Minggu, 25 September 2011

Auguste Comte dan Aliran Positivisme

Auguste Comte merupakan sosok filosof besar dan cukup berpengaruh bagi perkembangan technoscience, dimana dia merupakan penggagas dari aliran Positivisme, yaitu sebuah aliran filsafat Barat yang timbul pada abad XIX dan merupakan kelanjutan dari empirisme.
Aliran positivisme ini merupakan aliran produk pemikiran Auguste Comte  yang cukup berpengaruh bagi peradaban manusia. Aliran Positivisme ini kemudian di abad XX dikembangluaskan oleh filosof kelompok Wina dengan alirannya Neo-Positivisme (Positivisme-Logis).[1]
Sejarah telah melukiskan bahwa masalah perolehan pengetahuan menjadi problem aktual yang melahirkan aliran Rasionalisme dan Empirisme yang pada gilirannya telah melahirkan aliran Kritisisme sebagai alternatif dan solusi terhadap pertikaian dua aliran besar tersebut. Disinilah arti penting dari kemunculan Positivisme yang merupakan representasi jawaban berikutnya terhadap problem-problem mendasar tersebut.

Riwayat Hidup Auguste Comte

Auguste Comte merupakan filosof dan warga negara Perancis yang hidup di abad ke-19 setelah revolusi Perancis yang terkenal itu. Ia lahir di Montpellier, Perancis, pada tanggal 19 Januari 1798. Ia belajar di sekolah Politeknik di Paris, tetapi ia dikeluarkan karena ia seorang pendukung Republik, sedangkan sekolahnya justru royalistis.[2]
Auguste Comte menerima dan mengalami secara langsung akibat-akibat negatif secara langsung revolusi tersebut khususnya dibidang sosial, ekonomi, politik, dan pendidikan. Pengalaman pahit yang dilalui dan dialaminya secara langsung bersama bangsanya itu, memotivaisi dirinya untuk memberikan alternatif dan solusi ilmiah-filosofis dengan mengembangkan epistemologi dan metodologi sebagaimana buah pikirannya itu tercermin di dalam aliran Positivisme. Aliran ini menjadi berkembang dengan subur karena didukung  oleh para elit-ilmiah dan maraknya era industrialisasi saat itu.[3]
Comte bukanlah orang yang menyukai hal-hal yang berbau matematika, tetapi lebih care pada masalah-masalah sosial dan kemanusiaan. Bersama dengan Henry de’Saint Simon,[4]Comte mencoba mengadakan kajian problem-problem sosial yang diakibatkan industrialisasi. Karena ketekunan dan kepiawaiannya dalam bidang-bidang sosial menjadikan Comte sebagai bapak sosiologi.
Meskipun Comte tidak menguraikan secara lebih rinci masalah apa yang menjadi obyek sosiologi, tetapi ia mempunyai asumsi bahwa sosiologi terdiri dari dua hal, yaitu sosial statis dan sosial dinamis. Menurut Comte, sebagai sosial statis sosiologi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari timbal balik antara lembaga kemasyarakatan. Sedangkan sosial dinamis melihat bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang.[5] 
Dasar pemikiran Comte diperoleh secara inspiratif dari Saint Simon, Charles Lyell, dan Charles Darwin. Selain dari itu, pemikiran Herbert Spencer mengenai “hukum perkembangan” juga mempengaruhi pemikirannya. Kata “rasional” bagi Comte terkait dengan masalah yang bersifat empirik dan positif yakni pengetahuan riil yang diperoleh melalui observasi (pengalaman indrawi), eksperimentasi, komparasi, dan generalisasi-induktif diperoleh hukum yang sifatnya umum sampai kepada suatu teori. Karena itulah maka bagi positivisme, tuntutan utama adalah pengetahuan faktual yang dialami oleh subjek, sehingga kata rasional bagi Comte menunjuk peran utama dan penting rasio untuk mengolah fakta menjadi pengalaman. Berdasarkan atas pemikiran yang demikian itu, maka sebagai konsekuensinya metode yang dipakai adalah “Induktif-verifikatif”.[6]
Setelah tulisan-tulisannya mulai beredar, Comte menjadi terkenal di seluruh Eropa bahkan melebihi ketenaran “sang majikan” Henry de’Saint Simon. Namun begitu, selama hidup ia tidak pernah diberi kesempatan untuk mengajar di Universitas. Comte juga senantiasa hidup dalam kemiskinan. Hal ini karena pekerjaannya sebagai pengarang dan guru pribadi tidak cukup untuk hidup. Hanya berkat sumbangan-sumbangan pengikutnya, antara lain dari Fiosof Inggris John Stuart Mill, ia bisa makan.[7]
Auguste Comte meninggal pada tahun 1857 dengan meninggalkan karya-karya seperti Cours de Philosophie Possitive, The Sistem of Possitive Polity, The Scientific Labors Necessary for Recognition of Society, dan Subjective Synthesis.[8]

Auguste Comte & Hukum Tiga Tahap

Di antara karya-karyanya Auguste Comte, Cours de Philosphie Possitive dapat dikatakan sebagai masterpiece-nya, karena karya itulah  yang paling pokok dan sistematis. Buku ini dapat juga dikatakan sebagai representasi bentangan aktualisasi dari yang di dalamnya Comte menulis tentang tiga tahapan perkembangan manusia.
Menurut Comte, perkembangan manusia berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, tahap teologis, kedua, tahap metafisik, ketiga, tahap positif.
1.      Tahap Teologis
Pada tahap teologis ini, manusia percaya bahwa dibelakang gejala-gejala alam terdapat kuasa-kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan gerak gejala-gejala tersebut. Kuasa-kuasa ini dianggap sebagai makhluk yang memiliki rasio dan kehendak seperti manusia. Tetapi orang percaya bahwa mereka berada pada tingkatan lebih tinggi dari pada makhluk-makhluk selain insani.
Pada taraf pemikiran ini terdapat lagi tiga tahap. Pertama, tahap yang paling bersahaja atau primitif, dimana orang menganggap bahwa segala benda berjiwa (animisme). Kedua, tahap ketika orang menurunkan kelompok hal-hal tertentu, dimana seluruhnya diturunkan dari suatu kekuatan adikodrati yang melatarbelakanginya sedemikian rupa hingga tiap tahapan gejala-gejala memiliki dewa sendiri-sendiri (polytheisme).[9] Gejala-gejala “suci” dapat disebut “dewa-dewa”, dan “dewa-dewa” ini dapat diatur dalam suatu sistem, sehingga menjadi politeisme dengan spesialisasi. Ada dewa api, dewa lautan, dewa angin, dan seterusnya.[10] Ketiga, adalah tahapan tertinggi, dimana pada tahap ini orang mengganti dewa yang bermacam-macam itu dengan satu tokoh tertinggi (esa), yaitu dalam monotheisme.[11]
Singkatnya, pada tahap ini manusia mengarahkan pandangannya kepada hakekat yang batiniah (sebab pertama). Di sini, manusia percaya kepada kemungkinan adanya sesuatu yang mutlak. Artinya, di balik setiap kejadian tersirat adanya maksud tertentu.[12]
2.      Tahap Metafisik
Tahap ini bisa juga disebut sebagai tahap transisi dari pemikiran Comte. Tahapan ini sebenarnya hanya merupakan varian dari cara berpikir teologis, karena di dalam tahap ini dewa-dewa hanya diganti dengan kekuatan-kekuatan abstrak, dengan pengertian atau dengan benda-benda lahiriah, yang kemudian dipersatukan dalam sesuatu yang bersifat umum, yang disebut dengan alam. Terjemahan metafisis dari monoteisme itu misalnya terdapat dalam pendapat bahwa semua kekuatan kosmis dapat disimpulkan dalam konsep “alam”, sebagai asal mula semua gejala.[13]
  1. Tahap Positif
Pada tahap positif, orang tahu bahwa tiada gunanya lagi untuk berusaha mencapai pengenalan atau pengetahuan yang mutlak, baik pengenalan teologis maupun metafisik. Ia tidak lagi mau mencari asal dan tujuan terakhir seluruh alam semesta ini, atau melacak hakekat yang sejati dari “segala sesuatu” yang berada di belakang segala sesuatu. Sekarang orang berusaha menemukan hukum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang disajikan kepadanya, yaitu dengan “pengamatan” dan dengan “memakai akalnya”. Pada tahap ini pengertian “menerangkan” berarti fakta-fakta yang khusus dihubungkan dengan suatu fakta umum. Dengan demikian, tujuan tertinggi dari tahap positif ini adalah menyusun dan dan mengatur segala gejala di bawah satu fakta yang umum.[14]
Bagi comte, ketiga tahapan tersebut tidak hanya berlaku bagi perkembangan rohani seluruh umat manusia, tetapi juga berlaku bagi di bidang ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, comte menerangkan bahwa segala ilmu pengetahuan semula dikuasai oleh pengertian-pengertian teologis, sesudah itu dikacaukan dengan pemikiran metafisis dan akhirnya dipengaruhi hukum positif. Jelasnya, ketiga tahapan perkembangan umat manusia itu tidak saja berlaku bagi suatu bangsa atau suku tertentu, akan tetapi juga individu dan ilmu pengetahuan.
Meskipun seluruh ilmu pengetahuan tersebut dalam perkembangannya melalui ketiga macam tahapan tersebut, namun bukan berarti dalam waktu yang bersamaan. Hal demikian dikarenakan segalanya tergantung pada kompleksitas susunan suatu bidang ilmu pengetahuan. Semakin kompleks susunan suatu bidang ilmu pengetahuan tertentu, maka semakin lambat mencapai tahap ketiga.
Lebih jauh Comte berpendapat bahwa pengetahuan positif merupakan puncak pengetahuan manusia yang disebutnya sebagai pengetahuan ilmiah. Di sini, ilmu pengetahuan dapat dikatakan bersifat positif apabila ilmu pengetahuan tersebut memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang nyata dan kongrit. Dengan demikian, maka ada kemungkinan untuk memberikan penilaian terhadap berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan jalan mengukur isinya yang positif, serta sampai sejauh mana ilmu pengetahuan tersebut dapat mengungkapkan kebenaran yang positif.[15] Sesuai dengan pandangan tersebut kebenaran metafisik yang diperoleh dalam metafisika ditolak, karena kebenarannya sulit dibuktikan dalam kenyataan.
Demikianlah pandangan Auguste Comte tentang hukum tiga tahapnya, yang pada intinya menyatakan bahwa pemikiran tiap manusia, tiap ilmu dan suku bangsa melalui 3 tahap, yaitu teologis, metafisis dan positif ilmiah.  Dalam hal ini Auguste Comte memberikan analog; manusia muda atau suku-suku primitif pada tahap teologis sehingga dibutuhkan figur dewa-dewa untuk “menerangkan” kenyataan.  Meningkat remaja dan mulai dewasa dipakai prinsip-prinsip abstrak dan metafisis.  Pada tahap dewasa dan matang digunakan metode-metode positif dan ilmiah.[16]

Positivisme Auguste Comte

Filsafat positivisme merupakan salah satu aliran filsafat modern yang lahir pada abad ke-19. Dasar-dasar filsafat ini dibangun oleh Saint Simon dan dikembangkan oleh Auguste Comte. Adapun yang menjadi  tititk tolak dari pemikiran positivis ini adalah, apa yang telah diketahui adalah yang faktual dan positif, sehingga metafisika ditolaknya. Di sini, yang dimaksud dengan “positif” adalah segala gejala yang tampak seperti apa adanya, sebatas pengalaman-pengalaman obyektif. Jadi, setelah fakta diperoleh, fakta-fakta tersebut diatur sedemikian rupa agar dapat memberikan semacam asumsi (proyeksi) ke masa depan.[17]
Sebenarnya, tokoh-tokoh aliran ini sangat banyak. Namun begitu, Auguste Comte dapat dikatakan merupakan tokoh terpenting dari aliran filsafat Positivisme.  Menurut Comte, dan juga para penganut aliran positivisme,  ilmu pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-fakta karena positivisme menolak metafisisme. Bagi Comte, menanyakan hakekat benda-benda atau penyebab yang sebenarnya tidaklah mempunyai arti apapun. Oleh karenanya, ilmu pengetahuan dan juga filsafat hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungan yang terdapat antara fakta-fakta. Dengan demikian, kaum positivis membatasi dunia pada hal-hal yang bisa dilihat, diukur, dianalisa dan yang dapat dibuktikan kebenarannya.[18]
Dengan model pemikiran seperti ini, kemudian Auguste Comte mencoba mengembangkan Positivisme ke dalam agama atau sebagai pengganti agama.[19] Hal ini terbukti dengan didirikannya Positive Societies di berbagai tempat yang memuja kemanusiaan sebagai ganti memuja Tuhan. Perkembangan selanjutnya dari aliran ini melahirkan aliran yang bertumpu kepada isi dan fakta-fakta yang bersifat materi, yang dikenal dengan Materialisme.[20]
Selanjutnya, karena agama (Tuhan) tidak bisa dilihat, diukur dan dianalisa serta dibuktikan, maka agama tidak mempunyai arti dan faedah. Comte berpendapat bahwa suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu sesuai dengan fakta. Sebaliknya, sebuah pernyataan akan dianggap salah apabila tidak sesuai dengan data empiris. Contoh misalnya pernyataan bahwa api tidak membakar. Model pemikiran ini dalam epistemologi disebut dengan teori Korespondensi.
Keberadaan (existence) sebagai masalah sentral bagi perolehan pengetahuan, mendapat bentuk khusus bagi Positivisme Comte, yakni sebagai suatu yang jelas dan pasti sesuai dengan makna yang terkandung di dalam kata "positif". Kata nyata (riil) dalam kaitannya dengan positif bagi suatu objek pengetahuan, menunjuk kepada hal yang dapat dijangkau atau tidak dapat dijangkau oleh akal. Adapun yang dapat dijangkau oleh akal dapat dijadikan sebagai objek ilmiah, sedangkan sebaliknya yang tidak dapat dijangkau oleh akal, maka tidak dapat dijadikan sebagai objek ilmiah. Kebenaran bagi Positivisme Comte selalu bersifat riil dan pragmatik artinya nyata dan dikaitkan dengan kemanfaatan, dan nantinya berujung kepada penataan atau penertiban.[21] Oleh karenanya, selanjutnya Comte beranggapan bahwa pengetahuan yang demikian itu tidak bersumber dari otoritas misalnya bersumber dari kitab suci, atau penalaran metafisik (sumber tidak langsung), melainkan bersumber dari pengetahuan langsung terhadap suatu objek secara indrawi.
Dari model pemikiran tersebut, akhirnya Comte menganggap bahwa garis demarkasi antara sesuatu yang ilmiah dan tidak ilmiah (pseudo science) adalah veriviable, dimana Comte untuk mengklarifikasi suatu pernyataan itu bermakna atau tidak (meaningful dan meaningless), ia melakukan verifikasi terhadap suatu gejala dengan gejala-gejala yang lain untuk sampai kepada kebenaran yang dimaksud.[22] Dan sebagai konsekwensinya, Comte menggunakan metode ilmiah Induktif-Verivikatif, yakni sebuah metode menarik kesimpulan dari sesuatu yang bersifat khusus ke umum, kemudian melakukan verifikasi. Selanjutnya Comte juga menggunakan pola operasional metodologis dalam bentuk observasi, eksperimentasi, komparasi, dan generalisasi-induktif
Singkatnya, filsafat Comte  merupakan filsafat yang anti-metafisis, dimana dia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif-ilmiah, dan menjauhkan diri dari semua pertanyaan yang mengatasi bidang ilmu-ilmu positif. Semboyan Comte yang terkenal adalah savoir pour prevoir (mengetahui supaya siap untuk bertindak), artinya manusia harus menyelidiki gejala-gejala dan hubungan-hubungan antara gejala-gejala, agar supaya dia dapat meramalkan apa yang akan terjadi.[23]
Filsafat positivisme Comte juga disebut sebagai faham empirisme-kritis, bahwa pengamatan dengan teori berjalan seiring. Bagi Comte pengamatan tidak mungkin dilakukan tanpa melakukan penafsiran atas dasar sebuah teori dan pengamatan juga tidak mungkin dilakukan secara “terisolasi”, dalam arti harus dikaitkan dengan suatu teori.[24]
Dengan demikian positivisme menolak keberadaan segala kekuatan atau subjek diluar fakta, menolak segala penggunaan metoda di luar yang digunakan untuk menelaah fakta. Atas kesuksesan teknologi industri abad XVIII, positivisme mengembangkan pemikiran tentang ilmu pengetahuan universal bagi kehidupan manusia, sehingga berkembang etika, politik, dan lain-lain sebagai disiplin ilmu, yang tentu saja positivistik. Positivisme mengakui eksistensi dan menolak esensi. Ia menolak setiap definisi yang tidak bisa digapai oleh pengetahuan manusia. Bahkan ia juga menolak nilai (value).[25]
Apabila dikaitkan dengan ilmu sosial budaya, positivisme Auguste Comte  berpendapat bahwa (a) gejala sosial budaya merupakan bagian dari gejala alami, (b) ilmu sosial budaya juga harus dapat merumuskan hukum-hukum atau generalisasi-generalisasi yang mirip dalil hukum alam, (c) berbagai prosedur serta metode penelitian dan analisis yang ada dan telah berkembang dalam ilmu-ilmu alam dapat dan perlu diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial budaya.
Sebagai akibat dari pandangan tersebut, maka ilmu sosial budaya menjadi bersifat predictive dan explanatory sebagaimana halnya dengan ilmu alam dan ilmu pasti. Generalisasi-generalisasi tersebut merangkum keseluruhan fakta yang ada namun sering kali menegasikan adanya “contra-mainstream”. Manusia, masyarakat, dan kebudayaan dijelaskan secara matematis dan fisis.[26]
Demikianlah beberapa pemikiran Auguste Comte tentang tiga tahapan perkembangan manusia dan juga bagaimana positivisme Auguste Comte memandang sumber ilmu pengetahuan.

Kritik Pemikiran

Positivisme Auguste Comte mengemukakan tiga tahap perkembangan peradaban dan pemikiran manusia ke dalam tahap teologis, metafisik, dan positivistik. Pada tahap teologis pemikiran manusia dikuasai oleh dogma agama, pada tahap metafisik pemikiran manusia dikuasai oleh filsafat, sedangkan pada tahap positivistik manusia sudah dikuasai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tahap ketiga itulah aspek humaniora dikerdilkan ke dalam pemahaman positivistik yang bercorak eksak, terukur, dan berguna. Ilmu-ilmu humaniora baru dapat dikatakan sejajar dengan ilmu-ilmu eksak manakala menerapkan metode positivistik. Di sini mulai terjadi metodolatri, pendewaan terhadap aspek metodologis.
Selain itu, model filsafat positivisme-nya Auguste Comte tampak begitu mengagungkan akal dan panca indera manusia sebagai tolok ukur “kebenaran”. Sebenarnya “kebenaran” sebagai masalah pokok pengetahuan manusia adalah bukan sepebuhnya milik manusia. Akan tetapi hanya merupakan kewajiban manusia untuk berusaha menghampiri dan mendekatinya dengan “cara tertentu”.
Kata cara tertentu merujuk pada pemikiran Karl Popper mengenai “kebenaran” dan sumber diperolehnya. Bagi Popper, ini merupakan tangkapan manusia terhadap objek melalui rasio (akal) dan pengalamannya, namun selalu bersifat tentatif. Artinya kebenaran selalu bersifat sementara yakni harus dihadapkan kepada suatu pengujian yang ketat dan gawat (crucial-test) dengan cara pengujian “trial and error” (proses penyisihan terhadap kesalahan atau kekeliruan) sehingga “kebenaran” se1alu dibuktikan melalui jalur konjektur dan refutasi dengan tetap konsisten berdiri di atas landasan pemikiran Rasionalisme-kritis dan Empirisme-kritis. Atau dengan meminjam dialektika-nya Hegel, sebuah “kebenaran” akan selalu mengalami proses tesis, sintesis, dan anti tesis, dan begitu seterusnya.
Pandangan mengenai “kebenaran” yang demikian itu bukan berarti mengisyaratkan bahwa Penulis tergolong penganut Relativisme, karena menurut hemat Penulis, Relativisme sama sekali tidak mengakui “kebenaran” sebagai milik dan tangkapan manusia terhadap suatu objek. Penulis berkeyakinan bahwa manusia mampu menangkap dan menyimpan “kebenaran” sebagaimana yang diinginkannya serta menggunakannya, namun bagi manusia, “kebenaran” selalu bersifat sementara karena harus selalu terbuka untuk dihadapkan dengan pengujian (falsifikasi). Dan bukanlah verifikasi seperti apa yang diyakini oleh Auguste Comte. Hal demikian karena suatu teori, hukum ilmiah atau hipotesis tidak dapat diteguhkan (diverifikasikan) secara positif, melainkan dapat disangkal (difalsifikasikan)
Jelasnya, untuk menentukan “kebenaran” itu bukan perlakuan verifikasi melainkan melalui proses falsifikasi dimana data-data yang telah diobservasi, dieksperimentasi, dikomparasi dan di generalisasi-induktif berhenti sampai di situ karena telah dianggap benar dan baku (positif), melainkan harus dihadapkan dengan pengujian baru.
DAFTAR PUSTAKA


Maksum, Ali, et.al., Paradigma Pendidikan Universal di Era Modern dan Post-Modern; Mencari “Visi Baru” atas “Realitas Baru” Pendidikan Kita, Yogyakarta: IRCiSoD, 2004
Wibisono, Koento, Arti Perkembangan menurut Positivisme Comte, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, Cet. II, 1996
Azis, Ichwan Supandi, Karl Raimund Popper dan Auguste Comte; Suatu Tinjauan Tematik Problem Epistemologi dan Metodologi, Yogyakarta: Jurnal Filsafat, Jilid 35, Nomor 3, Desember 2003,
Soekanto, Soejono, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000
Deltgauw, Bernard, Sejarah Ringkas Filsafat Barat, terj. Soejono Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992
Bertens, K., Filsafat Barat Dalam Abad XX, Jilid I,  Jakarta: Gramedia 1981
Hammersma, Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, Jakarta: Gramedia, 1983
Akhmadi, Asmoro, Filsafat Umum, Jakarta: RajaGrafindo Persada, Cet. IV, 2001
Biyanto, “Hubungan Agama dan Filsafat di Barat; Sebuah Survei Sejarah Lintas Periode” dalam http://www.geocities.com/HotSprings/6774/j-18.html
Lihat “Fenomenologi, Hermeneutika dan Positivisme” dalam  http://veggy.wetpaint. com/page/Fenomenologi,+Hermeneutika+dan+Positivisme


[1] Ali Maksum, et.al., Paradigma Pendidikan Universal di Era Modern dan Post-Modern; Mencari “Visi Baru” atas “Realitas Baru” Pendidikan Kita, Yogyakarta: IRCiSoD, 2004, hlm. 77
[2] Koento Wibisono, Arti Perkembangan menurut Positivisme Comte, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, Cet. II, 1996, hlm 5
[3] Ichwan Supandi Azis, Karl Raimund Popper dan Auguste Comte; Suatu Tinjauan Tematik Problem Epistemologi dan Metodologi, Yogyakarta: Jurnal Filsafat, Desember 2003, Jilid 35, Nomor 3, hlm. 254
[4] Henry de’Saint Simon adalah seorang bangsawan sekaligus salah seorang filosof  termasyhur di Perancis waktu itu dan Auguste Comte pernah menjadi sekretaisnya.
[5] Soejono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000, hlm. 443
[6] Ichwan Supandi Azis, Loc. Cit.
[7] Koento Wibisono, Op. Cit., hlm. 9
[8] Ali Maksum, et.al., Op. Cit. Hlm. 79
[9] Ibid.
[10] Koento Wibisono, Op. Cit., hlm. 27
[11] Ali Maksum, Loc. Cit.
[12] Asmoro Akhmadi, Filsafat Umum, Jakarta: RajaGrafindo Persada, Cet. IV, 2001, hlm. 117
[13] Koento Wiisono, Loc. Cit.
[14] Ali Maksum, et.al., Op. Cit. hlm. 80
[15] Bernard Deltgauw, Sejarah Ringkas Filsafat Barat, terj. Soejono Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992, hlm. 67
[17] Asmoro Akhmadi, Op. Cit., hlm. 116
[18] Ali Maksum, et.al., Op. Cit. hlm. 82
[19] Sebagai catatan, pada akhir hidupnya, Auguste Comte bahkan berupaya membangun agama baru tanpa teologi atas dasar filsafat positifnya. “Agama” baru tanpa teologi ini mengagungkan akal dan mendambakan kemanusiaan dengan sumboyan “cinta sebagai prinsip, teratur sebagai basis, dan kemajuan sebagai tujuan.” Dan sebagai istilah ciptaannya yang terkenal adalah altruism, yaitu menganggap bahwa soal utama bagi manusia ialah usaha untuk hidup bagi kepentingan orang lain. Lihat Asmoro Akhmadi, Loc. Cit.
[20] Lihat Biyanto, “Hubungan Agama dan Filsafat di Barat; Sebuah Survei Sejarah Lintas Periode” dalam http://www.geocities.com/HotSprings/6774/j-18.html
[21] Koento Wibisono, Op. Cit., hlm. 38
[22] K. Bertens,  , Filsafat Barat Dalam Abad XX, Jilid I,  Jakarta: Gramedia 1981, hlm. 171
[23] Hammersma, Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, Jakarta: Gramedia, 1983, hlm. 3 et.seq.
[24] Kunto Wibisono, Op. Cit. Hlm. 48
[25] Lihat “Fenomenologi, Hermeneutika dan Positivisme” dalam  http://veggy.wetpaint.com/page
/Fenomenologi, +Hermeneutika+dan+Positivisme

Jumat, 23 September 2011

MACAM-MACAM BROWSER


Macam-macam Browser. Begitu banyak browser internet yang ditawarkan, dan semuanya bagus. Tapi memang tiap browser punya keunggulan tersendiri. Semua tergantung dari penilaian si pemakai browser itu sendiri. Berikut adalah macam-macam browser tersebut :



Browser untuk Windows


1. Chorme
http://www.google.com/chrome/intl/id/landing.html?hl=id#theme-darbotz

Chrome dirancang agar berjalan secepat mungkin: Cepat dimulai dari desktop, memuat laman web dalam sekejap, dan menjalankan aplikasi web yang rumit dengan cepat. Pelajari lebih lanjut tentang Chrome dan kecepatan.


2. Arlington Kiosk Browser
http://www.arlington.com.au/akb/download.htm

Browser ini merupakan browser yang tepat jika anda menginginkan komputer anda terproteksi dengan keamanan dan pilihan filter pada browser ini yang cukup baik.




3. Desktop Web Browser
http://alphaomega.xoftware.free/fr/desktopwebbrowser/Desktop%20Web%20Browser.html

Dengan desktop web browser ini, anda dapat melihat halaman web langsung dari desktop, dan juga menyimpannya sebagai wallpaper dengan Desktop Web Browser ini.


4. Flock
http://www.flock.com/

Flock ini merupakan browser sosial internasional dunia pertama yang berbasis pada firefox dengan fitur-fitur menarik untuk memberikan pengalaman berkomunitas sosial di internet sambil browsing. Flock ini sangat cocok buat anda yang suka membuka friendster, mySpace atau FaceBook dan situs-situs komunitas lain.


5. K-Meleon
http://kmeleon.sourceforge.net/

k-Meleon ini merupakan software browser open source yang mudah, cepat dan bisa anda kustomisasi karena menggunakan mesin rendering yang sama seperti firefox




6. Opera
http://www.opera.com/download/

Browser web opera ini merupakan browser yang keren, cepat dan aman. Selain itu juga menawarkan banyak fitur seperti browser pop-up, integrasi dengan tool translasi, filter URL dan banyak lagi.



7. ShenzBrowser
http://www.shenz.com/browsershenz.html

Browser shenz ini merupakan browser alternatif Internet Explorer dengan fungsionalitas yang hampir sama seperti Internet Explorer



8. Slim Browser
http://www.flashpeak.com/

SlimBrowser ini merupakan browser berukuran kecil terbaik dengan banyak fitur seperti pop up browser, integrasi dengan toolbar, keamanan dll.



9. Swift
http://www.zimmy.ca/projects/swift/

Swift ini memiliki kemampuan seperti Flock, yaitu browser berbasis komunitas sosial dan dengan mengedepankan kemampuan untuk integrasi dengan email, chat, dan website-website sosial populer lain seperti Friendster, MySpace, FaceBook, dsb.


10. Wyzo
http://www.wyzo.com/

Wyzo ini merupakan browser yang memprioritaskan kemampuan browsernya pada pengguna yang banyak melakukan download media, seperti video, mp3, dll.


Browser untuk Mac OS


11. Bump Car
http://www.freeverse.com/apps/app/?id=5003


Browser ini merupakan browser Mac yang stabil dan dibuat khusus untuk anak-anak dengan beberapa pilihan kustomisasi.



12. Camino
http://www.caminobrowser.org/

Fungsionalitas dan fitur-fitur pada browser yang baik ini sangat cocok dibandingkan dengan kapabilitas browser safaru dan kompetitor lainnya untuk Mac OS.



13. Omniweb
http://www.omnigroup.com/applications/omniweb/

Omniweb ini merupakan browser pertama untuk Mac, tetapi tidak terlalu begitu populer sekarang.


14. iCab
http://www.icab.de/


iCab ini memiliki banyak fitur yang tidak tersedia pada browser Mac lainnya, iCab merupakan pilihan pas untuk pengguna yang mencari browser yang bisa bekerja baik pada semua MacOS.


15. Shiira
http://shiira.ip/en.php

Dengan berkonsentrasi pada perlengkapan web untuk bahasa, Shiira menjadi Browser Mac dengan dukungan pada 12 bahasa.


16. SunRise
http://sunrisebrowser.com/en/

Browser open-source untuk Mac yang berbasis pada framework webkit ini memiliki kecepatan yang sangat cepat.


Browser Cross-Platform
(untuk semua OS, windows, linux, dll) dan Lain-lain




17. Amaya
http://www.w3.org/Amaya/

Amaya ini merupakan editor dan browser web multiplatform. Dengan fitur editornya, Amaya ini sangat cocok disandingkan pada pengguna dengan keperluan kolaboratif publishing dan browsing, seperti webmaster/pemilik web.


18. Arachne
http://home.arachne.cz/

Arachne ini merupakan browser grafis dengan berbasis DOS.







19. Dillio
http://www.dillio.org/


Dillio ini merupakan browser berbasis bahasa pemrograman C.



20. Epiphany
http://www.gnome.org/projects/epiphany/

Browser untuk desktop GNOME ini dapat membantu anda untuk dengan mudah memfokuskan pada isi website dengan pilihan import dari browser lain.


21. HotJavaBrowser
http://java.sun.com/products/archive/hotjava/3.0/index.html

Dengan dibuat dengan bahasa pemrograman java, browser ini merupakan browser pertama yang dapat berfungsi menampilkan applet java.


22. Konqueror
http://www.konqueror.org/


Berbasis pada mesin rendering HTML, Konqueror ini merupakan browser opensource untuk semua platform, terutama linux yang dapat mengantikan fungsi internet explorer.


23. Links
http://links.sourceforge.net/

Browser web yang berumur sangat tua ini untuk jaman sekarang merupakan browser teks open source yang mendukung tabel HTML, tetapi masih banyak digunakan oleh para programmer web.


24. Lolifox
http://lolifox.com/

Lolifox ini merupakan browser web yang seperti analogi firefox untuk pecinta animasi dengan banyaknya animasi menarik.


25. Mozilla SeaMonkey
http://www.mozilla.org/projects/seamonkey/


Browser dari mozilla ini merupakan browser yang cocok untuk kebutuhan browsing seperti integrasi dengan chatting dan fungsionalitas e-mail.


26. NetScape
http://browser.netscape.com/

Netscape ini merupakan salah satu dari browser tertua dengan maraknya evolusi internet. Browser ini bisa anda gunakan untuk banyak platform dengan fitur-fitur menarik seperti update berita, dll.



27. Off By One Web Browser
http://offbyone.com/offbyone/

Browser ini merupakan browser terkecil untuk platform windows.



28. Palary Browser
http://palary.org/


Palary browser ini merupakan browser yang bisa anda personalisasi untuk pengguna dengan kebutuhan keamanan yang bagus dan fitur bookmarking potabel.


29. Safari 3
http://www.apple.com/safari/

Safari ini merupakan browser terbaik untuk pengguna Mac.

SITUS-SITUS TOP BAGI PECINTA DOWNLOAD


Situs-Situs TOP Bagi Pecinta Free Download. Sekedar sharing info mengenai situs-situs apa aja yang menyediakan sarana buat semua yang cinta gratisan. Saya akan break down kategori-kategori beserta situs-situs yang menurut saya memenuhi syarat user friendly dan simple alias tidak ribet yang bisa anda kunjungin buat nyari hal-hal yang anda butuhkan:

1. Music

Music of course, is a common thing that most of people usually download on the Internet, banyak banget situs-situs yang menyajikan lagu-lagu untuk didownload secara gratis atau free download, even though that’s illegal, sebaiknya anda semua beli yang original, hargai kerja keras mereka. Hehehe… tapi bagi yang masih mau gratisan, berikut adalah situsnya:

Code:

www.indowebster.com

www.yourmp3.net

www.emp3world.com

www.gudanglagu.com

2. Software

Software juga tidak kalah banyaknya dalam hal sering atau tidaknya didownload. Sekarang kan pasti mayoritas dari anda semua sudah pada punya flash disc, mulai dari yang 1 GB sampe yang kapasitas nya setara hard disc. Nnaaaah… terkadang ada orang yang mengisi flash disc nya dengan software-software portable (software yang gak perlu pake install-instalan & pas bgt buat disimpen di FD karena size nya yang kecil) untuk sekedar mengisi ruang kosong yang masih banyak ataupun memang sangat dibutuhkan demi kelancaran dalam berkomputer ria,,, kan terkadang kalau mampir di warnet, suka ada tuh warnet yang gak punya Mozilla Firefox, Yahoo Messenger, ataupun gak ada Microsoft Office-nya kan ribet ntuh jadinya. Berikut ini adalah situs-situs yang menyediakan software-software portable yang unik, seperti Mozilla Firefox, media player portable, messenger portable, etc:

Code:

www.portablefreeware.com

www.portableapps.com

www.brothersoft.com

3. Jurnal & Artikel

Ini penting bener buat mahasiswa yang lagi bikin makalah atau skripsi sebagai sarana referensi, atau memang ingin jasa konsultasi skripsi. Ini adalah situs-situsnya:

Code:

http://jurnalskripsitesis.wordpress.com

http://pustaka-akuntansi.co.cc/riset.html

www.wikipedia.org

4. Video

Hal ini pun juga sudah lumrah, banyak katergori video yang bisa anda cari disini untuk didownload situsnya:

Code:

www.youtube.com

www.metacafe.com

tapi inget… kalo anda mau ngedownload video-video yang ada di youtube, make sure anda punya aplikasi atau software buat sarana ngedownload-nya, softwarenya bernama youtube downloader. Softwarenya bisa anda download terlebih dahulu di:

Code:

http://youtubedownload.altervista.org/

5. Anime

Kalo yang belum tau apa itu anime, anime itu adalah film kartun buatan Jepang, contohnya kaya Naruto, Bleach, Death Note, Conan, dll. Kalo anda memang pengin dapet animenya, anda bisa dapetin di:

Code:

www.animea.net

6. Manga

Mungkin kalau anda memang males buat ngedownload anime nya, anda bisa download atau baca online aja manga nya (versi komik hasil scan) di:

Code:

www.mangashare.com

Mesti diinget lagi, kalo misalnya anda sudah download manga-nya (biasanya dalam tipe .rar), lebih gampang buat anda ngebaca kalau pake software comic viewer, software nya bisa anda dapet di:

Code:

http://www.brothersoft.com/comic-viewer-11853.html

7. Situs Dewasa

Nnaaah… biasanya ini niy yang paling banyak dicari orang-orang jaman sekarang, emang udah kacau dah niy dunia… hehehe… inget, buat anak-anak dibawah umur 18 tahun, harap jangan dibuka, segala resiko dan akibat silakan anda tanggung sendiri… hehehesemua hal-hal yang berbau dewasa, seperti video dan hentai, bisa anda dapetin di situs di bawah ini:

Code:

www.redtube.com

www.milf.com

www.worldsex.com

atau jika anda ingin mencari situs yang menyediakan tontonan anime dewasa alias hentai, silakan kunjungi situs

Code:

www.hentaimoviesonline.com

Tambahan :

www.tube8.com --& Adult

www.spankwire.com --& Adult

www.xxxstash.com --& Adult

www.xvideos.com --& Adult

www.youporn.com --& Adult

www.voyeurweb.com --& Adult

www.bolasex.com --& Adult

www.metacafe.com --& Video

www.keepvid.com --& Video

www.mysoju.com --& Film Korea

www.crunchyroll.com --& Film juga

www.filehippo.com --& Legal Software

www.phazeddl.com --& App, Movie, Music

www.samuku.com --& Movie, MP3 INDO

www.4shared.com --& MP3

www.misshacker.com Movie, Music Indo (Mayoritas)

www.beemp3.com --& Music Luar

www.passiondownload.org --& Game, Software, FIlm, Music, krack

www.passiondownload.org --& Game, Software, FIlm, Music, krack

www.frozen-roms.in --& NDS, GBA, N64 Roms

www.pspisos.org --& PSP ISOS

www.waz-warez.org --& Campur Campur deh

www.onemanga.com --& Manga

www.tokyotosho.com --& Anime & Manga

www.onemanga.com --& Manga

Nonton Film 3D, cukup di PC ataupun Laptop kesayangan Anda (NVIDIA Tech)


Satu persatu teknologi 3D baru diperkenalkan ke pasar Indonesia. NVIDIA Vision 3D hadir untuk notebook dan desktop. cyclops

Saat mempersiapkan artikel untuk ASUS G51J dengan kemampuan menampilkan 3D, Tambah.info merasa perlu untuk membahas dulu teknologi NVIDIA yang ada dibelakangnya.

Apa itu NVIDIA Vision 3D ?

Foto dan video yang dibuat khusus akan dikirim ke aplikasi yang dibuat oleh NVIDIA dan dipisahkan untuk ditampilkan secara bergantian untuk mata kiri dan mata kanan kita di TV dan monitor generasi baru yang mempunyai "refresh rate" 120 Hz. Kacamata 3D khusus yang dinamakan Wireless Shutter Glasses.

Berikut adalah bahan yang kami dapat dari presentasi NVIDIA ( 600 kb - pdf ). Graphics card NVIDIA siap mengubah materi 3D dari berbagai sumber ke display 3D yang mendukung.




Enlarge this image Click to see fullsize

Dimensionalized Experience


Ada aplikasi / driver "Stereoscopic 3D" yang harus diinstall di Windows Vista / Windows 7 kita.


Gambar dibagi untuk mata kiri dan mata kanan

Enlarge this image Click to see fullsize

Pembagi antara mata kiri dan kanan


Mata kiri ditutup saat mata kanan melihat dan sebaliknya. Monitor yang mempunyai display rate 120 Hz itu akan menjadi 60Hz untuk tiap tiap mata.

Hasilnya adalah gambar yang memiliki kedalaman serta kesan 3 dimensi.

Persyaratan

Teknologi ini tidak murah. Kita harus punya komponen seperti ini yang tercantum di website NVIDIA :


Nvidia 3D Vision Kit

Enlarge this image Click to see fullsize

Enlarge this image Click to see fullsize

Kacamata dan Infrared

Satu Set Kacamata Kit ini dijual terpisah seharga US$ 199. Isi dari box :

* Satu buah kacamata 3D Wireless Shutter dengan 3 buah ukuran ganjal hidung
* Infrared receiver
* Kabel DVI ke HDMI
* 2 buah kabel USB
* Satu buah kabel stereo VESA untuk koneksi ke TV

Lihat tulisan legitreviews.com untuk pembahasan lebih mendalam.

Monitor / Projector / TV LCD 120 Hz
Berbagai merek mulai dari Acer, Alienware, Samsung, Viewsonic, Mitsubishi dan lainnya sudah tersedia.

atau kita bisa membeli notebook ASUS G51J 3D seharga mulai dari US$ 1849 untuk satu paket yang sudah siap.



Sumber:
http://tambah.info/


Cara Mandi Junub/Wajib yang Benar


Cara Mandi Junub Yang Benar
      Mandi junub itu ialah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukallaf1 dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar2. Dan menurut aturan Syari’at Islamiyah, mandi junub itu dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh3. Mandi junub ini adalah termasuk dari perkara syarat sahnya shalat kita, sehingga bila kita tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub kita itu tidak dianggap sah sehingga kita masih belum lepas dari hadats besar. Akibatnya shalat kita dianggap tidak sah bila kita menunaikannya dalam keadaan belum bersih dari hadats besar dan kecil. Sedangkan mandi junub yang benar itu ialah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan cara-cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.

Beberapa keadaan yang diwajibkan untuk mandi junub :
      Ada beberapa keadaan yang menyebabkan dia dianggap dalam keadaan berhadats besar sehingga diwajibkan dia untuk melepaskan diri darinya dengan mandi junub. Beberapa keadaan itu adalah sebagai berikut :
1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :
Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. (HR. Muslim dalam Shahihnya).
Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan: “Dan Maknanya ialah: Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani4”.

2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya)
3. Berhentinya haid dan nifas (Masalah ini akan dibahas insya Allah dalam menu Muslimah).
4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insya Allah dalam topik pembahasan “Cara Memandikan Jenazah”).

Cara menunaikan mandi junub :
Karena menunaikan mandi junub itu adalah termasuk ibadah kepada Allah Ta’ala, maka disamping harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata, juga harus pula dilaksanakan dengan cara dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam. Dalam hal ini terdapat beberapa riwayat yang memberitakan beberapa cara mandi junub tersebut. Riwayat-riwayat itu adalah sebagai berikut :
1. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam telah bersabda : 
Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249)
Dengan demikian kita harus meratakan air ketika mandi janabat ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ketubuh kita itu berkalai-kali dan rata.

2. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha beliau menyatakan: 
Kebiasaannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari-jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya hadits nomer 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. 
Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadz berbunyi demikian :
 “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”).
Jadi dalam mandi junubnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Ini adalah untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai ke kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi junub itu benar-benar mengalir ke seluruh kulit tubuh.  

3. Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan: 
Aku dekatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudhu’ dengan cara wudhu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya”. (HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas).
Dari hadits ini, menunjukkan bahwa setelah membasuh kedua telapak tangan sebagai permulaan amalan mandi junub, maka membasuh kemaluan sampai bersih dengan telapak tangan sebelah kiri dan setelah itu telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai dan baru mulai berwudhu’. Juga dalam riwayat ini ditunjukkan bahwa setelah mandi junub itu, sunnahnya tidak mengeringkan badan dengan kain handuk.

4. Dari Maimun (istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam), beliau memberitakan bahwa 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudhu’ seperti cara wudhu’ beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuh kedua telapak kakinya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260).
Dari hadits ini, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, bisa juga menggosokkannya ke tembok dan tidak harus ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok itu, tangan tersebut dicuci, baru kemudian berwudhu’.

Penutup & Kesimpulan :
Dari berbagai riwayat tersebut di atas kita dapat simpulkan, bahwa cara mandi junub itu adalah sebagai berikut :
  1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.
  2. Dalam mandi junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari-jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.
  3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
  4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
  5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.
  6. Setelah itu berwudhu’ sebagaimana cara berwudhu’ untuk shalat.
  7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari-jemari ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
  8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
  9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.
  10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.
Demikianlah cara mandi junub yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dan juga telah dicontohkan oleh beliau. Semoga dengan kita menunaikan ilmu ini, amalan ibadah shalat kita akan diterima oleh Allah Ta’aala karena kita telah suci dari junub atau hadats besar. Amin Ya Mujibas sa’ilin.

1. Tentang pengertian orang yang mukallaf, artinya orang yang telah baligh dari sisi usianya dan telah mumayyiz dari sisi kemampuan berfikirnya. Mumayyiz itu sendiri artinya ialah kemampuan membedakan mana yang bermanfaat baginya dan mana pula yang bermudarat.
2. Tentang pengertian hadatas besar, telah diterangkan dalam artikel “Apa & Bagaimana Thaharah ?”
3. Ar Raudhatun Nadiyah, Al Allamah Shiddiq Hasan Khan, hal. 35.  
4. Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi, jilid 2 hal. 153, Darul Fikr Beirut Libanon, cet. Th. 1417 H / 1996 M.