Tampilkan postingan dengan label individu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label individu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

8 Kebiasaan Wanita Yang Dibenci Para Pria


Kalau posting sebelumnya 20 Kebiasaan Pria yang Dibenci Wanita, kali ini akan dibahas Kebiasaan Wanita Yang Dibenci Para PriaSetiap wanita mempunyai kebiasaan masing-masing, tergantung bagaimana kita mensikapi hal tersebut. Berikut merupakan Kebiasaan Wanita Yang Kurang Baik dan para lelaki kebanyakan tidak menyukainya. Untuk lebih jelas tentang info tersebut silahkan baca lebih lanjut 8 Kebiasaan Wanita yang Dibenci Para Pria.
Ada beberapa aktivitas favorit bagi sebagian besar wanita, namun sebaliknya, menjadi hal yang tak disukai pria. Apa sajakah? College Candy mengungkap beberapa hal diantaranya.

1.  Tas berukuran besar
Wanita sangat suka menyimpan segala hal yang ia butuhkan dalam tas. Dompet, make up, minuman, makanan dan aksesoris dapat  disimpan dalam tas besar mereka. Sementara saat melihat wanita dengan tas besar, pria kemungkinan bertanya mengapa wanita sangat suka membawa tas yang tiga kali lebih besar dari ukuran normal.
2.  Menari
Secara umum, pria mengelak menari karena merasa diri terlalu macho melakukannya. Padahal, sebenarnya mereka juga senang dan menikmatinya.

3.  Es krim vs yogurt
Kegemaran wanita pada yogurt beku menimbulkan pertanyaan bagi sebagian pria, kenapa tak membeli es krim saja?


4.  Gosip
Untuk hal satu ini, pria sangat membencinya. Bukan berarti pria tak pernah membicarakan hal buruk mengenai teman mereka. Tetapi pria lebih senang melakukannya secara langsung, saat berhadapan dengan orang bersangkutan meski harus berakhir dengan adu jotos.



5.  Drama musikal

Menonton drama adalah satu hal yang tak disukai pria. Apalagi, menggabungkan dua hal yang mereka benci sekaligus.


6.  Celana harem
Sejumlah wanita memang tak menyukai model celana ini. Pria bahkan mengatakan tak mengerti mengapa wanita menggunakan celana yang sangat longgar di bagian atas.

7.  Mempermainkan orang lain
Kehidupan makin terasa menyenangkan bagi wanita karena mereka bisa mempermainkan pikiran orang. Namun, saat wanita melancarkan aksinya, pria kerap tak mengerti maksudnya. Dan, bila pria mencoba melakukan hal yang sama, takkan pernah sebaik wanita.


8.  Belanja
Salah satu hal yang paling menyenangkan wanita meskipun mereka harus melakukannya berjam-jam. Namun, bagi pria harus menunggu pasangan berbelanja selama dua jam tentu sangat membosankan.




Senin, 02 April 2012

20 Kebiasaan Pria yang Dibenci Wanita


Perjuangan mencari pasangan yang sempurna ternyata memang tak pernah membuahkan hasil. Menurut sebuah studi yang melibatkan 2.000 perempuan, pria sempurna yang selalu dicari perempuan ternyata tak pernah ada.
Dari survei yang digelar Remington, kebanyakan perempuan gagal menemukan pasangan yang benar-benar memuaskan mereka. Tingkat kesempurnaan pasangan dinilai hanya sebesar 69 persen, di mana para pria dianggap gagal membaur dengan teman-teman si wanita, cara mengemudi yang tidak nyaman, terlalu banyak nonton acara olahraga, dan ketidakmampuan untuk melakukan multitasking.
"Tampaknya, perempuan cukup realistis dengan apa yang mereka cari pada diri pasangan," ungkap Nikki McReynolds, Direktur Marketing Remington. "Sebenarnya mereka mampu menerima sedikit ketidaksempurnaan, tetapi ada beberapa perilaku pria yang tidak bisa ditolerir lagi."

Satu dari lima perempuan, misalnya, akan memaafkan kebiasaan pasangan yang membiarkan dudukan toilet terangkat, atau jika mereka tidak mau membantu memasak. Kemudian, sepertiga perempuan juga akan membiarkan pasangannya terlalu lama menonton acara olahraga asalkan mereka masih mendengarkan jika istri mengatakan sesuatu. Soalnya, para perempuan tahu jika pasangannya hanya pura-pura mendengarkan, atau mendengarkan dengan cara "masuk telinga kiri, keluar telinga kanan".
Yang tak bisa dimaafkan adalah kebiasaan pria memakai sikat gigi pasangannya dan tidak mendengarkan, dan dengan sendirinya mengurangi nilai sempurna itu tadi.


"Rata-rata pria mungkin tak akan mampu bersaing dengan David Beckham. Namun, masih ada sejumlah perubahan kecil yang bisa mereka lakukan untuk membuat perbedaan besar," ujar McReynolds.

Jajak pendapat tersebut juga mendapati apa yang sebenarnya diinginkan kaum perempuan. Mereka, seperti kita juga, mencari pria dengan kepribadian yang baik, selera humor, dan penampilan yang enak dilihat (tidak harus ganteng, lho!). Meninggalkan pakaian di lantai kamar dan mengorok juga merupakan kebiasaan pria yang tidak disukai wanita.
Berikut adalah daftar ketidaksempurnaan yang dimiliki rata-rata pria:

1. Tidak membaur dengan keluarga pasangan
2. Menggunakan sikat gigi pasangan

3. Membiarkan toilet jadi kotor
4. Membenci teman-teman pasangan
5. Tidak bersikap baik pada anak-anak
6. Malas
7. Membiarkan jenggot tumbuh liar 
8. Meninggalkan potongan kuku di tempat ia memotong kukunya
9. Mengemudi dengan ugal-ugalan
10. Cepat marah
11. Bersikap seperti anak mami
12. Memakai toilet dengan pintu terbuka
13. Meninggalkan pakaian kotor di lantai kamar
14. Membiarkan bulu-bulu di wajah tak terpelihara
15. Mengkritik cara mengemudi pasangan
16. Bersendawa atau kentut sembarangan
17. Tidak suka anjing
18. Tidak membantu mencuci pakaian
19. Terlalu banyak nonton acara olahraga
20. Tidak membantu memasak







Minggu, 09 Oktober 2011

"1000 Ekspresi Wajah Manusia" Part 2

Kali ini lanjutan dari artikel "1000 Ekspresi Wajah Manusia". Ini masih menggunakan kamera yang sama (NIKON D5000) dan acara yang sama juga. Foto-foto ini kebetulan kemarin pas dicek lagi, ternyata masih banyak yang bagus tapi belom di sempurnain. Nah, jadi deh ini hasil nya. Meski tetap amatir, yah lumayan lah untuk pemula.
















Yah kurasa itu sudah semua. Tapi kalau ternyata masih ada lagi, nanti ku upload lagi. Terima kasih buat pembaca yang sudah meluangkan waktu nya. :)

Rabu, 28 September 2011

Resensi Buku: The Reconnection: Menyembuhkan Orang Lain, Menyembuhkan Diri Anda Sendiri


Spesifikasi Buku
Judul : The Reconnection: Menyembuhkan Orang Lain, Menyembuhkan Diri Anda Sendiri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Dr. Eric Pearl
Jumlah Halaman : 301 halaman
Ukuran : 150 x 230 mm
Tahun Terbit : Februari 2008
Genre : Pengembangan Diri, Pengobatan
Bahasa : Indonesia
ISBN : 9789792235340
Pratinjau : di Google Book (klik di sini)







Resensi Buku
      Buku ini menceritakan pengalaman Dr. Eric Pearl dalam perjalanannya mendapatkan kemampuannya sebagai medium penyembuh. Dari pengalaman mati suri ibunya saat dia dilahirkan, saat dia beranjak dewasa, saat dia memutuskan untuk menjadi seorang Chiropractor, sampai dia menemukan kejadian-kejadian penyembuhan yang tidak biasa saat dia menjalani profesi nya sebagai Chiropractor.
      Buku ini mengenalkan kepada kita tentang Frekuensi baru yang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan diri sendiri, maupun menyembuhkan orang lain. Di dalam buku ini pun disertai cara-cara yang digunakan oleh Dr. Pearl untuk memanfaatkan Frekuensi tersebut.
     Buku ini juga menceritakan kisah sukses nya dalam berbagai penyembuhan, dari penyakit yang ringan, sampai penyakit yang susah disembuhkan seperti AIDS. Memaparkan berbagai persepsi keliru orang tentang Pengobatan Alternatif yang telah beredar di masyarakat.
     Frekuensi Penyembuhan "baru" yang dipaparkan oleh Dr. Pearl melampaui sekedar "Teknik" dan membawa pembaca ke tahap yang sebelumnya tidak pernah diakses oleh siapa pun, di mana pun.


"Buku ini menawarkan wawasan yang menarik dan baru tentang dinamika penyembuhan."- DEEPAK CHOPRA, M.D.


"Reconnecting to Source, atau terhubung kembali dengan sumber, adalah rahasia semua penyembuhan. Eric menjelaskan cara melakukannya dengan sama baiknya seperti penulis lain yang bukunya pernah saya baca."-DR. WAYNE DYER



 Lihat situs resmi The Reconnectionhttp://www.thereconnection.com/

Selasa, 27 September 2011

"1000 Ekspresi Wajah Manusia"

      Pada kesempatan kali ini saya menulis tentang pengalaman saya dengan dunia Photography. Saat itu saya hanya meminjam kamera teman saya yang kebetulan dibawanya saat latihan teater alam di kota saya. Waktu itu saya menggunakan kamera NIKON D5000. Yah lumayan lah untuk pemula. Itu saat pertama kali saya menggunakan kamera profesional. Memang dari sebelumnya minat saya akan Photography cukup besar sejak saya masih kecil. Saya ter obsesi untuk memfoto semua yang ada di hadapan saya. Nah kebetulan sekali saat itu ada salah satu adik kelas saya waktu SMA yang membawa kamera tersebut. Hmm, kesempatan ada harus dimanfaatkan, hhe. Saya meminjam kamera tersebut, yang sebenarnya untuk dokumentasi kegiatan saja. Dan ini lah hasil perdana saya dengan Photography, memang sih masih amatir. Namanya juga pemula. :)

Model : Andi
Model : Rahmat


Model : Eko, Mela, Ayu
Model : Henni, Andi
Model : Ayu
Model : Henni, Andi

      Yah itulah hasil jepretan pemula. Mungkin di antara pembaca ada yang bertanya (atau mungkin tidak ada yang peduli) "kenapa semuanya adalah ekspresi orang?". Sebenarnya saya memiliki cita-cita ingin menulis buku dengan judul "1000 Ekspresi Wajah Manusia" yang berisi foto-foto ekspresi wajah manusia disertai dengan tulisan mengenai mengapa/apa yang menyebabkan ekspresi tersebut bisa terjadi. Kalau ditanya mengapa, mungkin jawabnya karena saya suka melihat ekspresi wajah manusia (mungkin juga karena saya orang sosiologi yang suka mengamati manusia), terutama pada ekspresi senyuman. Menurut saya, senyuman yang asli dan tidak dibuat-buat merupakan pemandangan yang sangat indah. Dan bahkan bisa membangkitkan semangat bagi yang melihatnya.
       Begitulah sekiranya cita-cita saya yang terdengar terlalu muluk untuk didambakan. Tapi, apa salahnya buat dicoba kan?. Do'akan saja semoga saya dapat mencapai nya. Amin. Terima kasih bagi yang telah membaca curahan hati saya ini. Semoga mendapatkan manfaatnya. :)

Minggu, 25 September 2011

Disleksia: Penyebab Masalah Belajar Pada Anak

      Setiap anak-anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memproses informasi dan pelajaran. Ada yang bisa memproses dengan mudah, dan ada yang mengalami masalah yang mungkin cukup besar untuk dilaluinya di sekolah formal yang umum. Masalah-masalah yang terjadi tersebut sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun guru-guru mereka di sekolah. Disleksia adalah salah satunya.

Pengertian Disleksia
      Banyak yang tidak mengerti atau bahkan belum mengenal apa itu Disleksia. Baiklah, kita mulai dari definisinya Disleksia (Inggtis: dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
      Kata disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- ("kesulitan untuk") dan λέξις lexis ("huruf" atau "leksikal"). Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.
      Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai Aleksia. Selain memengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga memengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.
      Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.
      Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.

Tipe Disleksia
      Ada dua tipe disleksia, yaitu developmental dyslexsia (bawaan sejak lahir) dan aquired dyslexsiaDevelopmental dyslexsia diderita sepanjang hidup pasien dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak. Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area fonologis (membaca). Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan. Pada usia sekolah, umumnya penderita disleksia dapat mengalami keuslitan menggabungkan huruf menjadi kata, kesulitan membaca, kesulitan memegang alat tulis dengan baik, dan kesulitan dalam menerima. (didapat karena gangguan atau perubahan cara otak kiri membaca).

Masalah yang dialami Penderita Disleksia 
      Penderita Disleksia mengalami berbagai macam masalah yang dialaminya. Seperti, susah berkonsentrasi dalam belajar, daya ingat yang cenderung pendek (cepat lupa dengan instruksi yang diberikan), tidak bisa mengikuti prosedur dalam pengorganisasian, misalnya, memakai sepatu tetapi lupa memakai kaus kaki. 
      Masalah lainnya, kesulitan dalam penyusunan atau pengurutan, entah itu hari, angka, atau huruf.
Secara lebih detail, seperti dikutip dari www.dyslexia-indonesia.org, penyandang disleksia biasanya mengalami masalah-masalah, seperti :
  1. Masalah fonologi: Yang dimaksud masalah fonologi adalah hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. Misalnya mereka mengalami kesulitan membedakan ”paku” dengan ”palu”; atau mereka keliru memahami kata-kata yang mempunyai bunyi hampir sama, misalnya ”lima puluh” dengan ”lima belas”. Kesulitan ini tidak disebabkan masalah pendengaran, tetapi berkaitan dengan proses pengolahan input di dalam otak.
  2. Masalah mengingat perkataan: Kebanyakan anak disleksia mempunyai level kecerdasan normal atau di atas normal. Namun, mereka mempunyai kesulitan mengingat perkataan. Mereka mungkin sulit menyebutkan nama teman-temannya dan memilih untuk memanggilnya dengan istilah “temanku di sekolah” atau “temanku yang laki-laki itu”. Mereka mungkin dapat menjelaskan suatu cerita, tetapi tidak dapat mengingat jawaban untuk pertanyaan yang sederhana.
  3. Masalah penyusunan yang sistematis atau berurut: Anak disleksia mengalami kesulitan menyusun sesuatu secara berurutan misalnya susunan bulan dalam setahun, hari dalam seminggu, atau susunan huruf dan angka. Mereka sering ”lupa” susunan aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya, misalnya lupa apakah setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah atau langsung pergi ke tempat latihan sepak bola. Padahal, orangtua sudah mengingatkannya bahkan mungkin hal itu sudah pula ditulis dalam agenda kegiatannya. Mereka juga mengalami kesulitan yang berhubungan dengan perkiraan terhadap waktu. Misalnya mereka mengalami kesulitan memahami instruksi seperti ini: ”Waktu yang disediakan untuk ulangan adalah 45 menit. Sekarang pukul 08.00. Maka 15 menit sebelum waktu berakhir, Ibu Guru akan mengetuk meja satu kali”. Kadang kala mereka pun ”bingung” dengan perhitungan uang yang sederhana, misalnya mereka tidak yakin apakah uangnya cukup untuk membeli sepotong kue atau tidak.
  4. Masalah ingatan jangka pendek: Anak disleksia mengalami kesulitan memahami instruksi yang panjang dalam satu waktu yang pendek. Misalnya ibu menyuruh anak untuk “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti pakaian, cuci kaki dan tangan, lalu turun ke bawah lagi untuk makan siang bersama ibu, tapi jangan lupa bawa serta buku PR Matematikanya, ya”, maka kemungkinan besar anak disleksia tidak melakukan seluruh instruksi tersebut dengan sempurna karena tidak mampu mengingat seluruh perkataan ibunya.
  5. Masalah pemahaman sintaks: Anak disleksia sering mengalami kebingungan dalam memahami tata bahasa, terutama jika dalam waktu yang bersamaan mereka menggunakan dua atau lebih bahasa yang mempunyai tata bahasa yang berbeda. Anak disleksia mengalami masalah dengan bahasa keduanya apabila pengaturan tata bahasanya berbeda daripada bahasa pertama. Misalnya dalam bahasa Indonesia dikenal susunan diterangkan–menerangkan (contoh: tas merah). Namun, dalam bahasa Inggris dikenal susunan menerangkan-diterangkan (contoh: red bag).
      Pada orang yang mengalami dyslexia, maka kata-kata yang sederhana pun akan menjadi susah untuk dibaca, bahkan bila dilihat beberapa kali. Kata-kata yang terlihat juga dapat bercampur dengan kata-kata lain atau menjadi keliru dibaca, misalnya saja kata “nakal” menjadi “kanal” atau “dia” menjadi “adi”, dan huruf-huruf menjadi satu seperti tidak ada spasi. Berikut contoh kalimat yang mungkin dilihat oleh penderita dyslexia :
Kat akata tid akter pis ahse carat epat

       Bagi yang mengalami dyslexia, kadang susah untuk mengingat sesuatu yang mereka baca, kadang akan menjadi lebih mudah bagi mereka untuk mengingat apabila informasi tersebut dibacakan & didengar oleh mereka.

Penyebab Disleksia
     Ada beberapa tipe dyslexia yang dapat mempengaruhi kemampuan mengeja & membaca beserta penyebabnya, seperti berikut ini yang medicastore ambil dari medicinenet.com .
  • Trauma dyslexia
    Biasanya terjadi akibat adanya trauma atau luka pada bagian otak yang mengontrol cara untuk membaca & menulis.
  • Dyslexia primer
    Dyslexia ini disebabkan karena tidak berfungsinya bagian otak kiri (cerebral cortex) & tidak berubah karena usia. Orang yang mengalami jenis dyslexia ini sangat jarang bisa membaca dengan lancar, bahkan hingga dewasa. Dyslexia primer ini dapat diturunkan secara genetik & biasanya lebih banyak dialami oleh pria daripada wanita.
  • Dyslexia sekunder
    Dyslexia jenis ini disebabkan oleh pembentukan hormon yang kurang sempurna pada saat perkembangan awal janin. Dyslexia sekunder ini akan menghilang seiring bertambahnya usia anak, serta lebih sering terjadi juga pada anak laki-laki.
Tokoh-Tokoh Terkenal yang Mengalami Disleksia

        Anak-anak Disleksia bukanlah anak-anak yang bodoh dan tidak mampu bersaing. Banyak anak-anak Disleksia yang mampu memjadi sangat terkenal, bahkan para penemu-penemu terkenal di dunia juga merupakan penderita Disleksia. Berikut Tokoh-tokoh terkenal  dunia yang mengalami Disleksia.
  1. Albert Einstein -
    Dia tidak bisa berbicara sampai usia empat. Dia tidak bisa membaca sampai ia berusia sembilan tahun.  Gurunya menganggapnya lambat, tidak ramah dan pemimpi. Ia gagal dalam ujian masuk ke perguruan tinggi tapi akhirnya lulus setelah tahun tambahan persiapan. Dia kehilangan tiga posisi pengajaran dan kemudian menjadi seorang pegawai patena. Namus sekarang dia dikenal dengan orang ter-Jenius di dunia dengan Teori Relativitas nya. 
  2. Walt Disney -
    Dia dipecat dari Kansas City New Paper karena dianggap tidak kreatif, dan dia dicap sebagai anak yang lamban. Namun sekarang dia dikenal sebagai pendiri The Walt Disney Company.
  3. Thomas Alfa Edison -
    Dia dicap sakit jiwa oleh gurunya. Kemudian dia diajar sendiri oleh Ibu nya. Sekarang dia terkenal sebagai penemu Bola Lampu yang menjadi sangat berharga bagi peradaban manusia.
  4. Woodrow Wilson -
    Ia mengalami masalah besar dalam membaca, bahkan kenyataannya, dia tidak bisa membaca seumur hidupnya. Meskipun begitu, dia sangat sukses dalam karir Politiknya.
  5. Tom Cruise -
    Dia sangan sukses dalam karir di dunia hiburan meskipun dia belajar hanya dengan mendengarkan rekaman atau tape.

Masih banyak lagi penderita Disleksia yang menjadi terkenal dan sukses dalam karir nya dan tidak terhitung jumlahnya.

Cara Mengetahui Disleksia Pada Anak
       Kita dapat menegtahui apakah anak tersebut mengalamai Disleksia dengan melihat ciri-cirinya, sebagai berikut (ambil dari kidshealth.org) :
  • Kemampuan membaca yang buruk, meskipun memiliki kepintaran yang normal.
  • Kemampuan mengeja & menulis yang buruk.
  • Mengalami kesulitan untuk menyelesakan tugas atau tes sesuai batas waktunya.
  • Mengalami kesulitan untuk mengingat nama suatu benda.
  • Mengalami kesulitan untuk mengingat daftar tulisan atau nomor telepon.
  • Mengalami kesulitan dalam menentukan arah atau membaca peta.
Jika ada seseorang yang mengalami masalah-masalah tersebut di atas, bukan berarti ia menderita dyslexia. Tetapi sebaiknya dilakukan tes untuk mengetahui kondisinya. Suatu pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya masalah medis, termasuk tes pendengaran & penglihatan. Kemudian psikolog sekolah atau orang yang ahli mengenai pembelajaran dapat memberikan tes terstandar untuk mengukur kemampuan berbicara, membaca, mengeja & menulis.

Cara Penaganan Disleksia
      Di situs mayoclinic.com menyediakan beberapa penangan terhadap anak disleksia, sebagai berikut :
  • Selalu berikan dukungan pada anak. Memiliki dyslexia atau gangguan kesulitan belajar lainnya dapat membuat anak menjadi rendah diri. Berikan selalu dukungan & cinta untuk mendukung setiap kemampuannya.
  • Bicarakan dengan anak. Beritahukan kepada anak apa yang dimaksud dengan dyslexia, bahwa hal tersebut bukanlah suatu kesalahannya. Dengan membantu anak memahami hal tersebut, maka ia akan menjadi lebih mudah untuk mengatasi hal tersebut.
  • Buatlah keadaan rumah menjadi tempat belajar yang mudah untuk anak. Sediakan ruangan yang sepi & terorganisasi sebagai tempat belajar anak. Atur jadwal belajar yang nyaman & berikan dukungan dari seluruh anggota keluarga untuk membantu proses belajar anak.
  • Kerjasama dengan sekolah tempat anak belajar. Sering berkomunikasi dengan guru di sekolahnya untuk memastikan anak tidak tertinggal pelajarnya, bila memungkinkan minta rekaman/salinan bahan pelajaran hari itu untuk dipelajari nanti sepulang sekolah atau les khusus untuk membantunya belajar.
Penutup

      Disleksia memang merupakan hambatan bagi anak dalam menerima pelajaran di sekolah formal. Tetapi, Disleksia bukan merupakan orang yang bodoh. Anak penyandang Disleksia memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang karena terhalang oleh sistem pendidikan yang sebenarnya tidak cocok dengan anak penyandang Disleksia.      Sebenarnya anak Disleksia memiliki kemampuan berfikir yang imajinatif, yang bahkan tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Mereka mampu membayangkan hal-hal yang tidak pernah dibayangkan oleh orang lain. Seperti, melukis dengan memadukan warna-warna dengan berani.
      Jadi, anak Disleksia merupakan anak yang memiliki kemampuan yang luar biasa asalkan mereka bisa mendapatkan tempat untuk menyalurkan kemampuan mereka.

Sumber :

Jumat, 23 September 2011

Cara Mandi Junub/Wajib yang Benar


Cara Mandi Junub Yang Benar
      Mandi junub itu ialah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukallaf1 dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar2. Dan menurut aturan Syari’at Islamiyah, mandi junub itu dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh3. Mandi junub ini adalah termasuk dari perkara syarat sahnya shalat kita, sehingga bila kita tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub kita itu tidak dianggap sah sehingga kita masih belum lepas dari hadats besar. Akibatnya shalat kita dianggap tidak sah bila kita menunaikannya dalam keadaan belum bersih dari hadats besar dan kecil. Sedangkan mandi junub yang benar itu ialah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan cara-cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.

Beberapa keadaan yang diwajibkan untuk mandi junub :
      Ada beberapa keadaan yang menyebabkan dia dianggap dalam keadaan berhadats besar sehingga diwajibkan dia untuk melepaskan diri darinya dengan mandi junub. Beberapa keadaan itu adalah sebagai berikut :
1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :
Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. (HR. Muslim dalam Shahihnya).
Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan: “Dan Maknanya ialah: Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani4”.

2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya)
3. Berhentinya haid dan nifas (Masalah ini akan dibahas insya Allah dalam menu Muslimah).
4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya. (Masalah ini akan dibahas insya Allah dalam topik pembahasan “Cara Memandikan Jenazah”).

Cara menunaikan mandi junub :
Karena menunaikan mandi junub itu adalah termasuk ibadah kepada Allah Ta’ala, maka disamping harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata, juga harus pula dilaksanakan dengan cara dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam. Dalam hal ini terdapat beberapa riwayat yang memberitakan beberapa cara mandi junub tersebut. Riwayat-riwayat itu adalah sebagai berikut :
1. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam telah bersabda : 
Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249)
Dengan demikian kita harus meratakan air ketika mandi janabat ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ketubuh kita itu berkalai-kali dan rata.

2. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha beliau menyatakan: 
Kebiasaannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari-jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya hadits nomer 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. 
Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadz berbunyi demikian :
 “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”).
Jadi dalam mandi junubnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Ini adalah untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai ke kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi junub itu benar-benar mengalir ke seluruh kulit tubuh.  

3. Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan: 
Aku dekatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudhu’ dengan cara wudhu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya”. (HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas).
Dari hadits ini, menunjukkan bahwa setelah membasuh kedua telapak tangan sebagai permulaan amalan mandi junub, maka membasuh kemaluan sampai bersih dengan telapak tangan sebelah kiri dan setelah itu telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai dan baru mulai berwudhu’. Juga dalam riwayat ini ditunjukkan bahwa setelah mandi junub itu, sunnahnya tidak mengeringkan badan dengan kain handuk.

4. Dari Maimun (istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam), beliau memberitakan bahwa 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudhu’ seperti cara wudhu’ beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuh kedua telapak kakinya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260).
Dari hadits ini, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, bisa juga menggosokkannya ke tembok dan tidak harus ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok itu, tangan tersebut dicuci, baru kemudian berwudhu’.

Penutup & Kesimpulan :
Dari berbagai riwayat tersebut di atas kita dapat simpulkan, bahwa cara mandi junub itu adalah sebagai berikut :
  1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’atiNya dan beribadah kepadaNya semata.
  2. Dalam mandi junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari-jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.
  3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
  4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
  5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.
  6. Setelah itu berwudhu’ sebagaimana cara berwudhu’ untuk shalat.
  7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari-jemari ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
  8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
  9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.
  10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam.
Demikianlah cara mandi junub yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wasallam dan juga telah dicontohkan oleh beliau. Semoga dengan kita menunaikan ilmu ini, amalan ibadah shalat kita akan diterima oleh Allah Ta’aala karena kita telah suci dari junub atau hadats besar. Amin Ya Mujibas sa’ilin.

1. Tentang pengertian orang yang mukallaf, artinya orang yang telah baligh dari sisi usianya dan telah mumayyiz dari sisi kemampuan berfikirnya. Mumayyiz itu sendiri artinya ialah kemampuan membedakan mana yang bermanfaat baginya dan mana pula yang bermudarat.
2. Tentang pengertian hadatas besar, telah diterangkan dalam artikel “Apa & Bagaimana Thaharah ?”
3. Ar Raudhatun Nadiyah, Al Allamah Shiddiq Hasan Khan, hal. 35.  
4. Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi, jilid 2 hal. 153, Darul Fikr Beirut Libanon, cet. Th. 1417 H / 1996 M.

Minggu, 18 September 2011

"Aku Berfikir maka Aku Ada"

 Manusia diciptakan sempurna oleh Pencipta kita, Allah SWT, dengan akal pikiran yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Kita beri kemampuan untuk mencerna apa yang dikatakan oleh orang lain dan mengemukakan pendapat kita agar tidak hanya menerima tanpa ada pertimbangan terlebih dahulu.
 Mengingat apa yang dikatakan oleh RenĂ© Descartes ("Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern"), "cogito ergo sum" sedangkan dalam bahasa Perancis adalah: "Je pense donc je suis". Keduanya artinya adalah:
"Aku berpikir maka aku ada". (Ing: I think, therefore I am)
Berfikir saja tidak cukup. Diperlukan cara berfikir yang rasional atau masuk akal dalam mencerna informasi tersebut. Jika kita hanya berfikir namun tidak dibarengi dengan pemikiran yang masuk akal, maka hasil pikiran tersebut akan bisa menyesatkan diri sendiri maupun orang lain. Berfikir secara rasional akan membantu kita menentukan mana yang benar, dan mana yang salah.
Dengan kemampuan berfikir tersebut kita bisa mengemukakan pendapat kita kepada orang lain. Menyampaikan opini dan pendapat kita tentang sesuatu yang telah kita fikirkan. Maka dengan inilah kita dapat menunjukkan diri bahwa kita ada, dan bukan hanya sebagai benalu di dunia ini.
Namun, untuk mengungkapkan apa yang kita fikirkan saja tanpa ada dasar-dasar atau landasan-landasan yang kuat, yang dapat dipertanggung jawabkan, kita tidak bisa menyatakan pernyataan yang tanpa landasan yang kuat. Karena pendapat kita tersebut akan diragukan atau bahkan ditolak, karena belum teruji kebenarannya. Di dalam Al-Qur'an Surah Yunus: 36 mengatakan,
"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[1] . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Q.S.Yunus: 36)

[1]Maksudnya adalah Sesuatu yang diperoleh dengan prasangkaan saja, sama sekali tidak bisa mengantikan sesuatu yang diperoleh dengan keyakinan.
Untuk menyatakan pendapat yang didasarkan oleh landasan-landasan yang kuat, dibutuhkan sumber-sumber pemikiran yang berhubungan dengan apa yang kita sampaikan tersebut, dan telah teruji kebenarannya. Sumber-sumber tersebut harus lah melalui penelitian dengan metode penelitian yang telah disepakati dalam penelitian, dan telah memenuhi syarat-syarat penelitian tersebut.
Kesimpulan
 Kita diberikan kemampuan berfikir oleh Pencipta kita, Allah SWT, untuk menunjukkan bahwa kita adalah makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya. Kita bukan hewan yang tidak pernah memikirkan apa yang diperintahkan oleh pemilik/tuannya. Kita diberi kemampuan untuk mencerna informasi dari luar, dan memikirkan dengan kemampuan berfikir rasional untuk membedakan mana yang benar, mana yang salah.
Dengan kemampuan berfikir tersebut, kita dapat ngungkapkannya/menyatakannya kepada orang lain agar kita bisa dianggap ada dan memberikan kontribusi terhadap dunia ini. Namun, agar kita bisa dianggap, tentunya pendapat kita tersebut haruslah bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk mempertanggung jawabkan kebenaran tersebut kita harus memiliki landasan-landasan yang kuat untuk mendukung kebenaran informasi atau pendapat yang kita kemukakan tersebut. Landasan-landasan tersebut pun harus teruji kebenarannya. Kebenaran tersebut diperoleh dari penelitian-penelitian yang terstruktur dengan metode penelitian yang telah disepakati dibidang penelitiannya.
Oleh karena itu, untuk menjadi ada, dan dianggap ada, kita harus berfikir dan menyatakan pemikiran kita tersebut dengan landasan-landasan yang kuat dan telah teruji kebenarannya.