Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Memahami Korupsi Indonesia


Korupsi jelas dipandang sebagai suatu persoalan masyarakat bagi banyak disiplin ilmu. Ini bukan berarti pengetahuan yang telah dihasilkan dapat memberikan pemahaman agak komprehensif. Keterbatasannya terletak pada masing-masing disiplin ilmu maupun sebagai suatu pendekatan yang multidisipliner jika berbagai disiplin ilmu tadi digabungkan dalam menganalisa korupsi. 

Pada persoalan yang pertama, setiap disiplin ilmu baru memberikan pengetahuan tentang korupsi dari aspek yang terbatas. Setiap perspektif mempunyai definisi, lingkup, isu pokok, dan konsep-konsep utama. Perspektif kultural berpegang pada pandangan bahwa korupsi atau tidak suatu tindakan tergantung pada pemberian makna oleh masyarakatnya. Pendekatan ini paling kritis dalam menilai definisi yang baku tentang korupsi yang berdasar pada definisi legal dimana korupsi merupakan pelanggaran atas aturan formal. 

Pemberian makna merupakan suatu proses yang dibentuk oleh struktur yang ada dalam masyarakat. Dalam pendekatan antropologis juga dilihat masalah representasi: kelompok manakah yang terlibat, bagaimana mereka mengartikan korupsi, di arena sosial mana korupsi dibahas, terhadap kelompok mana label korupsi diberikan, dan sebagainya. 

Perspektif politik melihat korupsi yang menggunakan organisasi, sistem dan institusi politik, seperti partai politik, badan eksekutif, badan legislatif, dan badan pemilihan umum. Moral yang digunakan bisa berbentuk ideologi seperti demokrasi, prinsip dan aturan demokrasi, tujuan negara yang biasanya mencakup keadilan dan kesejahteraan yang luas, atau sistem hukum yang berlaku. Tindakan korupsi melanggar moral di atas melalui instrumen politik.

Pendekatan ekonomi politik meletakkan dalam konteks hubungan jalin menjalin antara kepentingan politik dan ekonomi serta implikasinya. Menonjol dalam aliran ini adalah Johnston yang  melihat bahwa oportunitas politik dan ekonomi membentuk pola-pola korupsi. Organisasi dan institusi negara, terutama yang berkaitan dengan institusi politik dan pembangunan, dimanfaatkan untuk menghasilkan kebijakan yang menguntungkan kelompok tertentu. 

Transisi demokrasi juga menghasilkan situasi kritis berkembangnya korupsi. Hal ini disebabkan lemahnya institusi politik dan pasar memungkinkan berkembangnya berbagai praktik tidak absah, seringkali kemudian berkembang menjadi terorganisasi dan dilindungi oleh praktik kekerasan. Selanjutnya ini lebih menghambat praktik demokrasi dan ekonomi yang sehat.

Korupsi politik adalah penyalahgunaan lembaga-lembaga politik, seperti partai politik, lembaga pemilihan umum, badan pembangunan, parlemen, dan badan perencanaan pembangunan. Lembaga pemilihan umum adalah alat legitimasi yang tersedia dalam sistem demokrasi untuk memilih pemimpin. Di banyak negara berkembang dan transisional, perangkat demokrasi mungkin lengkap didirikan, namun pelaksanaannya tergantung pada pada sejumlah organisasi, mekanisme, dan kultur politik yang menopangnya untuk berjalan dengan jujur. 

Korupsi oleh partai politik juga sering dibahas. Partai digambarkan sebagai alat tawar-menawar dalam membagi kekuasaan dan akses terhadap sumber daya publik, baik untuk organisasi maupun individu. Korupsi yang terjadi oleh partai bukan saja menyangkut penyelewenangan dana publik untuk tujuan yang absah. Korupsi juga bisa bersifat lebih kompleks, yaitu dalam arti menjual kepercayaan pemilih untuk mencapau tujuan yang lain.

Perspektif legal mendefinisikan korupsi sebagai tindakan yang tidak mengikuti aturan hukum. Persoalan korupsi dilihat sebagai kelemahan rumusan hukum dan prosedur penegakan hukum. Definisi menurut perspektif legal terbatas pada rumusan dan prosedur. Latar belakang aktor, konstalasi politik, karakter kenegaraan, tidak dilihat dalam persoalan korupsi.

Perspektif ekonomi melihat korupsi sebagai persoalan penyimpangan alokasi sumber daya yang “seharusnya”. Melihat inefisiensi dalam dan terhadap institusi pasar dan korupsi sebagai upaya maksimasi keuntungan. Faktor risiko dan ada tidak adanya alternatif termasuk yang diperhitungkan dalam penentuan “harga” korupsi.

Perspektif sosiologis melihat persoalan korupsi sebagai persoalan institusional yang terdiri dari jaringan norma. Organisasi (publik) mempunyai karakter dibentuk maupun untuk merespon lingkungan institusional. Jadi persoalan korupsi juga persoalan keterkaitan kelemahan hubungan antara lembaga (dalam artian lebih abstrak) dan organisasi. Jaringan aktor merupakan salah satu fokus perhatian perspektif ini. Jaringan aktor merupakan jembatan untuk mengakses sumber daya di organisasi lain. 

Melihat persoalan korupsi hanya dengan satu dua perspektif jelas tidak memadai untuk negara dengan tingkat korupsi luas seperti Indonesia. Belakangan ini sifatnya semakin mendalam secara substantif.  Bentuk, latar belakang aktor, dan mekanisme korupsinya semakin beragam. Hal ini bisa dicontohkan dalam kasus Bank Century, ekonomi ilegal dan pencucian uang, dan kasus M. Nazaruddin. Kasus-kasus tersebut melibatkan aktor yang berada dalam organisasi yang berbeda. Pembahasan korupsi model kasus Nazaruddin belum banyak dibahas di tingkat internasional, menunjukkan keseriusan korupsi di Indonesia.

Kasus-kasus di Indonesia bukan hanya pelanggaran hukum, apalagi hukum itu sendiri mempunyai persoalan lemah legitimasi karena antara lain dibuat oleh politisi parlemen yang tidak dipercaya publik. Persoalan korupsi mengandung dimensi antropologis dimana terjadi perubahan pemaknaan ke arah pragmatisme luar biasa. Jelas sekali mengandung dimensi politik karena melibatkan eksistensi parta-partai dan instrumen kenegaraan. 

Sangat jarang studi yang mengembangkan suatu kerangka interdisipliner secara khusus sebelum dilakukan studi. Itulah sebabnya yang banyak dilakukan selama ini lebih sebagai pendekatan eklektik, artinya berupaya memasukan berbagai pertanyaan dari berbagai disiplin. Bahkan dalam hal inipun, upaya yang sistematik terhadap persoalan korupsi sangat jarang dilakukan. 

Studi tentang korupsi yang berskala besar kebanyakan dilakukan oleh organisasi pembangunan internasional atau asing. Studi semacam ini bertujuan pada aksi, yang dalam hal ini aksi mengatasi persoalan korupsi. Studi yang dibiayai program donor fokus pada lembaga-lembaga publik, seperti kantor pajak, peradilan,  pelayanan publik, atau kepolisian. Aspek yang banyak dilihat adalah governansi dari lembaga-lembaga tersebut, khususnya dari kinerja struktur dan aturan formal. 

Untuk Indonesia, persoalan korupsi harus menjawab dimensi, a) persoalan pengalokasian sumber daya dan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat; (b) persoalan politik dan kepentingan; (c) persoalan kultural dan normatif; (d) persoalan hukum formal; (e) persoalan interaksi oleh aktor individu, organisasi, dan kelembagaan; dan (f) persoalan transformasi organisasi dan kelembagaan. Dimensi yang masih belum banyak diketahui adalah kararakter jaringan yang mengakses beberapa organisasi, rumusan relasi antar-lembaga yang menimbulkan celah korupsi, serta munculnya organisasi baru (atau reinterpretasi fungsi) sebagai mekanisme korupsi.



Meuthia Ganie-Rochman

Ahli sosiologi organisasi, mengajar di Universitas Indonesia.



Selasa, 03 Januari 2012

Agama-Agama Besar Di Indonesia


Pengertian Agama
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya
Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Agama merupakan suatu lembaga atau institusi penting yang mengatur kehidupan rohani manusia. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:
  • menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
  • menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan
Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

Agama di Indonesia
Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “KeTuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Di tahun 2010, kira-kira 85,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 9,2% Protestan, 3,5% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% Buddha.
Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa "tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya" dan "menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya". Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.
Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia.

Sejarah Agama di Indonesia
Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama keanekaragaman agama dan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India, Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda. Bagaimanapun, hal ini sudah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan kultur di Indonesia
Hindu dan Buddha telah dibawa ke Indonesia sekitar abad kedua dan abad keempat Masehi ketika pedagang dari India datang ke Sumatera, Jawa dan Sulawesi, membawa agama mereka. Hindu mulai berkembang di pulau Jawa pada abad kelima Masehi dengan kasta Brahmana yang memuja Siva. Pedagang juga mengembangkan ajaran Buddha pada abad berikut lebih lanjut dan sejumlah ajaran Buddha dan Hindu telah memengaruhi kerajaan-kerajaan kaya, seperti Kutai, Sriwijaya, Majapahit dan Sailendra. Sebuah candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur, telah dibangun oleh Kerajaan Sailendra pada waktu yang sama, begitu pula dengan candi Hindu, Prambanan juga dibangun. Puncak kejayaan Hindu-Jawa, Kerajaan Majapahit, terjadi pada abad ke-14 M, yang juga menjadi zaman keemasan dalam sejarah Indonesia.
Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 melalui pedagang Arab. Islam menyebar sampai pantai barat Sumatera dan kemudian berkembang ke timur pulau Jawa. Pada periode ini terdapat beberapa kerajaan Islam, yaitu kerajaan Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Pada akhir abad ke-15 M, 20 kerajaan Islam telah dibentuk, mencerminkan dominasi Islam di Indonesia.
Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor.
Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.
Perubahan penting terhadap agama-agama juga terjadi sepanjang era Orde Baru.  Antara tahun 1964 dan 1965, ketegangan antara PKI dan pemerintah Indonesia, bersama dengan beberapa organisasi, mengakibatkan terjadinya konflik dan pembunuhan terburuk di abad ke-20. Atas dasar peristiwa itu, pemerintahan Orde Baru mencoba untuk menindak para pendukung PKI, dengan menerapkan suatu kebijakan yang mengharuskan semua untuk memilih suatu agama, karena kebanyakan pendukung PKI adalah ateis. Sebagai hasilnya, tiap-tiap warganegara Indonesia diharuskan untuk membawa kartu identitas pribadi yang menandakan agama mereka. Kebijakan ini mengakibatkan suatu perpindahan agama secara massal, dengan sebagian besar berpindah agama ke Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Karena Konghucu bukanlah salah satu dari status pengenal agama, banyak orang Tionghoa juga berpindah ke Kristen atau Buddha.


Enam Agama Besar di Indonesia
1)    Islam
Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam.Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Sedangkan di wilayah timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar di kawasan barat. Sekitar 98% Muslim di Indonesia adalah penganut aliran Sunni. Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah (di atas satu persen), berada di Aceh.

2)    Kristen Protestan
Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mereformasi Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eropa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota. Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Sekitar 75% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.

3)    Hindu
   Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit. Candi Prambanan adalah kuil Hindu yang dibangun semasa kerajaan Majapahit, semasa dinasti Sanjaya. Kerajaan ini hidup hingga abad ke 16 M, ketika kerajaan Islam mulai berkembang. Periode ini, dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, bertahan selama 16 abad penuh. Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu lainnya di dunia. Sebagai contoh, Hindu di Indonesia, secara formal ditunjuk sebagai agama Hindu Dharma, tidak pernah menerapkan sistem kasta. Contoh lain adalah, bahwa Epos keagamaan Hindu Mahabharata (Pertempuran Besar Keturunan Bharata) dan Ramayana (Perjalanan Rama), menjadi tradisi penting para pengikut Hindu di Indonesia, yang dinyatakan dalam bentuk wayang dan pertunjukan tari. Aliran Hindu juga telah terbentuk dengan cara yang berbeda di daerah pulau Jawa, yang jadilah lebih dipengaruhi oleh versi Islam mereka sendiri, yang dikenal sebagai Islam Abangan atau Islam Kejawen.

4)    Budha
   Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode yang sama. Seperti kerajaan Sailendra, Sriwijaya dan Mataram. Kedatangan agama Buddha telah dimulai dengan aktivitas perdagangan yang mulai pada awal abad pertama melalui Jalur Sutra antara India dan Indonesia. Sejumlah warisan dapat ditemukan di Indonesia, mencakup candi Borobudur di Magelang dan patung atau prasasti dari sejarah Kerajaan Buddha yang lebih awal. Mengikuti kejatuhan Soekarno pada pertengahan tahun 1960-an, dalam Pancasila ditekankan lagi pengakuan akan satu Tuhan (monoteisme). Sebagai hasilnya, pendiri Perbuddhi (Persatuan Buddha Indonesia), Bhikku Ashin Jinarakkhita, mengusulkan bahwa ada satu dewata tertinggi, Sang Hyang Adi Buddha. Hal ini didukung dengan sejarah di belakang versi Buddha Indonesia pada masa lampau menurut teks Jawa kuno dan bentuk candi Borobudur.

5)    Kristen Katolik
   Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku "Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya". yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.

6)    Khonghucu
   Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu lebih menitikberatkan pada kepercayaan dan praktik yang individual, lepas daripada kode etik melakukannya, bukannya suatu agama masyarakat yang terorganisir dengan baik, atau jalan hidup atau pergerakan sosial.


Source

Selasa, 18 Oktober 2011

Kumpulan DOKTRIN Kementrian Desain Republik Indonesia (KDRI)


Bapak, Ibu, Sobat, Pak Guru - Bu Guru.. Silahkan sebarkan video animasi ini ke teman - teman dan anak didik tersayang. Demi Manusia Indonesia yang lebih Berkualitas!!



MONDAY, AUGUST 15, 2011

PERBANYAK MAKAN SAYURAN - DOKTRIN KDRI


Tujuan :
Mengingatkan bahwa terlalu makan banyak daging dan gula bisa bahaya! 

TUESDAY, JUNE 14, 2011


CARI LENTERA JIWAMU! - DOKTRIN KDRI



Tujuan :
Kerja dan meniti karier lebih indah ketika sesuai yang diminati, bukan karena terpaksa atau ikut-ikutan !

FRIDAY, MAY 27, 2011


JANGAN HANYA MALU! - DOKTRIN KDRI (JOWO VERSION)


Tujuan :
Ngajak arek - arek gak gampang mewek!

FRIDAY, MAY 20, 2011


RANGKUL KERAGAMAN - DOKTRIN KDRI


Tujuan :
Mengajak untuk melihat perbedaan itu sebuah anugerah bukan untuk dipaksakan sama rata, harusnyakan bukan dijadiin SATU tapi BERSATU!

MONDAY, MAY 16, 2011


JANGAN HANYA MALU! - DOKTRIN KDRI



Tujuan :
Mengajak generasi muda Indonesia jangan jadi lembek!

30 X MENGUNYAH! - DOKTRIN KDRI


Tujuan :
Membuat rakyat sadar bahwa makan cepat - cepat itu berbahaya.


Bapak, Ibu, Sobat, Pak Guru - Bu Guru.. Silahkan sebarkan video animasi ini ke teman - teman dan anak didik tersayang. Demi Manusia Indonesia yang lebih Berkualitas!!

Kamis, 13 Oktober 2011

Belajar Bahasa Jepang: Bagian Akhir, Percakapan

Akhirnya ini adalah bagian terakhir dari "Belajar Bahasa Jepang". Bagian ini adalah bagian di mana anda bisa mengunduh/men-download file .pdf dan .mp3 yang akan membantu anda mempelajari cara mengucapkan perkataan dalam bahasa sambil mendengarkan dialog percakapan. File tersebut dapat di unduh secara gratis di situs NHK WORLD Bahasa Indonesia. Namun anda juga dapat mengunduh nya di blog ini.


Teks PDF dari Seluruh 50 Pelajaran
 Audio (MP3) dari pelajaran-pelajaran yang ada

  • Pelajaran 6 - Saya akan ke kantor setelah dari bank. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 7 - Saya ingin membuka rekening. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 8 - Saya harus bagaimana ya? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 9 - Apa Ibu Yamada ada? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 10 - Terima kasih banyak atas dukungan Anda selama ini. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 16 - Saya suka seseorang yang pandai memasak. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 17 - Saya ingin mencari komputer. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 18 - Bagaimana caranya pergi ke Akihabara? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 19 - Kami baru saja sampai. MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 20 - Selamat datang! MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 21 - Mana yang Anda rekomendasikan? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 22 - Maukah Anda membawanya pulang sendiri? MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 23 - Makan Siang Sudah Termasuk Kopi atau Teh MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 24 - Masih Mengepul dan Lezat MP3 (4.6MB)
  • Pelajaran 25 - Saya Dapat ini di Depan Stasiun MP3 (4.6MB)

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 7, Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang

Bagian ke-7 ini dari "Belajar Bahasa Jepang" ini adalah bagian yang paling konyol dari pelajaran bahasa Jepang. Karena bagian ini dikemas denga cara yang  konyol agar dapat mudah diingat oleh pembaca. Artikel ini masih disalin dari simber yang sama, yaitu Wikibooks, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang. Tak usah panjang lebar, langsung saja kita lanjutkan pelajarannya.

1.  Pendahuluan

"hajime(はじめ)" = untuk memulai sesuatu
Contoh:
  • Hajimemashite(はじめまして) = perkenalkan, ...
  • Hajimemashou(はじめましょう) = mari kita mulai ...
  • Hajimete(はじめて) = baru pertama kali melakukan sesuatu
Cara konyol untuk mengingat:

  • Untuk memulai sesuatu, selalu ingat sama "wak haji".
  • Untuk memulai sesuatu yang baru, para artis biasanya "naik haji" dulu :)
  • Untuk memulai sesuatu pekerjaan, harus sarapan dulu, misalnya makan indomie, popmie dll. nah biasanya kalau mau makan khan, sikat bleh, atau hajar bleh, nah ambil yang hajar bleh, hajar IndoMiE (dasar anak kost-kostan). :D
  • Tambahkan cara konyol lainnya di sini
Cara nggak lucu untuk mengingat:
  • Ketika karateka / pejudo akan mulai bertarung, sang wasit meneriakkan : "hajime!"
  • inget2 aja kalo lagi bersin "ha...ha..hajime.."

 

2.  Berkenalan (Pertemuan di Biro Jodoh)

Hafalkan dialog di bawah ini.
Prolog
  • Uwa Teshi dan Mama Sitie sedang menunggu kedatangan Haji Memet di biro jodoh “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas”.

Dalam cerita ini, Anda memerankan lakon sebagai Uwa Teshi.

(Cara lucu untuk mengingat: Bayangkan Anda berdandan seperti Teshi (geli ngebayanginnya... hiii... ). Teshi adalah salah seorang lakon dalam grup lawak Srimulat. Teshi terkenal jahil, selalu berdandan norak dan suka genit mencolak-colek bintang tamu cewek yang cantik. Seluruh jari tangan Teshi memakai cincin emas segede gajah).

Biro jodoh “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas” hanya buka praktek di waktu pagi. Siang harinya, biro jodoh ini berubah nama menjadi (namanya terlalu panjang, jangan dihafalkan) “Oooh, Yuuuk, Cape Deeeh, Gajah Pengen Duduk, Secara, Udah Berdiri Seharian, Gitu Loh”.

(Cara lucu mengingat: Ketika Anda memasuki gerbang dunia drama ini, pintu masuk biro jodoh ini persis seperti selangkangan gajah terbuat dari emas, mengkilap kinclong-kinclong! Biar lebih lucu, bayangkan sang gajah menghadap ke belakang, sehingga Anda masuk dari bawah pantat si gajah emas, dan untuk membuka pintunya harus mengucapkan mantra: Oooh, Ayo..., Gajah Emas... hihihihi..., sambil memelintir ekor sang gajah (terserah mo ekor yang mana :p) biar pintu gerbangnya terbuka)

Di biro jodoh ini, Anda diharuskan untuk mengenalkan Mama Sitie (yang sudah janda) kepada Haji Memet (yang sudah duda).

(Cara lucu untuk mengingat: Mama Sitie adalah Siti Nurhaliza yang sedang hamil. Dus, dipanggil Mama Sitie. Penting untuk diingat: Rambut Mama Sitie dikucir. Haji Memet adalah seorang raja minyak. Dandanannya selalu monoton: berjenggot, berpeci putih, bersorban dan kemana-mana selalu membawa tasbih).
Dialog
Nah, karena Haji Memet sudah sampai di pintu gerbang biro jodoh, hafalkan dialog di bawah ini:

Bahasa Jepangnya:
    • (H)aji: Ohayo gozaimasu.
(ingat mantra untuk membuka pintu? “Oooh, Ayo, Gajah Emas”...).
    • (T)eshi & (S)itie : Ohayo gozaimasu.
(membalas salam)
    • (T)eshi: Hajimemashite, watashi wa Uwa Teshi desu. Douzo.
(biar sopan, sambil nyerahin doz kado sebagai hadiah).
    • (H)aji: Hajimemashite, watashi wa Haji Memet desu. Douzo yoroshiku
(sambil membuka doz kado Uwa Teshi menggunakan gaya jurus siku, dengan menyodokkan sikutnya ke muka Haji Memet, ciaaaattt!!!).
    • (T)eshi: Memet-san, kochira wa Mama Sitie-san desu.
(sambil menjambak kuncir rambut Mama Sitie).
    • (S)itie: Hajimemashite, watashi wa Mama Sitie desu.
Douzo yoroshiku onengaishimasu. (sambil merebut doz kado di tangan Haji Memet, juga dengan jurus siku, dan melemparkannya ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa...).
Arti Bahasa Indonesianya:
    • (H)aji: Selamat pagi.
    • (T)eshi & (S)itie : Selamat pagi (juga).
    • (T)eshi: Perkenalkan, saya adalah Uwa Teshi gitu loh. Silahkan (sopan).
    • (H)aji: Perkenalkan, saya adalah Haji Memet gitu deh. Silahkan juga (lebih sopan).
    • (T)eshi: Tuan Memet, yang ini adalah Nona Mama Sitie gitu loh.
    • (S)itie: Perkenalkan, saya adalah Mama Sitie gitu deh. Silahkan juga (paling sopan).

Setelah perkenalan itu, Haji Memet langsung ngebet ingin melamar Mama Sitie yang cantik (tapi hamil). Karena Haji Memet kaya raya, akhirnya Mama Sitie pun menerima lamarannya, dan mereka pun menikah saat itu juga.

Demikianlah asal-usul perkenalan singkat mereka. Tak heran setiap kali orang Jepang berkenalan, mereka tidak lupa untuk selalu menyebut pendahulu mereka, Mama Sitie yang sekarang sudah bergelar Haji: Haji Mama Siti (dibaca: hajimemashite).

selamat pagi, (sang istri bangtidur, nguap lebar: “Oooah”, trus ada yang ngajakin ehm-ehm, jawabannya: “Oooh, Ayo...”)un tidur, nguap lebar: “Oooah”, trus mo ngajakin ehm-ehm sama “gajah Si (e)Mas”, jawabannya: “Oooh, Ayo..., Gajah Emas, yes! yes! yes! cihuii...”)
  • hajimemashite atau hajimema* ohayo gozaimasu = (lebih sopan)* ==== Kosa kata yang akan dihafalkan ===='ohayou = selamat pagi
(sang istri bangun shite? = perkenalkan atau bagaimana kabarmu?(ingat hajimemashite tidak butuh ka) (ingat Haji Mama Sitie)
  • watashi = aku
(bayangin kamu jadi Uwa Teshi, geli, hiii, jijay bajay...)
  • douzo = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."
(ingat menyerahkan satu doz kado)
  • douzo yoroshiku = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."
(lebih sopan, ingat menyerahkan doz kado menggunakan jurus siku)
  • douzo yoroshiku onengaishimasu = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."
(lebih sopan lagi, ingat menyerahkan doz kado menggunakan jurus siku, dan melemparkannya ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa)
  • wa = adalah
  • desu = (gitu) deh / (gitu) loh
  • kore atau kono= ini
(ingat, sambil menunjuk ke koreng bopeng di pipi Mama Sitie)
  • kochira = yang ini
(ingat waktu Uwa Teshi menjambak kuncir rambut Mama Sitie? Sambil menunjuk ke kuncir rambut, dia bilang kochira)

Tata bahasa baru

  • [____] wa [____] desu = [____] adalah [____] gitu loh / gitu deh
Contoh:
  • [_Watashi_] wa [_Memet_] desu = [_Saya_] adalah [_Memet_] gitu loh
  • [_Kochira_] wa [_Teshi_] desu = [_Yang ini_] adalah [_Teshi_] gitu deh

  • [____] san atau [____] sama= tuan [____]
Gunanya:
  • Untuk menunjukkan penghormatan terhadap seseorang
Contoh:
  • [_Memet_] san = Tuan [_Memet_]
  • [_Teshi_] sama = Oom/Tante [_Teshi_]
  • [_Siti_] san = Nyonya [_Siti_]

Pertunjukan Dimulai

Pelaku Utama
  • T: Uwa Teshi (dibaca: WaTashi),
  • H: Haji Memet (dibaca: HajiMe), dan
  • M: Mama Sitie (dibaca: MaSte, maksa bhanggeeettttt!).
    • Penting! Mama Sitie rambutnya dikucir (dibaca: kochira)
Peran Pembantu
  • SO: Si Oneng Ae Si Mas (dibaca: Oneng’ae Si Mas, Si Oneng sedang dirayu sama Si Mas dari Jawa)
  • SM: Si Mas (dibaca: Si Mas, Mas dari Jawa yang sedang merayu Si Oneng)
Lokasi Shooting
  • Biro Jodoh: “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas” (dibaca: Oooh,ayo,goza,imasu).
  • Buat yang piktor, Biro Jodoh ini juga merupakan lambang kejantanan (Si Gajah Emas, "gajah"nya Si Mas Jawa) :)
Alat Bantu (Alat Peraga)
  • Doz kadO (dibaca: DoozO)
Keahlian
  • Jurus Siku (dibaca: Yoroshiku)
  • Membuka Doz kadO dengan Jurus Siku (dibaca: DoozO yoroshiku)
  • maka enak(dibaca: oishidesu)
Keahlian Tambahan
  • Membuka Doz kadO dengan Jurus Siku dan dilempar ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa... (dibaca: DoozO yoroshiku onengaeshimasu).
  • korekaramo gambarimasu

3.  Ungkapan-Ungkapan di Dalam Kelas

NOTE: belum ada cara konyol untuk menghafalkannya, akan dibuatkan segera :)
  • hajimemashou = mari kita mulai
(ingat pak haji memet manggil si mas baso)
  • owarimashou = mari kita akhiri
(inget burung kaswari makan baso)
  • yasumimashou = mari kita beristirahat
(inget saya suka minder kalo makan baso)
  • [___] kudasai = tolong [___] dong...
Contoh:
  • mit
=== Koleksi Kalimat Gombal ===
Catatan: Sub bab ini belum lucu, tapi sudah mudah diingat. Tolong kalau ada waktu dibuat sekonyol mungkin ya... .
Berikut ini mungkin dapat berguna buat yang mau belajar bahasa jepang lewat ngegombal. Biasanya belajar akan lebih mudah jika tujuannya jelas. (Saat ini hanya ada versi cowo. Buat yang cewe, kalimat-kalimat berikut ini dapat berguna untuk mengetahui cowo gombal).
Biasanya ngapain?
Itsumo nani shiten no?

Kamu Cute banget deh cantik de.
Kimi tte hontou ni kawaii ni kirei dayo

Sifat kamu menyenangkan
kimi no seikaku suki dayo

Kamu menarik.
Kimi tte miryo kuteki dane

Aku pengen/seneng ngomong sama kamu
kimi to motto hanashitai

Aku suka rambut kamu
kimi no heiru ga suki

Pakaian mu trendy/bagus deh
fuku no sensu ga ii na

Udah punya pacar/pasangan belom?
Tsukiatteru hito iru?

Kamu pasti udah punya pasangan
kareshi ippai irun darou

Kamu populer sih
Moteru darou

Aku selalu kepikiran kamu
kimi no koto ichinichi ju kangaeteru yo

Aku ngga bisa berhenti mikirin kamu
kimi no koto bakkari kangaeteta

ntar Malam ngapain yuk
Kon ya nani shitai?

Kencan (ama gue) yuk
Boku to dekakenai

Semoga berguna


Disalin dari Wikibooks, berbahasa Indonesia, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang

Belajar Bahasa Jepang: Bagian 6, Pelajaran 2

Kita telah sampai di Bagian ke-6 dari "Belajar Bahasa Jepang". Ini adalah Pelajaran ke-2 yang ditulis oleh Sensei Atsuko San di Wikibooks. Masih dengan gaya menjelaskannya yang ringan dan mudah dicerna disertai dengan contoh-contoh percakapan sehari-hari yang biasa digunakan di Jepang.

Bagian ini akan membahas tentang menanyakan keadaan, memperkenalkan diri, mengajukan pertanyaan, dan lain-lain. Cara belajarnya mudah kok. Jadi, silahkan mempelajari. Langsung saja, ayo kita mulai.

1.  Sapaan 

T: konnichiwa = Selamat sore
J: konnichiwa = Selamat sore (juga)
Cara lucu untuk mengingat:

  • ingat aja sandal merek "konnichiwa" atau konnchi uwa (kunci uwak mane..?)
kalo makelar: (komisi nya wak)

2.  Menanyakan keadaan

T: O genki desu ka = Bagaimana keadaan Anda? Sehat?
J: Okage samade = Alhamdulillah (saya sehat) /genki desu «saya baik»
  • orang yg suka samede (semedi) badannya sehat
J: Chotto guai ga warui desu = Aduh, kurang sehat nih
J: Amari genki dewa arimasen = Tidak begitu sehat nih (agak formal, pake dewa)
J: Amari genki ja arimasen = Tidak begitu sehat nih (nggak formal, pake ja)
J: genki ja nai desu = Ngga sehat nih (nggak formal, pake ja nai)
T: Daijobu desu ka? = Lo baek-baek aja?/ Are you OK?
J: Hai, Daijobu desu = Ya, baek-baek aja / OK
J: iiE, Daijobu ja nai = Engga, ngga baek-baek aja / not ok
genki = sehat
Cara lucu untuk mengingat:
  • anggota genk badannya pasti sehat-sehat karena baru saja ketabraak mobil,mobilnya aja hancur berkeping-keping bagaimana dia,pasti sehat ha...ha...ha...:)
amari = tidak begitu?(orang jawa bilang mari=sembuh jadi amari=tidak sembuh/tidak sehat)
T: Mokarimakka? = Bisnis gimana?(bagaimana nyari duit?),frase ini dari Kansai/Osaka )
J: Bochi-bochi denna (Yah sedang OK lah/ baru akan mulai baik)
Cara lucu mengingat:
  • Mokka loe Makan, ada duit kaga?

Bentuk Negatif

____ dewa arimasen (untuk formal)
____ ja arimasen (yang nggak formal)
____ ja nai (lebih nggak formal, menyatakan "Engga")
Contoh:
nihon jin ja arimasen = bukan orang jepang deh, (kalo diurut kata per kata: jepang orang bukan deh)Cara mengingatnya : orang NIHON dibilang anJINg aJA, tapi si ARI MAlah SENang
genki ja arimasen = tidak sehat deh, (kalo diurut kata per kata: sehat tidak deh)Cara mengingatnya : GENg Kamu aJA selalu bersama, masA RI kamu MAlah SENdirian

3.  Mingguan

___ shuu = ___ minggu dsadasdasdasdasdasdasdasdasdasdasdasdadas
  • senshuu = minggu yang lalu
  • konshuu = minggu ini
  • raishuu = minggu depan
  • saraishuu = dua minggu lagi
eki:stasiun kereta api

4.  Memperkenalkan diri

jikushoo kai = perkenalan pertama
Hajimemashite, watashi wa Abd Shomad desu, Fujitsu no shaain desu, dozo yoroshiku onengaishimasu.
Perkenalkan, saya adalah Abd Shomad dong, Fujitsu punya karyawan dong, monggo dipersilahkan.

5.  Memperkenalkan orang lain

Gooshokai=memperkenalkan
  • kochira wa = ini adalah
  • sochira wa = itu adalah
  • achira wa = itu (jauh) adalah
Contoh:
  • kochira wa Abd Shomad-san desu = ini adalah Abd Shomad deh
  • sochira wa Ian-san desu = yang itu adalah Ian deh
  • achira wa Eriza-san desu = yang (jauh) itu adalah Eriza deh
Catatan: Untuk menyebutkan nama orang lain(yang bukan anak ingusan) biasanya ditambahkan "san". Tetapi tidak dengan nama sendiri.

6.  Kepemilikan

Untuk menyatakan kepemilikan, gunakan no setelah kata benda.
Contoh:
  • Fujitsu no ___ = Fujitsu punya, Fujitsu no shaain desu = Fujitsu punya karyawan dong (karyawannya Fujitsu)
  • RSCM no ___ = RSCM punya, RSCM no ishaa desu = RSCM punya dokter dong (dokternya RSCM)
  • Lippo ginko no ___ = Bank Lippo punya, Lippo ginko no shachoo desu = Lippo bank punya direktur dong (direkturnya Lippo Bank)
Cara nggak lucu untuk mengingat:
  • Aji no moto = Aji punya moto
Aji = rasa Moto = asal (asli) AjiNoMoto = asalnya rasa, rasanya asli (enak deh :)
  • dengan logat betawi: no.. punye die no

7.  Mengajukan pertanyaan

T: Sumimasen, anata wa Fuji Film no shaain desu ka? = permisi, Apakah Anda karyawan Fuji Film? (kalau diartikan kata per kata: permisi, Anda adalah Fuji Film punya karyawan dong kan?

Jawaban

Jawaban positif (yang membenarkan)
J: So desu = ya, begitulah
Jawaban negatif (mem-bukan-kan)
J: So ja arimasen = bukan, bukan begitu
Contoh lain:
  • Jawa jin ja arimasen = bukan orang Jawa
  • Bataku jin ja arimasen = bukan orang Batak
Jawaban yang lengkap
J: Iie, watashi wa Fuji Film no shaain ja arimasen, watashi wa Fujitsu no shaain desu = Bukan, saya bukan karyawan Fuji Film, Saya adalah karyawan Fujitsu.

8.  Pekerjaan

Untuk menyatakan pekerjaan, tinggal ditambahkan di belakangnya dengan "___in"
Contoh:
  • ginko = bank, ginko-in = pegawai bank
  • taishikan = kedutaan, taishikan-in = pegawai kedutaan
  • kaishaa = perusahaan, shaa-in (tanpa kai di depannya) = pegawai perusahaan
Cara ingat gampang: untuk pekerjaan tambahin aja.


disalin dari Wikibooks, berbahasa Indonesia, dengan Judul Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang