "di", dalam bahasa jepang cukup dengan menambahkan artikel "ni".
  • Koko ni = Di Sini / disini nih.
  • Ceung-ceum ni = di Ceung-ceum / Ceung-ceum nih.

 

Kosakata baru

Pertanyaan (Menanyakan)
Untuk menanyakan, cukup menambahkan "kah" di belakangnya. Sama kayak di Indonesia :)
Contoh:
  • ikura desu ka? = berapa (harganya) kah?
  • dare desu ka? = siapa kah?
Berapa
  • ikura = berapa
  • nan nin = berapa banyak orang
  • nanji = jam berapa
  • nanji-kan = berapa lama?
  • nanji-kan gurai = kira-kira berapa lama?
Kira Kira
  • kira-kira = "gurai" atau "goro" (gurai untuk berapa lama sedangkan goro untuk kapan kira-kira)
  • nanji goro = kira-kira jam berapa
  • nanji kan gurai = kira-kira berapa lama(sambil nunggu enaknya makan ikan,jadi si nanji masak ikan gulai)
  • nannin gurai = kira-kira berapa orang (eg. Nihonjin wa nanin gurai imasuka = Orang jepun ada berapa?)
  • dono kurai = Kira-kira berapa lama (eg.Toukyou kara Nikkou made kuruma de dono kurai kakarimasu ka = Dari Tokyo sampe Nikkou pake Bo'il kira-kira berapa lama perjalanankah?)
wedang sente=kira kira aja
Lama
  • jikan = lama dalam jam
  • Ichi-ji-kan = Satu jam
  • Ichi-Ni-ji-kan = Satu sampe dua jam
  • jup-pung = lama dalam puluhan menit
  • san-yon-jup-pung = 30-40 menit
  • -fung = lama dalam menit
  • go-fung = 5 menit
  • san-ju-go-fung = 35 menit
Siap siap
  • soro soro = siap - siap (perlahan-lahan)
Contoh:
  • soro soro, hajimemashou = perlahan-lahan, mari kita mulai
  • soro soro, owarimashou = perlahan-lahan, mari kita akhiri
  • soro soro, kaerimashou = perlahan-lahan, mari kita pulang
Cara konyol untuk mengingat:
  • slow-slow sedang beraksi dengan pelan-pelan (perlahan-lahan tapi pasti), dalam bahasa inggris :)
Pulang
  • kae, kaerimashoo = perlahan-lahan, mari kita pulang
  • nanji goro kaerimasu ka? = jam berapa kira-kira pulangnya kah?
  • nanji goro, ikimashou ka? = jam berapa kira-kira kita pergi?
Cara konyol untuk mengingat:
  • Waktu naik angkot, kalo udah nyampe rumah, penumpangnya bilang kaeri, kaeri bang... :)hajimemashou pojiemoto ka dhesu ka :D:D:D

disalin dari Wikibooks, berbahasa Indonesia, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 4, Kanji


Sekarang kita telah sampai pada Bagian ke 4 dari "Belajar Bahasa Jepang". Kali ini bahasannya adalah Kanji, yang merupakan salah satu dari empat set aksara yang digunakan dalam tulisan modern Jepang selain kana (katakana, hiragana) dan romaji. Kanji (漢字), secara harfiah berarti "aksara dari Han", adalah aksara Tionghoa yang digunakan dalam bahasa
Kanji dulunya juga disebut mana (真名?) atau shinji (真字?) untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan). Sementara itu, hiragana (zaman dulu katakana) umumnya dipakai sebagai okurigana untuk menuliskan infleksi kata kerja dan kata-kata yang akar katanya ditulis dengan kanji, atau kata-kata asli bahasa Jepang. Selain itu, hiragana dipakai menulis kata-kata yang sulit ditulis dan diingat bila ditulis dalam aksara kanji. Kecuali kata pungut, aksara kanji dipakai untuk menulis hampir semua kosakata yang berasal dari bahasa Tionghoa maupun bahasa Jepang.

Sejarah Kanji
Secara resmi, aksara Tionghoa pertama kali dikenal di Jepang lewat barang-barang yang diimpor dari Tionghoa melalui Semenanjung Korea mulai abad ke-5 Masehi. Sejak itu pula, aksara Tionghoa banyak dipakai untuk menulis di Jepang, termasuk untuk prasasti dari batu dan barang-barang lain. 

Sebelumnya di awal abad ke-3 Masehi, dua orang bernama Achiki dan Wani datang dari Baekje di masa pemerintahan Kaisar Ōjin. Keduanya konon menjadi pengajar aksara Tionghoa bagi putra kaisar. Wani membawa buku Analek karya Kong Hu Chu dan buku pelajaran menulis aksara Tionghoa untuk anak-anak dengan judul Seribu Karakter Klasik. Walaupun demikian, orang Jepang mungkin sudah mengenal aksara Tionghoa sejak abad ke-1 Masehi. Di Kyushu ditemukan stempel emas asal tahun 57 Masehi yang diterima sebagai hadiah dari Tiongkok untuk raja negeri Wa (Jepang).

Kaisar Ōjin
Dokumen tertua yang ditulis di Jepang menurut perkiraan ditulis keturunan imigran dari Tiongkok. Istana mempekerjakan keturunan imigran dari Tiongkok bekerja di istana sebagai juru tulis. Mereka menuliskan bahasa Jepang kuno yang disebut yamato kotoba dalam aksara Tionghoa. Selain itu, mereka juga menuliskan berbagai peristiwa dan kejadian penting.
Sebelum aksara kanji dikenal orang Jepang, bahasa Jepang berkembang tanpa bentuk tertulis. Pada awalnya, dokumen bahasa Jepang ditulis dalam bahasa Tionghoa, dan dilafalkan menurut cara membaca bahasa Tionghoa. Sistem kanbun (漢文?) merupakan cara penulisan bahasa Jepang menurut bahasa Tionghoa yang dilengkapi tanda diakritik. Sewaktu dibaca, tanda diakritik membantu penutur bahasa Jepang mengubah susunan kata-kata, menambah partikel, dan infleksi sesuai aturan tata bahasa Jepang.

Selanjutnya berkembang sistem penulisan man'yōgana yang memakai aksara Tionghoa untuk melambangkan bunyi bahasa Jepang. Sistem ini dipakai dalam antologi puisi klasik Man'yōshū. Sewaktu menulis man'yōgana, aksara Tionghoa ditulis dalam bentuk kursif agar menghemat waktu. Hasilnya adalah hiragana yang merupakan bentuk sederhana dari man'yōgana. Hiragana menjadi sistem penulisan yang mudah dikuasai wanita. Kesusastraan zaman Heian diwarnai karya-karya besar sastrawan wanita yang menulis dalam hiragana. Sementara itu, katakana diciptakan oleh biksu yang hanya mengambil sebagian kecil coretan dari sebagian karakter kanji yang dipakai dalam man'yōgana.

Mempelajari Kanji
Semua materi yang kamu butuhkan untuk mulai belajar kanji tersedia di internet dengan gratis di Jim Breen's WWWJDIC. Selain kamusnya yang besar, situs tersebut punya diagram urutan guratan untuk 1.945 kanji jouyou (hampir seluruh kanji yang akan kamu jumpai). Terutama bagi yang baru mulai belajar, kamu perlu menulis setiap kanji berulang-ulang untuk menghafalkan urutan guratannya. Kemampuan penting lainnya adalah mempelajari cara menyeimbangkan tiap huruf sehingga bagian-bagiannya tidaklah terlalu besar maupun kecil. Jadi pastikan untuk meniru hurufnya semirip mungkin dengan contoh yang ada. Pada akhirnya, kamu akan otomatis menguasai cara menulis bagian-bagian yang sering muncul sehingga kalau kamu menemui kanji baru kamu akan langsung tahu cara menulisnya dengan benar. Semua kanji di tutorial ini bisa dengan mudah dicari di WWWJDIC dengan copy-paste.
Cara Pengucapan
Satu aksara kanji bisa memiliki cara membaca yang berbeda-beda. Selain itu tidak jarang, satu bunyi bisa dilambangkan oleh aksara kanji yang berbeda-beda. Aksara kanji memiliki dua cara pengucapan, ucapan Tionghoa (on'yomi) dan ucapan Jepang (kun'yomi).

Ucapan Tionghoa (on'yomi)
On'yomi (音読み?) atau ucapan Tionghoa adalah cara membaca aksara kanji mengikuti cara membaca orang Tionghoa sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Pengucapan karakter kanji menurut bunyi bahasa Tionghoa bergantung kepada zaman ketika karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Akibatnya, sebagian besar karakter kanji memiliki lebih dari satu on'yomi. Kanji juga dikenal orang Jepang secara bertahap dan tidak langsung dilakukan pembakuan.
On'yomi dibagi menjadi 4 jenis:
  • Go-on (呉音?, "ucapan Wu") adalah cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan zaman Enam Dinasti Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad ke-5 hingga abad ke-6. Ucapan Wu diperkirakan berasal dari cara membaca literatur agama Buddha yang diwariskan secara turun temurun sebelum diketahui cara membaca Kan-on (ucapan Han). Semuanya cara pengucapan sebelum Kan-on digolongkan sebagai Go-on walaupun mungkin saja berbeda zaman dan asal-usulnya bukan dari daerah Wu.
  • Kan-on (漢音?, "ucapan Han") adalah cara pengucapan seperti dipelajari dari zaman Nara hingga zaman Heian oleh utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yang ditiru adalah cara pengucapan orang Chang'an.
  • Tō-on (唐音?, "ucapan Tang") adalah cara pengucapan karakter seperti dipelajari oleh biksu Zen antara zaman Kamakura dan zaman Muromachi yang belajar ke Dinasti Song, dan perdagangan dengan Tiongkok.
  • Kan'yō-on (慣用音?, "ucapan populer") adalah cara pengucapan on'yomi yang salah (tidak ada dalam bahasa Tionghoa), tapi telah diterima sebagai kelaziman.
KanjiArtiGo-onKan-onTō-onKan'yō-on
terangmyō (明星 myōjō)mei (明暗 meian)(min)* (明国 minkoku)
pergigyō (行列 gyōretsu) (行動 kōdō)(an)* (行灯 andon)
ibu kotakyō (京都 Kyōto)kei (京阪 Keihan)kin (南京 Nankin)
biru, hijaushō (緑青 rokushō)sei (青春 seishun)chin (青島 Chintao)-
murnishō (清浄 shōjō)sei (清潔 seiketsu)(shin)* (清国 Shinkoku)
mengirim(shu)*(shu)*yu (運輸 un-yu)[3]
tidur(men)*(ben)*min (睡眠 suimin) [4]
*Ucapan yang tidak umum

Ucapan Jepang (kun'yomi)
Kun'yomi (訓読み?) atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan menurut pengucapan orang Tionghoa, melainkan menurut pengucapan orang Jepang. Bila karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli bahasa Jepang, okurigana sering perlu ditulis mengikuti karakter tersebut.

Seperti halnya, on'yomi sebuah karakter kadang-kadang memiliki beberapa kun'yomi yang bisa dibedakan berdasarkan konteks dan okurigana yang mengikutinya. Beberapa karakter yang berbeda-beda sering juga memiliki kun'yomi yang sama, namun artinya berbeda-beda. Selain itu, tidak semua karakter memiliki kun'yomi.

Kata "kun" dalam kun'yomi berasal kata "kunko" (訓詁?) (pinyin: xungu) yang berarti penafsiran kata demi kata dari bahasa kuno atau dialek dengan bahasa modern. Aksara Tionghoa adalah aksara asing bagi orang Jepang, sehingga kunko berarti penerjemahan aksara Tionghoa ke dalam bahasa Jepang. Arti kanji dalam bahasa Tionghoa dicarikan padanannya dengan kosakata asli bahasa Jepang.

Sebagai aksara asing, aksara Tionghoa tidak dapat diterjemahkan semuanya ke dalam bahasa Jepang. Akibatnya, sebuah karakter kanji mulanya dipakai untuk melambangkan beberapa kun'yomi. Pada masa itu, orang Jepang mulai sering membaca tulisan bahasa Tionghoa (kanbun) dengan cara membaca bahasa Jepang. Sebagai usaha membakukan cara membaca kanji, satu karakter ditetapkan hanya memiliki satu cara pengucapan Jepang (kun'yomi). Pembakuan ini merupakan dasar bagi tulisan campuran Jepang dan Tiongkok (wa-kan konkōbun) yang merupakan cikal bakal bahasa Jepang modern.

Kokkun
Kokkun (国訓?) adalah karakter kanji yang mendapat arti baru yang sama sekali berbeda dari arti semula karakter tersebut dalam bahasa Tionghoa, misalnya:
  • chū, okitsu, oki (jauh di laut, lepas pantai; pinyin: chōng, membilas; chòng, kuat)
  • 椿 tsubaki (Kamelia; pinyin: chūn, Ailanthus)

Membaca Kanji
Hampir semua kanji memiliki dua jenis pengucapan yaitu on-yomi (音読み) dan kun-yomi (訓読み). On-yomi adalah bacaan aslinya dari China dan kun-yomi adalah bacaan Jepangnya. Kanji yang berdiri sendiri biasanya dibaca dengan kun-yomi sedangkan kanji yang merupakan bagian dari kata gabungan atau jukugo (熟語) biasanya dibaca dengan on-yomi. Sebagai contoh, 「力」(ちから, tenaga) dibaca dengan kun-yomi sedangkan huruf yang sama di kata gabungan seperti 「能力」(のうりょく, kemampuan) dibaca dengan on-yomi (dalam kasus ini 「りょく」).

Huruf-huruf tertentu (terutama yang paling umum) bisa memiliki lebih dari satu on-yomi maupun kun-yomi. Contohnya, pada kata 「怪力」(かいりき, kekuatan super), 「力」 dibaca 「りき」 dan bukan 「りょく」 seperti pada contoh sebelumnya. Beberapa kata gabungan juga punya bacaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bacaan huruf-huruf pembentuknya. Contohnya adalah 「今朝」 yang berarti "pagi ini" dan dibaca 「けさ」. Bacaan khusus ini harus dihafalkan secara terpisah. Untungnya, bacaan khusus tersebut jarang-jarang.

Kun-yomi juga digunakan untuk adjektiva dan verba. Kata-kata tersebut sering diakhiri oleh sejumlah hiragana yang disebut okurigana (送り仮名). Bacaan yang termuat di dalam huruf Chinanya akan tetap sama walaupun katanya dikonjugasi ke berbagai macam bentuk. Sebagai contoh, bentuk lampau verba "makan" 「食べる」(たべる) adalah 「食べた」(たべた). Walaupun verbanya berubah bentuk, 「食」 tetap dibaca sama yaitu 「た」.

Konsep lain yang pada awalnya susah ditangkap adalah bacaan suatu kanji bisa sedikit berubah di dalam kata gabungan agar katanya lebih mudah diucapkan. Perubahan yang umum terjadi contohnya suara "h" berubah menjadi "b" atau "p" dan 「つ」 yang menjadi 「っ」. Contohnya adalah 「一杯」(いっぱい, segelas)、「徹底」(てってい, seksama)、dan 「学校」(がっこう, sekolah).

Aspek menyenangkan kanji yang lainnya adalah kata-kata yang arti dasarnya sama dan dibaca sama namun memiliki kanji yang berbeda untuk menyampaikan perbedaan nuansa yang tipis. Contohnya 「聞く」(きく) berarti "mendengar" dan begitu juga 「聴く」(きく). Bedanya adalah 「聴く」 berarti kita lebih memperhatikan yang didengarkan. Misalnya, pada kasus mendengar musik yang digunakan hampir selalu 「聴く」 dan bukan 「聞く」. 「聞く」 juga bisa berarti "bertanya", namun 「訊く」(きく) selalu berarti "bertanya". Contoh lainnya adalah 「見る」(みる) yang berarti "melihat", namun untuk melihat pertunjukan misalnya film bioskop sering digunakan kanji lain yaitu 「観る」(みる). Contoh menarik lain adalah 「書く」(かく) yang berarti "menulis" dan 「描く」(かく) yang berarti "menggambar". Ada juga kasus di mana arti dan kanjinya tetap tapi bacaanya bermacam-macam, misalnya "hari ini" 「今日」 yang bisa dibaca 「きょう」、「こんじつ」、maupun 「こんにち」. Dalam kasus ini, sebetulnya tidak masalah bacaan mana yang dipakai, walaupun bacaan tertentu lebih dipilih pada situasi tertentu.

Terakhir, ada satu huruf 々 yang mungkin lebih merupakan tanda baca. Tanda tersebut berarti bahwa huruf sebelumnya diulang. Contohnya, 「時時」、「様様」、「色色」、dan 「一一」 bisa dan biasanya ditulis sebagai 「時々」、「様々」、「色々」、「一々」.

Selain "fitur-fitur" kanji yang telah disebutkan, masih ada beberapa keanehan dan kejutan menyenangkan yang akan kamu temui saat kamu memperdalam studi bahasa Jepangmu. Silahkan putuskan sendiri apakah pernyataan tersebut merupakan sarkasme. Namun, janganlah takut dan menganggap bahwa bahasa Jepang susahnya minta ampun. Kebanyakan kata di bahasa ini hanya memiliki satu penulisan kanji dan kebanyakan kanji hanya memiliki dua bacaan.

Kenapa Kanji?

Beberapa orang merasa bahwa sistem yang menggunakan simbol-simbol tak beraturan dan bukan alfabet yang sistematis bersifat kuno dan rumit secara berlebihan. Dan memang, mungking mengadopsi huruf China untuk bahasa Jepang bukanlah ide yang baik karena kedua bahasa tersebut strukturnya berbeda secara mendasar. Tapi tujuan tutorial ini bukanlah untuk mendebat keputusan yang telah dibuat beribu-ribu tahun yang lalu tetapi untuk menjelaskan kenapa kamu harus belajar kanji untuk menguasai bahasa Jepang. Dan saya berharap untuk menjelaskan lebih dari sekedar "memang harus begitu jadi lakukan saja!".

Beberapa orang merasa bahwa seharusnya bahasa Jepang berganti dari huruf China ke romaji sehingga orang-orang asing tidak perlu dipusingkan dengan huruf-huruf kompleks. Pada kenyataannya, bahasa Korea relatif baru-baru ini sukses besar berpindah ke sistem penulisannya sendiri untuk menyederhanakan bahasa tertulisnya yang dulu juga menggunakan huruf China. Lalu mengapa hal ini tidak bisa terjadi untuk bahasa Jepang? Saya rasa pemerintah sebetulnya telah mencoba mengganti kanji dengan romaji sesaat setelah perang dunia kedua namun tidak menjumpai keberhasilan. Pasti seseorang yang telah mengetik cukup banyak bahasa Jepang di komputer bisa tahu kenapa hal tersebut tidak berhasil. Saat kamu berusaha mengkonversi hiragana menjadi kanji, kamu hampir selalu disogohi paling tidak dua pilihan (homofon) dan kadang bisa sampai sepuluh (coba ketik kikan). 46 atau berapalah jumlah suara di bahasa Jepang sangatlah sedikit, sehingga susah untuk menghindari homofon. Bandingkan dengan bahasa Korea yang memiliki 14 konsonan dan 10 vokal. Masing-masing konsonan ini bisa dipasangkan dengan vokal manapun sehingga ada 140 suara. Sebagai tambahan, konsonan ketiga bahkan keempat bisa ditambahkan untuk menghasilkan suatu huruf. Ini memberikan jumlah suara teoritis yang lebih dari 1960. (jumlah suara yang benar-benar dipakai jauh lebih sedikit, tapi saya tidak tahu berapa pastinya)

Karena orang ingin membaca jauh lebih cepat dibanding saat berbicara, diperlukan sejenis petunjuk visual untuk memungkinkan pengenalan kata secara instan. Kamu bisa menggunakan bentuk kata di bahasa Indonesia untuk ngebut melintasi tulisan karena sebagian besar kata memiliki bentuk berbeda. Coba latihan kecil ini: hlao, waalupun seuma ktaa di kmaliat ini ejaanyna sahla, apkaah kmau mahsi bias membcaaku? Di bahasa Korea petunjuk visual ini juga ada karena bahasa tersebut memiliki jumlah huruf yang cukup banyak untuk membedakan bentuk-bentuk kata. Namun, karena petunjuk visualnya tidak sejelas kanji, spasi perlu digunakan untuk menghilangkan ambiguitas. (kapan di di mana menggunakan spasi ternyata menjadi masalah tersendiri)

Dengan kanji, bahasa Jepang tidak perlu dipusingkan oleh spasi dan banyak masalah yang berkaitan dengan homofon terselesaikan. Tanpa kanji, bahkan dengan bantuan spasi, ambiguitas dan kurangnya petunjuk visual akan menjadikan tulisan Jepang sangat susah dibaca.

Sumber : 
Kanji - Tutorial Bahasa Jepang Tae Kim 
Kanji - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Selasa, 11 Oktober 2011

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 3, Huruf Hiragana

Ini adalah bagian ke tiga dari "Belajar Bahasa Jepang". Kali ini kita akan membahas tentang huruf Hiragana. Hiragana (ひらがな、平仮名) adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan sukukata. Pada masa silam, ia juga dikenali sebagai onna de (女手) atau 'tulisan wanita' karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Kaum lelaki pada masa itu menulis menggunakan tulisan Kanji dan Katakana. Hiragana mula digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi. Seluruh huruf hiragana melambangkan semua suara yang muncul di bahasa Jepang. Jadi, sebetulnya bisa saja bahasa Jepang ditulis hanya dengan hiragana. Namun, karena spasi tidak digunakan di bahasa Jepang, menggunakan hiragana saja akan menghasilkan kalimat yang susah dibaca.

Huruf Hiragana terbentuk dari garis-garis dan coretan-coretan yang melengkung (kyokusenteki). Huruf Hiragana yang digunakan sekarang adalah bentuk huruf  yang dipilih dari soogana yang ditetapkan berdasarkan Petunjuk Departemen Pendidikan Jepang tahun 1900.

Sampai sekarang belum ada pendapat yang pasti mengenai pencipta huruf Hiragana. Hal ini dijelaskan oleh Sada Chiaki dalam bukunya Atarashii Kokugogaku bahwa ada pendapat yang menjelaskan pembuat huruf Hiragana adalah Kooboo Daishi. Tetapi pendapat ini tidak beralasan karena huruf Hiragana tidak dapat dibuat oleh satu orang dalam satu kurun tertentu.

Hiragana digunakan untuk menulis kata-kata bahasa Jepang asli atau menggantikan tulisan Kanji, menulis partikel dan kata bantu kata kerja. Untuk tahap awal dalam mempelajari bahasa Jepang, hafalkanlah huruf Hiragana berikut:
 
Ketentuan Menulis Hiragana

Dalam menulis hiragana, terdapat tiga aturan utama, yakni:
  1. Pertama-tama, susun huruf untuk membentuk kata yang diinginkan(sudah jelas)
  2. Konsonan tebal diwakili oleh huruf ‘tsu’ kecilContoh:
      はっきり = (ha)(tsu)(ki)(ri)= hakkiri
  3. Vokal panjang ditulis dengan menambahkan huruf terkaitContoh:
      おかさん = (o)(ka)(a)(sa)(n)= okaa-san

Kapan Memakai Hiragana?

Sebagaimana sudah disebut sebelumnya, terdapat tiga jenis pemakaian huruf hiragana dalam bahasa Jepang. Sekarang kita akan lihat bagaimana huruf-huruf tersebut dipakai.

(a) Sebagai Okurigana

Okurigana bisa dibilang sebagai imbuhan/tambahan yang melekat pada dalam sebuah kata bahasa Jepang. Kata yang ditempeli oleh okurigana adalah pokok perhatian — kata ini biasanya ditulis dengan huruf kanji.
Misalnya contoh berikut:
[JAP] 愛する
[JAP] aisuru
[ENG] “to love”
Pada contoh di atas, kanji untuk “ai” (愛 ; “love”) diikuti oleh hiragana “suru” (する ; “to do”). Di sini “suru” berperan sebagai imbuhan pembentuk kata kerja, sehingga hasil akhirnya adalah “aisuru” = “to love”.
Maka, okurigana-nya adalah する (”suru”). :D
Contoh yang lain…
[JAP] 白
[JAP] shiroi
[ENG] “white” (adj.)”, “white-colored”
Di awal mula hanya terdapat kanji 白 (”shiro”), yang berarti “warna putih” (noun). Meskipun demikian, hiragana “i” menjadi imbuhan pembentuk kata sifat — sehingga hasil akhirnya adalah “shiroi” = “berwarna putih”.

Dengan demikian, okurigana bisa dibilang sebagai imbuhan pembentuk kelas kata di bahasa Jepang. Mulai dari kata kerja, kata sifat, hingga tenses, semuanya diindikasikan oleh okurigana yang dipakai.

(b) Sebagai Furigana

Furigana adalah petunjuk bagaimana cara membaca suatu kanji. Pada umumnya, sebuah kanji (atau banyak kanji) memiliki lebih dari satu cara pembacaan.
Misalnya kanji berikut:
古谷
Ini adalah nama keluarga. Bisa dibaca sebagai: Furuya, Furutani, atau Kotani
(mengenai kenapa ini bisa terjadi, kapan-kapan akan saya bahas di tulisan tersendiri tentang Kanji)
Lalu, bagaimana dong? Kalau misalnya saya jadi guru, dan harus mengabsen murid, tentunya saya tak bisa ambil resiko salah sebut. :? (masa “Furuya” jadi “Furutani” ?)
Nah, untuk menyelesaikan masalah ini, dibuatlah sistem penulisan furigana. Nama dengan kanji ditulis dengan ukuran normal — sedangkan hiragana ditulis berukuran kecil sebagai pembantu.
furigana1.jpg
Ternyata kanji tersebut dibaca “Furuya”, bukannya “Furutani” atau “Kotani”
Meskipun demikian, terdapat juga penggunaan furigana yang bukan untuk nama. Biasanya teknik ini dipakai di buku pelajaran bahasa Jepang, komik-komik (manga), atau panduan wisata.
Contoh:
furigana2.jpg
Furigana di atas menjelaskan bahwa kalimat tersebut berbunyi: “nihongo ga suki”
(= saya suka bahasa Jepang)

(c) Menuliskan partikel dan honorific

Semua partikel dalam bahasa Jepang ditulis menggunakan hiragana. Di sisi lain, terdapat juga beberapa honorific (sebutan perorangan) yang ditulis menggunakan hiragana, misalnya -kun, -san, -chan, dan -tan.
Meskipun demikian honorific yang lebih formal umumnya ditulis dengan menggunakan kanji — bukan hiragana. Misalnya -dono (殿), -sama (様), dan -sensei (先生).
Aturan Penulisan
Dalam menuliskan kata dalam huruf hiragana harus mengikuti aturan penulisan baku yang sudah ditetapkan. Perhatikan pada gambar di atas terdapat angka yang menunjukkan urutan goresan yang harus diikuti untuk mendapatkan bentuk huruf yang tepat. Untuk mempermudah pemahaman anda, anda bisa menyaksikan video-video berikut tentang bagaimana cara menuliskan huruf hiragana:
 













Sumber :

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 2, Huruf Katakana

      Ini adalah Bagian kedua dari artikel "Belajar Bahasa Jepang". Bagian ini membahas tentang huruf Katakana, yang merupakan salah satu daripada tiga cara penulisan bahasa Jepang. Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang (外来語/gairaigo) selain itu juga digunakan untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli bahasa Jepang, hal ini hanya bersifat penegasan saja.

Di bawah ini adalah tabel huruf Katakana yang standar.




Dan di bawah ini adalah tabel huruf Katakana yang di sertai dengan pengucapan yang sama dengan huruf Hiragana.


Ketentuan Menulis Katakana
Aturan menulis katakana kurang lebih sama dengan hiragana. Meskipun begitu terdapat sedikit perbedaan, yakni di nomor (3):
  1. Pertama-tama: susun huruf untuk membentuk kata yang diinginkan(sudah jelas)
  2. Konsonan tebal diwakili oleh huruf ‘tsu’ kecilContoh:
      ハック
      (HAKKU) = (HA)(TSU)(KU)= HACK (bahasa Inggris)
  3. Vokal panjang diwakili tanda strip (ー)
      スタート
      (SUTAATO) = (SU)(TA)(ー)(TO)= START (bahasa Inggris)
Kapan Memakai Katakana?

Sebagaimana sudah disebutkan di awal, katakana memiliki kegunaan utama menuliskan kata serapan dan istilah asing. Termasuk di dalamnya adalah nama benda dan tempat yang bukan berasal dari Jepang.
Contoh:
ブリタニア
(BURITANIA)
= Britannia
コンピュータ
(KONPYUUTA)
= Komputer
ミネラル
(MINERARU)
= Mineral
Nama orang juga bisa ditransliterasikan menggunakan katakana — walaupun untuk kepentingan formal biasanya nama non-Jepang ditulis dengan huruf latin.
Contohnya antara lain:
ソリフル
(SORIFURU)
= Sholihul
ルナマヤ
(RUNAMAYA)
= Lunamaya
ブラトピト
(BURATOPITO)
= BradPitt
Intinya, semua kata/istilah/nama yang berasal dari bahasa asing ditulis menggunakan katakana. Mungkin bisa dibilang bahwa katakana adalah “perwakilan asing” dalam bahasa Jepang.

Kegunaan Lain: Menulis Onomatopeia
Katakana juga sering dipakai untuk menghasilkan onomatopeia (efek bunyi) dalam tulisan; terutama untuk bunyi yang keras/menyentak. Dalam bahasa Indonesia, kurang lebih seperti menulis “dug-dug” untuk menggambarkan detak jantung.
Penggunaan ini umum untuk SFX di berbagai manga. Jadi, jika Anda sering melihat huruf-huruf SFX yang tak diterjemahkan di scanslation, hampir pasti huruf tersebut ditulis dengan katakana.
Contoh:
ガツ
(GATSU)
= bunyi hentakan, cf. ‘gats’ atau ‘bats’
ゴゴゴゴゴ…
(GOGOGOGOGO…)
= bunyi ledakan beruntun, cf. ‘dor-dor-dor’
ドクン
(DOKUN)
= bunyi detak jantung mendadak, cf. ‘DUGG’
dsb.
Dengan cara yang sama, katakana juga bisa dipakai untuk menggambarkan teriakan (cf. “AAAAAAAAAAAAAAA!!!”). Menarik juga untuk dicatat bahwa katakana umumnya diterjemahkan sebagai ALL CAPS di huruf latin; paralel dengan bagaimana kita memakai ALL CAPS untuk efek bunyi di berbagai terjemahan. (e.g. “DUGG”, “CRASH”, “BAM”, dsb.)


Sumber :
Sumber Gambar :

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 1, Pengenalan

Kali ini saya akan membahas tentang Bahasa Jepang, sekaligus "Belajar Bahasa Jepang". Bagi kalian yang menyukai segala sesuatu tentang Jepang, tentu rasanya belum pas kalau belum belajar Bahasa Jepang. Baiklah, kita langsung saja, di mulai dari apa sebenarnya bahasa Jepang itu sendiri.

Bahasa Jepang
      Bahasa Jepang Tentang suara ini dengarkan (bantuan info) (日本語; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 127 juta jiwa. Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

Lafal Vokal
Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.
Lafal vokal bahasa Jepang mirip bahasa Melayu. Contohnya:



  • /a/ seperti "bapa"
  • /i/ seperti "ibu"
  • /u/ seperti "urut"
  • /e/ seperti "esok"
  • /o/ seperti "obor"
Tulisan Bahasa Jepang
      Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa China (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.
Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:
      Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alihaksara yang disebut romaji.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.
Kana
      Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me (mata), ki (pohon), ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.
Kanji
      Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.
      Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.

Tanda Baca
      Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.
Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

  • 。(句点/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.
  • 、(読点/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca
Angka dan Sistem Perhitungan
      Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.


Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Delapan

Sembilan

Sepuluh
      Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.
     Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, dan untungnya juga agak mirip di bahasa Indonesia, angka-angka ini tidak bisa digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari sebuah barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

Cara Menghitung Barang

  • Barang secara umum 

    Untuk mengucapkan 1 buah yaitu ひとつ(hitotsu) dan seterusnya menambahkan huruf tsu (つ)


  • Barang Panjang 

    Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misal いっぽん(ippon). Biasa dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon.


  • Barang Tipis 

    Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan まい(mai) sebagai akhiran, Misal:1 lembar いちまい(ichimai) ,dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis lainnya.


  • Barang Besar 

    Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan だい(dai) sebagai akhiran, Misal : 1 buah いちだい (ichidai),dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya.


Cara Menghitung Orang

       Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan にん(nin), misal: 3 orang さんにん (sannin) 7 orang しちにん (shichinin)


Tata Bahasa
       Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochira-wa Tanaka-san desu (こちらは田中さんです). Kochira ("ini") merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah "desu" yang berarti "it is" dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.

Infleksi dan Konjugasi
      Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnya pada kata benda hon (本) yang mungkin berarti sebuah atau beberapa buku. Juga pada kata hito (人) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Kalau kata panggil jamak, biasanya disebut -tachi.
Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu (いいです。) yang berarti "Baiklah" menjadi bentuk ii desu ka (いいですか?) yang berarti "Boleh kan?". Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (の) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti "Kenapa (kamu) tidak datang?".
Kalimat negatif dibentuk dengan mengubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan o taberu (パンを食べる。) yang artinya "Saya akan makan roti) menjadi Pan-o tabenai (パンを食べない。) yang artinya "Saya tidak akan makan roti".

Andjektika
Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:
  1. 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti "hari yang panas"
  2. 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti "orang aneh"
  3. 連体詞 (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)
Partikel
Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:
  • ga untuk bentuk nominatif
  • ni untuk bentuk dativ.
  • no untuk bentuk genital
  • o untuk bentuk akusatif
Kesopanan
      Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosa Kata
      Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉 ) yang berarti kosa kata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari Cina disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa - sama dengan pelafalan "my car") yang berarti "mobil saya"

Belajar Bahasa Jepang
      Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak dimana Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Kekerabatan Bahasa Jepang
      Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain. Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, namun ada pula yang menghubungkannya dengan bahasa Austronesia.[2] Selain itu ada pula kemiripan secara tatabahasa dan dalam susunan kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip.


di salin dari Wikipedia (berbahasa Indonesia), dengan judul Bahasa Jepang